PORSAK 2022 (30)

Memaksimalkan Hari “Bebas”, Al Masoem Melaksanakan Pekan Olahraga Antar Kelas

Bandung, 19 Juni 2024 – Menyambut libur akhir tahun ajaran, Pesantren Al Masoem Bandung, Jawa Barat, menyelenggarakan Pekan Olahraga Antar Kelas (PORAK) selama satu minggu kedepan, dari tanggal 19 hingga 27 Juni 2024. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para santri untuk menyalurkan bakat dan minat mereka di bidang olahraga, sekaligus mempererat tali persaudaraan antar kelas.

Beragam cabang olahraga dipertandingkan dalam PORAK tahun ini, di antaranya sepak bola, bola voli, bulu tangkis, tenis meja, dan futsal. Para santri antusias mengikuti pertandingan, menunjukkan semangat sportifitas dan kerjasama tim yang tinggi.

Selain pertandingan olahraga, PORAK juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan lain, seperti lomba seni dan budaya, pentas seni, dan bazar. Kegiatan-kegiatan ini menjadi ajang bagi para santri untuk menunjukkan kreativitas dan bakat mereka di luar bidang olahraga.

PORAK merupakan kegiatan yang sangat dinanti-nantikan semua siswa dan santri Al Masoem, bagaimana tidak. Dihari “bebas” seperti minggu sebelum pembagian raport banyak guru dan wali kelas yang sibuk menginput data diri peserta didiknya ke sistem penilaian sekolah, hal seperti ini yang membuat sekolah harus memutar otak agar siswa bisa tetap mendapatkan edukasi pasca ujian akhir sekolah kemarin. 

Beberapa siswa bahkan sangat antusias dalam mengikuti kegiatan PORAK ini, bahkan salah satu anggota OSIS SMP Islam Al Ma’soem Bandung mengungkapkan rasa senangnya dalam mengikuti kegiatan tahunan ini . “Senang sekali bisa mengikuti PORAK. Ini adalah kesempatan bagi kami untuk bersenang-senang dan menjalin pertemanan dengan santri dari kelas lain,” ujarnya.

Pengasuh Pesantren Al Masoem, Ustadz Asep Abdul Halim, mengatakan bahwa PORAK merupakan salah satu upaya pesantren dalam menyeimbangkan kegiatan belajar mengajar dengan kegiatan ekstrakurikuler. “Santri tidak hanya dituntut untuk berprestasi dalam bidang akademik, tetapi juga dalam bidang non-akademik,” tuturnya.

Ustadz Asep Abdul Halim berharap PORAK dapat menjadi sarana bagi para santri untuk mengembangkan bakat dan minat mereka, serta meningkatkan rasa persaudaraan dan kebersamaan antar santri. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan jiwa sportifitas dan semangat pantang menyerah pada diri para santri,” ujarnya.

PORAK sendiri sudah lama dilaksanakan oleh Al Ma’soem, dimana kegiatan ini tidak hanya menyajikan lomba antar kelas tapi juga antar individu, seperti dalam lomba catur hanya dibutuhkan satu orang. Tapi beberapa perlombaan memang dibuat sedemikian rupa untuk membangun kerjasama antar tim dan antar siswa. 

Di SMP Islam Al Masoem sendiri lebih menarik lagi, PORAK dilaksanakan dengan mengajarkan siswa kesenian kesenian khas daerah seperti lomba adu kelereng, gatrik, bancakan, cak teu, galah asin, sapintrong, lompat tali dan lain sebagainya. Hal ini dibuat untuk melestarikan budaya lokal yang sudah lama mulai dilupakan zaman. Mengingat anak zaman sekarang sudah lebih suka bermain dengan gadget dibandingkan dengan alam, dengan adanya PORAK seperti ini mereka bisa lebih tahu betapa asiknya bermain dengan teman sebaya dan mereka juga bisa belajar bagaimana caranya membangun kerjasama dengan tim yang mereka bentuk.