Empat Perbuatan yang Dapat Dilakukan agar Termasuk Menjadi Golongan Al Abrar

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ

‎ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

‎سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ.

رَبَّنَاۤ  اِنَّنَا  سَمِعْنَا  مُنَا دِيًا  يُّنَا دِيْ  لِلْاِ يْمَا نِ  اَنْ  اٰمِنُوْا  بِرَبِّكُمْ  فَاٰ مَنَّا   ۖ رَبَّنَا  فَا غْفِرْ  لَنَا  ذُنُوْبَنَا  وَكَفِّرْ  عَنَّا  سَيِّاٰتِنَا  وَتَوَفَّنَا  مَعَ  الْاَ بْرَا رِ

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), Berimanlah kamu kepada Tuhanmu, maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan matikanlah kami beserta orang-orang yang berbakti.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 193)

Matikanlah kami beserta orang-orang yang berbakti
Al Abror = Orang orang yang berbakti

كَلَّاۤ  اِنَّ  كِتٰبَ  الْاَ بْرَا رِ  لَفِيْ  عِلِّيِّيْنَ

“Sekali-kali tidak! Sesungguhnya catatan orang-orang yang berbakti benar-benar tersimpan dalam ‘Illiyyin.” (QS. Al-Muthaffifiin 83: Ayat 18)

اِنَّ  الْاَ بْرَا رَ  لَفِيْ  نَعِيْمٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan,” (QS. Al-Muthaffifiin 83: Ayat 22)

اِنَّ الْاَبْرَارَ لَفِيْ نَعِيْمٍۙ * وَّاِنَّ الْفُجَّارَ لَفِيْ جَحِيْمٍ

Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan. Dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka. (QS Al Infitar 13 – 14)

Makna yang mendalam dalam ayat ini yakni terdapat dua kata berlawanan yang menjelaskan keadaan manusia di akhirat kelak, al-abrar dihadapkan dengan al-fujjar, dan na’im dihadapkan dengan jahim.

Ath-Thabari menjelaskan bahwa golongan al-Abrar dalam ayat ini adalah orang-orang yang melaksanakan kewajiban-kewajiban terhadap Allah dan menjauhi kemaksiatan-kemaksiatan terhadapnya. Adapun golongan al-Fujjar adalah orang-orang yang durhaka kepada Allah Ta’ala, mereka kafir terhadap Allah Ta’ala.

Kata al-Abrar berasal dari kata al-birr dan merupakan jamak dari kata barr, sehingga Al-Abrar memiliki makna orang yang senantiasa melakukan kebaikan, kebajikan, ketakwaan kepada Allah dalam seluruh perbuatan mereka. Kata al-Abrar memiliki arti benar-benar berbakti, yang artinya berbakti kepada Allah dengan melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Diantara wujud al-Abrar adalah melakukan kebaikan kepada manusia lillahi Ta’ala tanpa berharap balasan dari orang lain. Semangat yang mendorong untuk melakukan kebaikan bagi orang-orang al-Abror adalah ridha Allah Ta’ala. sebagaimana dalam surat al Insan ayat 9.

اِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللّٰهِ لَا نُرِيْدُ مِنْكُمْ جَزَاۤءً وَّلَا شُكُوْرًا

“Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridaan Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu.”

Adapun kata al-Fujjar merupakan bentuk jamak dari kata faajir bermakna orang yang hanyut dalam kemaksiatan kepada Allah Ta’ala. Atau dalam surat Nuh disebutkan generasi faajir adalah generasi perusak. Kata al-Fujjar sendiri memiliki arti orang-orang yang meninggalkan syariat Allah dan melanggar batasan-batasan Nya.

Perbuatan yang dapat dilakukan agar termasuk menjadi golongan Al-Abrar?

Pertama , al-Abrar memiliki makna ahli dalam kejujuran. Maksudnya, orang yang abrar adalah orang yang jujur dalam aktivitasnya sehari-hari.

Kedua, membantu orang-orang yang kesusahan dengan kelebihan yang mereka miliki.. Mereka berbuat kebaikan semata-mata untuk mencari ridha Allah Ta’ala. Meskipun pada akhirnya mereka akan dikenal baik oleh masyarakat namun mereka tidak hanyut dalam pujian tersebut, karena bagi mereka ridha Allah adalah tujuan mereka dalam membantu.

Ketiga adalah mereka tidak mengganggu siapapun. Tidak menjadi gangguan terhadap jiwa dan harta benda pihak lain, tidak melakukan perbuatan dzalim.

Yang keempat adalah mereka tetap menunaikan hak-hak Allah, yakni beribadah kepada Allah. Sebagaimana dijelaskan oleh Qatadah, Al-Abrar adalah orang-orang yang menunaikan hak Allah dan menunaikan nadzar atau janji.

Doa supaya diampuni dosa, dihapuskan kesalahan meninggal bersama orang orang yang berbakti;

‎رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ

“Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami serta matikanlah kami beserta orang-orang yang berbakti.” (QS. Ali Imran [3]: 193)