WhatsApp Image 2023 07 13 at 11.35.10

Apa Perbedaan Full Day School dan Boarding School Al Ma’soem?

Memilih sekolah untuk jenjang pendidikan berikutnya merupakan keputusan penting bagi siswa dan orang tua. Selain mempertimbangkan kurikulum dan fasilitas, pola pendidikan juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Di Al Ma’soem, terdapat pilihan Full Day School dan Boarding School yang dirancang untuk mendukung perkembangan akademik, karakter, kemandirian, serta pendidikan keagamaan siswa.

Pada Tahun Ajaran 2027–2028, SMA Al Ma’soem menawarkan program Full Day & Boarding School dengan berbagai program unggulan, seperti Kurikulum Merdeka, Kelas Internasional, Program Sukses PTN, Kelas Interaktif, Native Teacher, serta beasiswa akademik dan nonakademik. Keduanya memiliki tujuan pendidikan yang sama, tetapi terdapat perbedaan dalam pola kehidupan dan kegiatan siswa sehari-hari.

Lalu, apa sebenarnya perbedaan Full Day School dan Boarding School Al Ma’soem? Berikut penjelasannya.

1. Perbedaan Pola Kehidupan Siswa

Perbedaan paling mendasar antara Full Day School dan Boarding School terletak pada pola kehidupan siswa setelah kegiatan sekolah.

Pada program Full Day School, kegiatan utama siswa berlangsung dalam lingkungan sekolah selama hari belajar. Setelah kegiatan sekolah selesai, siswa kembali ke rumah sehingga kehidupan setelah jam sekolah tetap bersama keluarga.

Sementara itu, Boarding School memberikan pengalaman pendidikan yang lebih menyeluruh karena siswa juga tinggal di lingkungan pesantren. Dengan demikian, kegiatan pendidikan tidak hanya berlangsung ketika pembelajaran di sekolah, tetapi juga berlanjut melalui kegiatan pesantren dan pembiasaan kehidupan sehari-hari.

SMA Al Ma’soem menyediakan fasilitas pesantren berupa pondok putra dan putri yang terpisah. Kapasitas kamar adalah 4–6 orang dengan kamar mandi di dalam. Selain itu, tersedia laundry dan catering, aula dan ruang tunggu, security 24 jam, CCTV, internet, sistem informasi santri berbasis Android, minimarket, serta fasilitas olahraga.

Dengan pola tersebut, Boarding School memberikan lingkungan yang lebih intensif bagi siswa untuk belajar mandiri, berinteraksi dengan teman, serta mengikuti berbagai kegiatan pendidikan dan keagamaan di lingkungan pesantren.

2. Keduanya Memiliki Dasar Pendidikan yang Sama

Walaupun pola kehidupan siswa berbeda, Full Day School dan Boarding School Al Ma’soem tetap berada dalam lingkungan pendidikan yang sama. SMA Al Ma’soem mengusung Kurikulum Merdeka serta menyediakan Kelas Internasional, Program Sukses PTN, Kelas Interaktif, Native Teacher, dan beasiswa akademik maupun nonakademik.

Artinya, pilihan Full Day atau Boarding bukan sekadar memilih antara sekolah biasa dan sekolah berasrama. Keduanya tetap membawa konsep pendidikan Al Ma’soem yang menekankan prestasi, akhlak, dan kedisiplinan.

Hal tersebut tercermin dalam visi pembentukan generasi CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER. CAGEUR berarti takwa, disiplin dan tangguh; BAGEUR berarti akhlak, jujur dan manfaat; sedangkan PINTER berarti cerdas, adaptif dan mandiri.

3. Boarding School Memiliki Pembelajaran Pesantren

Salah satu perbedaan penting pada program Boarding School adalah adanya pembelajaran pesantren. Materi yang tercantum dalam program pembelajaran pesantren SMA Al Ma’soem meliputi Al Quran Tajwid, Tahfidz, Kitab Kuning, Fiqih Ibadah, Aqidah Akhlaq, dan Bahasa Arab.

Kegiatan tersebut melengkapi pendidikan akademik yang diperoleh siswa di sekolah. Dengan tinggal di lingkungan pesantren, siswa memiliki kesempatan untuk menjalani pembiasaan keagamaan secara lebih terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, informasi program SMA Al Ma’soem juga menyebutkan program Tahfidz minimal 3 juz, shalat wajib berjamaah, dan Dhuha bersama. Terdapat pula berbagai bentuk penghargaan seperti Beasiswa Tahfidz, Santri of The Month, Muadzin, Khatam Qur’an, serta bebas DOP bagi siswa berprestasi.

4. Full Day School Tetap Memiliki Program Keagamaan

Adanya perbedaan program bukan berarti siswa Full Day School tidak mendapatkan pendidikan keagamaan. Program Al Ma’soem tetap memberikan perhatian terhadap aspek tahfidz dan ibadah.

Program yang tercantum dalam informasi SMA Al Ma’soem antara lain Tahfidz minimal 3 juz, shalat wajib berjamaah, dan Dhuha bersama. Selain itu, terdapat tes kemandirian dan tes bidang keagamaan sebagai bagian dari proses pendidikan.

Perbedaannya lebih terletak pada lingkungan dan intensitas kegiatan. Siswa Full Day School dapat mengikuti program sekolah kemudian kembali ke rumah, sedangkan siswa Boarding School melanjutkan kehidupan pendidikannya di lingkungan pesantren.

5. Boarding School Lebih Menekankan Kehidupan Mandiri

Tinggal di asrama membuat siswa menjalani rutinitas yang berbeda dibandingkan siswa yang pulang ke rumah setelah sekolah. Siswa boarding perlu mengatur berbagai kebutuhan pribadi dan mengikuti kehidupan bersama di lingkungan pondok.

Fasilitas pondok yang disediakan Al Ma’soem dirancang untuk mendukung kehidupan santri, mulai dari kamar dengan kapasitas 4–6 orang, kamar mandi di dalam, laundry dan catering, hingga sistem informasi santri berbasis Android. Keamanan juga didukung security 24 jam dan CCTV.

Pola tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan karakter mandiri. Siswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran akademik, tetapi juga menjalani pengalaman hidup bersama dalam lingkungan pendidikan.

6. Kegiatan Sekolah dan Ekstrakurikuler

Baik Full Day School maupun Boarding School memiliki berbagai kegiatan yang mendukung perkembangan siswa. Al Ma’soem mencantumkan ekstrakurikuler yang variatif dan siswa diwajibkan memilih minimal satu kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu, tidak ada jam kosong dan terdapat otonomi wali kelas dalam pengelolaan kegiatan. Kegiatan tambahan seperti wisata dan kunjungan ilmiah juga tersedia secara sukarela.

Dengan demikian, pendidikan di Al Ma’soem tidak hanya berfokus pada kegiatan pembelajaran di kelas. Siswa juga mendapatkan ruang untuk mengembangkan minat, keterampilan, kedisiplinan, serta pengalaman di luar kelas.

7. Fasilitas Sekolah yang Mendukung Kedua Program

Dari sisi fasilitas sekolah, Al Ma’soem menyediakan berbagai sarana yang dapat menunjang kegiatan pendidikan. Di antaranya adalah masjid, dome, ruang konselor, ruang seminar, ruang multimedia, kantin, minimarket, lapang panahan, WiFi, CCTV, studio mini dan podcast, reading corner, sarana olahraga, laboratorium komputer, biologi, fisika, kimia dan bahasa, serta klinik.

Untuk siswa Boarding School, fasilitas tersebut dilengkapi dengan fasilitas pesantren. Karena itu, perbedaan utama bukan hanya pada sarana belajar, tetapi juga adanya fasilitas tempat tinggal dan berbagai kebutuhan santri.

8. Perbedaan dari Sisi Biaya Pendidikan

Perbedaan lain yang perlu diketahui orang tua adalah komponen biaya. Pada informasi SMA Al Ma’soem Tahun Ajaran 2027–2028, biaya sekolah reguler mencantumkan registrasi sebesar Rp750.000. Total biaya pendidikan sekolah reguler pada Gelombang 1 tercantum sebesar Rp19.500.000, dengan DPP Rp16.400.000 dan biaya bulanan Rp1.600.000. Besaran tersebut berbeda pada setiap gelombang pendaftaran.

Untuk program Boarding, terdapat biaya tambahan yang meliputi registrasi Rp150.000, Ta’aruf Rp150.000, Mushaf Al Qur’an Rp80.000, Dana Fasilitas Tahunan (DAFT) Rp6.000.000, DPP Rp3.235.000, dan biaya bulanan Rp1.935.000. Total biaya pendidikan yang tercantum pada bagian biaya tambahan boarding adalah Rp11.400.000.

Biaya tersebut belum termasuk seragam dan buku paket. Informasi yang sama juga menyebutkan bahwa biaya bulanan bersifat flat sampai lulus dan tidak ada biaya tambahan di perjalanan.

9. Mana yang Sesuai dengan Kebutuhan Siswa?

Pada dasarnya, pilihan antara Full Day School dan Boarding School perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta kesiapan siswa dan keluarga.

Full Day School dapat menjadi pilihan bagi siswa yang ingin memperoleh pendidikan di lingkungan Al Ma’soem tetapi tetap tinggal bersama keluarga setelah kegiatan sekolah selesai. Pola ini memungkinkan siswa menjalani aktivitas sekolah sekaligus mempertahankan rutinitas keluarga di rumah.

Sementara itu, Boarding School memberikan lingkungan pendidikan yang lebih menyatu antara sekolah dan pesantren. Selain mengikuti pembelajaran akademik, siswa tinggal di pondok dan mengikuti pembelajaran pesantren yang mencakup Al Quran Tajwid, Tahfidz, Kitab Kuning, Fiqih Ibadah, Aqidah Akhlaq, dan Bahasa Arab.

Karena itu, orang tua dapat mempertimbangkan kesiapan anak untuk tinggal di asrama, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan bersama, kebutuhan pendidikan keagamaan, serta pola belajar yang diharapkan.

Perbedaan Full Day School dan Boarding School Al Ma’soem terutama terletak pada pola kehidupan siswa. Full Day School memungkinkan siswa mengikuti pendidikan di sekolah kemudian kembali ke rumah, sedangkan Boarding School mengintegrasikan kegiatan sekolah dengan kehidupan pesantren.

Keduanya tetap membawa konsep pendidikan Al Ma’soem yang berorientasi pada prestasi, akhlak, kedisiplinan, serta pembentukan generasi CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER. Program Boarding memiliki tambahan lingkungan pesantren, pembelajaran keagamaan, dan fasilitas asrama seperti pondok putra dan putri terpisah, kamar 4–6 orang, catering, laundry, keamanan 24 jam, CCTV, internet, dan sistem informasi santri.
Dengan memahami perbedaan tersebut, orang tua dan siswa dapat mempertimbangkan pola pendidikan yang paling sesuai dengan kebutuhan, kesiapan, dan tujuan pendidikan mereka untuk Tahun Ajaran 2027–2028.