Dunia Tempat Hidup, Tempat Dimatikan dan Dibangkitkan

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

قَا لَ  فِيْهَا  تَحْيَوْنَ  وَفِيْهَا  تَمُوْتُوْنَ  وَمِنْهَا  تُخْرَجُوْنَ

“(Allah) berfirman, Di sana kamu hidup, di sana kamu mati, dan dari sana (pula) kamu akan dibangkitkan.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 25)

Dunia tempat hidup, tempat dimatikan dan tempat dibangkitkan

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Ayat ini menerangkan bahwa di bumi inilah mereka akan hidup sepanjang umur yang telah ditakdirkan bagi mereka dan di bumi ini pula mereka akan mati apabila sampai ajal mereka, suatu ketentuan yang tidak dapat diubah lagi, tidak bisa dimajukan dan tidak bisa pula ditangguhkan sebagaimana firman Allah:

“Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun. (al-A’raf/7: 34)

“Dan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. (al-Munafiqun/63: 11)

Selanjutnya di bumi ini pulalah mereka akan dibangkitkan dan ayat 25 ini sejalan dengan firman Allah:

Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain. (Thaha/20: 55).

Hari kebangkitan adalah peristiwa yang pasti akan terjadi. Adapun untuk waktunya hanya Allah SWT yang tahu.

وَأَنَّ ٱلسَّاعَةَ ءَاتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ ٱللَّهَ يَبْعَثُ مَن فِى ٱلْقُبُورِ

“Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.” (Q.S Al-Hajj: 7)

Tiga Fase Kehidupan Manusia.

Dr. Muhammad Abdurrahim Az-Zaini dalam bukunya Filsafat Kematian menjelaskan, eksistensi manusia melewati tiga fase. Di antaranya alam kehidupan dunia, alam barzakh, dan alam kehidupan setelah barzakh.

1. Fase pertama: alam dunia
Pada fase ini manusia menjalani kehidupan di dunia dengan segala kenikmatan dan hawa nafsunya. Alam ini akan membentang selama umur bumi, yakni sejak manusia hidup hingga manusia akan punah atau binasa. Peristiwa kematian manusia juga termasuk dalam fase ini.

2. Fase kedua: alam barzakh
Pada fase ini manusia akan berada dalam alam penantian. Manusia akan memasuki alam barzakh setelah kematian.
Ia akan dibangkitkan pada saat hari kiamat tiba. Alam ini merupakan pembatas antara dunia dan akhirat atau disebut dengan alam kubur.

3. Fase ketiga: alam setelah barzakh
Pada fase ini manusia akan menempati keabadian. Alam ini disebut juga dengan alam akhirat, yakni surga dan neraka. Alam ini dimulai sejak bangkitnya manusia dari alam kubur dan berkumpul untuk dihisab seluruh amal-amalnya selama berada di fase pertama.

Setelah manusia dibangkitkan dari alam kubur, mereka akan mendapatkan balasan atas apa yang telah diperbuat semasa hidup di dunia. Allah SWT berfirman dalam Q.S Yunus ayat 30 sebagai berikut:

هُنَالِكَ تَبْلُوا۟ كُلُّ نَفْسٍ مَّآ أَسْلَفَتْ ۚ وَرُدُّوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ مَوْلَىٰهُمُ ٱلْحَقِّ ۖ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَفْتَرُونَ

“Di tempat itu (padang Mahsyar), tiap-tiap diri merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya dahulu dan mereka dikembalikan kepada Allah Pelindung mereka yang sebenarnya dan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan.”

Fase kebangkitan manusia dari alam kubur menuju padang Mahsyar ini merupakan sesuatu yang pasti akan terjadi. Segala amal perbuatan akan dihisab dan ditimbang di fase ini.

Untuk itu tingkatkan doa agar selalu mendapatkan perlindungan dari Allah SWT. Doa yang dibacakan pada akhir tahiyat akhir;

اللهم إني أعوذ بك من عذاب القبر ومن عذاب النار ومن فتنة المحيا والممات ومن فتنة المسيح الدجال

Allaahumma inni a’uudzubika min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabinnaari jahannama wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihid dajjaal.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari adzab Jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Dajjal.”