Barang-Barang yang Perlu Dipersiapkan di Pondok Pesantren

Barang-Barang yang Perlu Dipersiapkan di Pondok Pesantren

Sebagai orang tua, mereka punya peran besar dalam memilih sekolah yang cocok ditempati oleh anaknya. Bagi orang tua yang ingin anaknya memiliki pemahaman agama yang kuat dan belajar mandiri, maka pondok pesantren atau boarding school adalah jawabannya. Namun memang, ada beberapa pertimbangan bagi mereka ketika ingin mendaftarkan anaknya kesana, salah satunya adalah barang-barang yang perlu dipersiapkan di pondok pesantren.

 

Barang yang Boleh Dibawa di Pondok Pesantren

santri bersih kamar

Setiap pesantren memiliki jenis peraturan yang mungkin saja berbeda satu sama lain. Namun, ketika berbicara mengenai barang-barang yang perlu dibawa, bisa dikatakan akan memiliki kesamaan. Apa itu? Yaitu membawa barang bawaan yang mampu menunjang hidup di lingkungan pesantren dan melarang barang yang tidak ada kaitannya dengan kegiatan sehari-hari di pesantren.

Setiap pesantren umumnya telah memiliki fasilitas pesantren untuk memudahkan hidup siswa santri selama menetap. Namun memang, kemandirian anak tetaplah menjadi hal yang diutamakan. Sang anak perlu membiasakan diri untuk memanfaatkan fasilitas pesantren bersama teman sebaya lainnya alih-alih menggunakan hal yang telah ada di rumah. Selain itu, adanya kecenderungan rasa pamer bisa diminimalkan ketika tinggal di lingkungan pesantren.

Adapun di Yayasan Al Ma’soem sendiri, ada beberapa ketentuan barang bawaan yang bisa dibawa, mulai dari perlengkapan sekolah, perlengkapan sholat dan perlengkapan sehari-hari di Pesantren Siswa Al Ma’soem (PSAM). Yang perlu diperhatikan, membawa barang dengan jumlah yang cukup itu kami anjurkan agar tidak terjadi penumpukan barang yang tidak perlu. Ini bisa menyebabkan ketidakrapihan kamar tinggal santri.

Berikut adalah panduan jenis barang-barang yang boleh dibawa oleh siswa santri Al Ma’soem:

Perlengkapan Sekolah

  • 4 stel baju seragam sekolah (Senin – Kamis);
  • 1 stel baju olah raga;
  • 1 stel baju seragam Jum’at;
  • 1 pasang sepatu sekolah;
  • 1 pasang sepatu olah raga;
  • 1 tas sekolah;
  • 2 helai kerudung untuk sekolah.

Perlengkapan Sholat

  • Untuk satri Putra;
    • 2 baju koko;
    • 2 sarung;
    • 2 peci;
    • 1 sajadah;
    • 1 Al Qur’an.
  • Untuk Santri Putri
    • 2 stel mukena;
    • 1 sajadah;
    • 1 Al Qur’an.

Perlengkapan sehari-hari

  • 2 stel baju tidur;
  • 2 stel baju sehari-hari;
  • 3 helai kerudung;
  • 2 set sprei dan selimut;
  • Seperangkat alat mandi;
  • 2 helai handuk;
  • 1 pasang sandal;
  • 1 buah tas barang/koper;
  • 1 set alat makan;
  • 1 buah wadah pakaian kotor.

Bagi santri yang kedapatan membawa barang melebihi panduan di atas, barang-barang tersebut akan diambil oleh pihak pengelola pesantren dan dikembalikan kepada santri saat pulang. Terkait dengan obat-obatan, selama itu bukan obat khusus sesuai arahan dokter maka kami menyarankan untuk tidak membawanya. Keberadaan ruang UKS di pesantren serta Klinik Putra Mandiri Al Ma’soem adalah fasilitas kesehatan yang bisa dimanfaatkan oleh santri.

Barang yang  Tidak Boleh Dibawa di Pondok Pesantren

Selain barang bawaan yang dianjurkan untuk dibawa, terdapat beberapa barang bawaan yang dilarang untuk dibawa. Barang-barang yang akan disebutkan ini juga tidak akan bisa mendapatkan izin dari wali santri. Barang bawaan dilarang terebut diantaranya:

  • Notebook atau laptop, sebab PSAM sudah menyediakan fasilitas lab komputer yang bisa digunakan. Ini bisa meminimalisir penggunaan yang diluar batas menurut nilai-nilai yang diemban santri Al Ma’soem.
  • Smartphone atau ponsel modern, sebab alat komunikasi ini dapat menganggu proses kegiatan belajar mengajar (KBM) khususnya pada aktivitas harian di pesantren. Santri nantinya akan hilang fokus pada materi keagamaan maupun hafalan Al Qur’an yang diajarkan di pesantren. Kalaupun terpaksa membawa, wajib dititipkan kepada wali santri. Kami lebih mengajurkan membawa handphone jadul yang hanya cocok digunakan untuk komunikasi saja.
  • Alat elektronik, sebab ini dapat menjadi sumber kecemburuan sosial antara santri. Contohnya seperti rice cooker, televisi, radio, smartwatch, dan lain sebagainya. Secara umum, konsep pesantren memang meminimalkan, bahkan melarang, penggunaan alat elektronik yang bisa menganggu proses belajar anak-anak yang berbasis keislaman.
  • Mie instan, sebab secara nilai gizi kurang menyehatkan dan kami cukup tegas akan hal ini. Bisa dilihat di kantin sekolah tidak ada yang menjual mie instan (kecuali di kantin kolam renang Al Ma’soem namun dijual khusus kepada pengunjung umum).

Itulah pembahasan barang-barang yang perlu dipersiapkan di pondok pesantren. Melalui informasi ini, harapannya orang tua bisa lebih teliti lagi ketika memilih pondok pesantren atau boarding school yang tepat. Yayasan Al Ma’soem bisa menjadi percontohan pesantren di Bandung yang bisa kalian pilih.

 

 

Penulis: Gumilar Ganda