Setiap pesantren memiliki berbagai macam peraturan, salah satu aturan yang memang harus diikuti penghuni pesantren adalah larangan membawa barang barang yang memang tidak ada kaitannya dengan kegiatan di pesantren. Pada dasarnya pesantren mendidik santrinya untuk bisa mandiri, maka dari itu fasilitas “tambahan” dari santri secara pribadi ditakutkan dapat menjadi pemicu kecemburuan sosial antar santri, maka dari itu berikut adalah benda benda yang dilarang dibawa ke pondok pesantren.
- LAPTOP
Beberapa pondok pesantren di Indonesia memang mengizinkan santrinya membawa laptop dengan alasan demi mengerjakan tugas santri di pondok pesantren. Tapi ada beberapa pondok pesantren juga yang melarang penggunaan laptop karena berbagai macam alasan, seperti karena pondok pesantren itu tidak membutuhkan laptop untuk kegiatan pesantren, karena pondok pesantren memiliki fasilitas komputer sendiri yang lebih baik secara spesifikasi dan alasan yang ke 3 karena takut disalahgunakan santri selama di pesantren. Mengingat laptop atau komputer lipat bisa digunakan untuk mengakses internet dengan mudah apalagi jika di asrama atau pondok pesantren tersedia WIFI.
Al Masoem salah satu pondok pesantren yang melarang santrinya untuk menggunakan laptop terutama untuk keseharian santri di pesantren. Alasannya adalah karena Al Ma’soem memiliki LAB Komputer yang layak bagi santri dalam pembelajaran. Tapi, jika memang ada hal yang memang membutuhkan laptop untuk kegiatan pembelajaran terutama ekstrakurikuler dan kegiatan OSIS dan DESAN, maka Laptop diperbolehkan dipakai tapi dengan catatan hanya digunakan pada waktu ekstrakurikuler dan kegiatan OSIS atau DESAN saja.
- SMARTPHONE
Hampir semua pondok pesantren melarang penggunaan smartphone di sekolah. Karena smartphone menjadi salah satu faktor pengganggu proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) maka dari itu keberadaan smartphone sangat dilarang ada di sekolah terutama di pondok pesantren. Selain itu, secara umum smartphone tidak dapat membantu siswa terutama dalam belajar dan mengajar. Di dunia pendidikan juga ada larangan dalam mengutip sebuah hal dari Internet karena sumber yang tidak bisa dipercaya daripada buku, maka dari itu smartphone memang tidak terlalu penting bagi santri dibawa ke pesantren kecuali mungkin untuk komunikasi dengan orang tua saja.
Ada yang unik dari Al Masoem, bagi siswa full day mereka diperbolehkan membawa smartphone dengan metode nonaktifkan selama KBM, sedangkan bagi santri dilarang keras membawa smartphone. Boleh di bawa tapi ketika di pesantren wajib di titipkan di wali santri, karena selama di pesantren siswa dilarang membawa smartphone kecuali handphone biasa yang biasa digunakan sebagai alat komunikasi saja.
- Alat elektronik
Alat elektronik seperti Televisi, Radio, Kipas Angin, Smartwatch, Solder dan lain sebagainya dilarang dibawa ke kamar dan ke pondok pesantren. Selain dapat memicu kecemburuan sosial benda benda tersebut juga tidak ada kaitannya dengan media pembelajaran di pesantren. Selain itu keberadaan alat alat elektronik juga tidak sesuai dengan konsep pendidikan di pondok pesantren, maka dari itu hampir setiap pondok pesantren melarang santrinya untuk membawa alat elektronik ke pesantren.
Di Al Masoem jika ada siswa yang membawa alat elektronik terutama solder maka akan langsung disita dan tidak akan dikembalikan lagi, kecuali alat elektronik lain biasanya ketika kepulangan akan langsung diserahkan kepada orang tua santri yang bersangkutan. Dan beritahukan juga bahwa Al Ma’soem melarang santrinya membawa alat alat tersebut.
- Mie Instan
Selain barang ada juga beberapa makanan yang dilarang dibawa ke pondok pesantren salah satunya adalah makanan favorit kita semua yaitu Mie Instan. Baik itu mie instan yang tidak mengandung pengawet ataupun mie instan yang tinggal seduh semua tidak diperbolehkan. Ada beberapa alasan kenapa santri dilarang membawa mie instan selain tidak memiliki nilai gizi yang banyak juga ditakutkan santri malah lebih suka makan mie daripada catering yang disediakan di pesantren terutama pesantren Al Masoem.
Selain itu juga tidak hanya santri yang dilarang mengkonsumsi mie instan, tapi juga semua karyawan Al Masoem dilarang mengkonsumsi mie instan sehingga jangankan mengkonsumsi, di kantin sehat Al Masoem sendiri tidak ada satupun kantin yang menjual mie instan kecuali kantin kolam renang Al Masoem yang terbuka untuk umum. Namun dengan peraturan yang ada, tetap santri yang ke kantin kolam renang tidak akan diberikan ijin untuk mengkonsumsi mie instan.
- Obat obatan
Hal terakhir yang dilarang dibawa ke pesantren adalah obat obatan kecuali obat obatan yang memang sudah ada resep dokternya. Alasannya simpel karena ditakutkan obat yang dibawa malah disalahgunakan santri selama di asrama. Kami juga memiliki TIM khusus terutama bagian kesehatan santri, jika memang santri sakit maka bagian kesehatan ini yang akan memeriksa untuk pertolongan pertama, jika UKS sudah tidak sanggup maka santri akan dirujuk ke klinik putra mandiri Al Masoem yang masih satu komplek dengan Yayasan Al Masoem Bandung, jika klinik sudah tidak sanggup santri juga akan dirujuk ke RS terdekat.
Jangan khawatir jika santri sakit atau memang mengalami insiden selama di sekolah, orang adalah orang pertama yang dikontak oleh wali santri sebagai bahan laporan bahwa putra atau putrinya mengalami insiden di sekolah. Setiap pondok pesantren memang memiliki peraturan tersendiri dalam menertibkan santrinya, baik itu dalam attitude, perbaikan karakter hingga barang yang harus dibawa dan tidak boleh dibawa ke pesantren. Al Masoem memiliki beberapa peraturan seperti yang sudah kami jelaskan di atas, lantas bagaimana dengan pesantren anda?

