Allah subhanhu wata’aala berfirman dalam QS. Ar-Ra’d ayat 24
سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّا رِ
“(sambil mengucapkan), Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu. Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar-Ra’d 13: Ayat 24)
Karena kesabaran di dunia, para penghuni surga disambut malaikat dengan salam kemuliaan
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Dalam ayat ini, disebutkan bahwa para malaikat mendatangi penghuni surga sambil mengucapkan salam, “Semoga kamu aman dari segala hal yang tidak diinginkan dan ditakuti, yang telah merusak orang-orang selain kamu. Keberuntungan ini kamu peroleh berkat kesabaran dan penderitaan yang kamu alami selama menjalani kehidupan di dunia.” Ibnu Jarir ath-thabari dan Ibnu Abi hatim dari Umamah meriwayatkan bahwa Nabi saw semasa hidupnya sering datang ke makam para syuhada pada setiap permulaan tahun. Di sana beliau membaca ayat tersebut. Hal semacam itu dilakukan pula oleh Abu Bakar, Umar, dan Usman r.a.
Ayat ini merupakan lanjutan dari QS. Ar-Ra’d: 23, ketika para penghuni surga didatangi malaikat dari berbagai pintu.
Dari ayat ini ada beberapa pelajaran penting.
1. Kesabaran adalah kunci menuju surga; Malaikat mengatakan: “Bimā shabartum” — karena kesabaran kalian. Ini menunjukkan bahwa surga tidak diraih dengan kemudahan, tetapi dengan kesabaran, yaitu:
– sabar dalam ketaatan kepada Allah,
– sabar menjauhi maksiat,
– sabar menghadapi ujian dan kesulitan hidup.
Kesabaran itulah yang akhirnya dihargai Allah dengan surga.
2. Penghuni surga dimuliakan dengan salam malaikat; Para malaikat menyambut mereka dengan ucapan: “Salāmun ‘alaikum” — Salam sejahtera atas kalian. Ini menunjukkan kemuliaan besar bagi penghuni surga. Jika di dunia manusia kadang tidak dihargai, bahkan sering diremehkan, maka di akhirat para malaikat sendiri yang memuliakan mereka.
3. Kesudahan hidup yang terbaik adalah surga; Allah menutup ayat dengan firman-Nya:
فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ
“Alangkah baiknya tempat kesudahan itu.”
Ayat ini mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan hidup bukanlah:
• kekayaan,
• jabatan,
• popularitas.
Tetapi bagaimana akhir kehidupan kita di sisi Allah.
4. Sabar di dunia, salam di akhirat
Ayat ini menunjukkan hubungan yang sangat indah:
•Sabar di dunia
•Salam dan kemuliaan di akhirat
Seakan-akan ayat ini menyampaikan pesan: “Kesabaran yang berat di dunia akan dibayar dengan kemuliaan di akhirat.”
Inti Tadabur
Pesan utama ayat ini dapat diringkas dalam tiga hal:
1. Kesabaran adalah jalan menuju surga.
2. Penghuni surga dimuliakan oleh para malaikat.
3. Kesuksesan sejati adalah akhir hidup yang baik di sisi Allah.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang sabar dalam ketaatan, sabar menjauhi maksiat, sabar menghadapi ujian dan kesulitan hidup, sehingga pada akhir kehidupan kita mendapatkan salam kemuliaan dari para malaikat dan dikaruniai husnul khatimah.”
رَبِّ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَّأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
Rabbi tawaffanī musliman wa alḥiqnī biṣ-ṣāliḥīn
“Ya Tuhanku, wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.” (QS. Yusuf: 101))