Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Allah subhanahu wata’aala berfirman;
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
جَنّٰتُ عَدْنٍ يَّدْخُلُوْنَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ اٰبَآئِهِمْ وَاَ زْوَا جِهِمْ وَذُرِّيّٰتِهِمْ وَا لْمَلٰٓئِكَةُ يَدْخُلُوْنَ عَلَيْهِمْ مِّنْ كُلِّ بَا بٍ
“(yaitu) surga-surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang saleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya dan anak cucunya, sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;” (QS. Ar-Ra’d 13: Ayat 23)
Orang-orang saleh masuk surga, lalu para malaikat datang dari berbagai pintu untuk memberi salam penghormatan kepada mereka
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Dalam ayat ini, Allah swt menerangkan bahwa yang akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak bukan hanya semata-mata yang memiliki sifat tersebut, melainkan juga orang-orang saleh di antara ibu-ibu dan nenek moyang mereka, demikian pula istri dan keturunan mereka yang terdekat. Mereka ini pun akan turut pula merasakan kebahagiaan dan kesejahteraan itu, selama mereka tidak melakukan hal-hal yang menyebabkan mereka kehilangan hak untuk memperoleh rahmat Allah, misalnya karena kekafiran dan kemusyrikan kepada Allah.
Ayat ini memberikan isyarat bahwa pada hari tersebut tidak berlaku hubungan kekeluargaan sedikit pun kecuali amal saleh masing-masing. Firman Allah:
Apabila sangkakala ditiup, maka tidak ada lagi pertalian keluarga di antara mereka pada hari itu (hari Kiamat), dan tidak (pula) mereka saling bertanya. (al-Muminun/23: 101)
Dalam hubungan ini, Rasulullah saw pernah bersabda kepada putrinya Fatimah az-Zahra sebagai berikut: “Wahai Fatimah putri Muhammad! Mintalah dari hartaku apa yang kau inginkan karena aku sedikit pun tidak akan dapat menolongmu dari azab Allah.” (Riwayat at-Tirmidzi dari Abu Hurairah)
Dalam Al-Quran, Allah telah menegaskan pula sebagai berikut: (yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. (asy-Syuara/26: 88-89)
Orang-orang yang menggunakan akalnya seperti yang tersebut di atas akan ditempatkan Allah kelak dalam surga-Nya. Mereka di sana duduk berhadap-hadapan di atas balai-balai yang indah disertai orang-orang yang mereka cintai, yaitu nenek moyang, kaum keluarga, dan anak-anak mereka, serta orang-orang yang patut masuk surga dari kalangan orang-orang yang saleh, agar hati mereka menjadi senang dan bahagia.
Hal itu merupakan rahmat dan kebaikan Allah swt kepada mereka. Selain itu para malaikat datang kepada mereka dari segala penjuru untuk memberikan ucapan selamat atas keberuntungan yang telah mereka peroleh, yaitu masuk surga. Mereka tinggal dalam rumah yang diliputi kesejahteraan, berdekatan dengan para nabi dan rasul serta orang-orang yang mengakui kebenaran agama Allah.
Orang-orang saleh masuk surga, lalu para malaikat datang dari berbagai pintu untuk memberi salam penghormatan kepada mereka. Ada tiga pesan besar dalam ayat ini:
1. Balasan bagi orang yang saleh adalah surga; Orang yang menjaga iman dan amal saleh akan mendapatkan tempat di surga.
2. Kebahagiaan surga bersifat keluarga; Orang saleh dipertemukan kembali dengan keluarga mereka yang juga saleh:
orang tua, pasangan, dan keturunan.
3. Kemuliaan penghuni surga; Para malaikat datang dari berbagai pintu untuk memberi salam penghormatan kepada mereka. Ayat berikutnya (Ar-Ra’d: 24) menjelaskan salam malaikat itu: “Salamun ‘alaikum bima shabartum…” “Selamat sejahtera atas kalian karena kesabaran kalian.”
Allah memerintahkan orang beriman: “Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” (QS. At-Tahrim: 6). Seorang mukmin tidak hanya memikirkan keselamatan dirinya, tetapi juga bertanggung jawab membimbing keluarganya menuju ketaatan kepada Allah.
Jika usaha menjaga kesalehan itu berhasil, maka Allah menjanjikan balasan yang indah: “Mereka masuk surga ‘Adn bersama orang-orang yang saleh dari orang tua, pasangan, dan keturunan mereka, dan para malaikat masuk menemui mereka dari semua pintu.” (QS. Ar-Ra’d: 23)
“Allah memerintahkan kita menjaga diri dan keluarga dari neraka (At-Tahrim: 6), karena kesalehan keluarga akan mengantarkan mereka berkumpul di surga dan dimuliakan oleh para malaikat (Ar-Ra’d: 23).”
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang mampu menjaga diri dan keluarga dari api neraka, serta mengumpulkan kita bersama keluarga kita yang saleh di dalam surga-Nya.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201)