Baligho siswa berprestasi jpo

6 (Enam) Tips Jitu Menjadi Siswa Berprestasi di Sekolah

Penulis : Rais Istiqomah

Belajar adalah kegiatan yang menyenangkan untuk sebagian siswa dan tidak untuk sebagian lainnya. Belajar adalah bukan suatu tujuan tetapi merupakan proses untuk mencapai tujuan. Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman (Hamalik, 2010) Hal itu dilatarbelakangi oleh minat, bakat, cara belajar dan tujuan dari siswa yang bervariasi. Sehingga muncullah istilah siswa berprestasi.

Siswa berprestasi di kalangan kita selalu diidentikkan dengan nilai raport matematika 90, kimia 90 dan fisika 90. Apakah standarnya harus seperti itu? Tentu tidak. Berprestasi artinya adalah memberikan prestasi atau hasil dari belajarnya dan mengembangkan potensinya. Dan potensi satu orang dengan orang lainnya tidak akan sama, sekalipun bidang yang sama atau mirip, akan tetap berbeda sesuai dengan keunikan dan ciri khas masing masing dan itulah keberagaman individual.

Disinilah kita harus menghargai dan mengapresiasi semua prestasi yang telah diraih siswa yang menjadi siswa didik kita atau bahkan siswa yang ada di sekitar lingkungan kita. Karena kita semua pada mulanya adalah siswa jua pada masanya sebelum memegang profesi di masa sekarang ini.

Prestasi tidak melulu hanya juara kelas, juara olimpiade mata siswaan, atau kejuaraan bersifat  akademik lainnya. Akan tetapi ada pula siswa yang  berprestasi di bidang olahraga yaitu menjadi Atlet olahraga dan fokus menekuninya. Ada pula siswa yang menekuni dunia seni dengan bakat olah vokal dan menjadi penyanyi, seni peran sebagai aktor di pertunjukkan drama atau dunia perfilman, seni melukis atau mural dan jenis seni lainnya. Dan ada pula siswa yang mahir membuat video kreatif dan bidang teknologi lainnya, bahkan siswa yang sudah bisa menekuni bidang bisnis dan membuat business plan yang sukses. Juga ada siswa yang menyenangi keorganisasian Karena jiwa leadership nya tinggi dan mencemplungkan dirinya ke dalam organisasi intra sekolah OSIS atau MPK. Dan juga bagi yang tertarik dengan dunia tulis menulis, akan menulis karya berupa puisi,novel atau karya tulis lainnya sehingga menjadi seorang penulis yang handal.

Oleh karenanya, dengan keberagaman bakat dan minat yang mereka olah dan tekuni membuat mereka mengeksplor potensinya sehingga mampu mengukir prestasi di bidang tersebut di kancah nasional  sampai kancah internasional.

Apakah semua siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk mengembangkan bakat potensinya sehingga akan menjadi siswa berprestasi? Jawabannya tentu iya. Lantas adakah cara atau tips yang bisa diaplikasikan untuk menjadi siswa berprestasi? Dan jawabannya tetap sama, ya tentu ada cara dan tipsnya. Dan berikut tips menjadi siswa berprestasi di sekolah ataupun di asrama :

  • Kenali potensi yang ada dalam diri.

Sekiranya banyak sekali potensi yang dimiliki, fokus pada bakat atau minat yang terbesar. Cara mengenali potensinya? Tentu dengan melihat track record selama ini dan bisa dibantu oleh orang-orang yang ada di sekitar kita. Dan perlu digaris bawahi disini ada yang namanya minat, ada yang namanya bakat. Minat itu kecenderungan keinginan yang besar terhadap sesuatu hal, apakah didasari dengan kemampuannya atau tidak. Dan bakat adalah kemampuan yang diperoleh sejak kecil,bahkan bakat itu muncul secara alamiah dan bakat ini tidak didapat dengan susah payah. Akan tetapi tingkat kehebatan bakat ditentukan dari cara mengatasinya. Dan kita bisa memilih apakah mau mengikuti minat atau bakat? Contoh : menyukai bernyanyi, main badminton dan bakat menggambar. Setelah lebih jauh dikenali ternyata potensi terbesarnya adalah olahraga badminton.

  • Motivasi dalam diri.

Motivasi terbesar adalah dari dalam diri sendiri. Sebelum melangkah lebih jauh, gelorakan semangat dan tumbuhkan motivasinya. Contoh : ingin menjadi atlet badminton professional.

  • Kembangkan bakat atau minatnya.

Perkaya diri dengan semua pengetahuan dan perbanyak mengasah skill yang ada dalam diri. Setelah ditemukan dan diputuskan bakat/minatnya, yuk mulai kita kembangkan. Contoh : mengikuti workshop,webinar, seminar.

  • Berkumpul dengan orang yang mempunyai bakat dan minat yang sama atau dengan komunitasnya.

Bisa sharing, berlatih dan mengupgrade skill diri secara bersama-sama. Contoh di sekolah dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler.

  • Uji skill dengan mengikuti berbagai ajang perlombaan/kejuaraan yang diselenggarakan berbagai lembaga atau mengikuti olimpiade sesuai dengan bakatnya.

Lantas kalau tidak langsung menjadi juara, apakah kita salah mengenali bakat dan minat? Tentu tidak. Karena juara itu dihasilkan oleh orang yang terus menerus berlatih dan belajar tanpa bosan. Karena menuju juara itu seperti pisau yang harus diasah ketajamannya. Ketika belum tajam, terus bersemangat mengasahnya hingga gelar juara digenggam. Mari hargai dan nikmati prosesnya.

  • Pandai mengatur waktu.

Karena tiada kesuksesan tanpa menghargai dan mengatur waktu dengan baik. Sehingga siswa bisa membuat skala prioritas dalam mengerjakan tugas sekolah, tugas harian di rumah meskipun bersekolah di full day dan mampu menjalankan amanah keorganisasian pula. Setelah berhasil melakukan 6 tips di atas, bukan hanya akan menjadi siswa berprestasi tapi menjadi siswa penerima beasiswa prestasi.

Intinya, siswa berprestasi itu bisa diupayakan dan dikembangkan. Tidak ada yang namanya prestasi kecil, bakat kecil atau minat kecil. Semuanya sama besarnya, yang membedakan adalah usaha dalam mengembangkannya sehingga bakat dan minat bisa terus berkembang dan menjadikan siswa berprestasi.