Pembelajaran Pesantren

4 Faktor Penyebab Siswa Betah di Pondok Pesantren

Siapa yang tidak bahagia ketika mengetahui putra putrinya betah berada di pondok pesantren? Tidak ada kabar yang buruk yang diceritakan anak selama di pesantren, tidak ada kata kata ingin cepat pulang karena rindu rumah ketika anak berada di pesantren, tidak ada sedikitpun rasa keluhan dari anak kepada orang tua selama mereka menjalani keseharian santri di pesantren. Selain dapat membuat orang tua nyaman dan tenang juga membuat orang tua lebih percaya diri bahwa anak anaknya bisa menempuh pendidikan dengan baik jika mereka memang betah berada di pesantren.

Sekolah sambil pesantren secara umum merupakan pendidikan berbasis boarding school dimana dalam kurikulumnya terdapat beberapa pembelajaran umum dan juga 100& ilmu pendidikan agama islam. Boarding school atau sekolah berpesantren ini memang menjadi sebuah sekolah yang sangat dikagumi oleh masyarakat, karena selain dapat membentuk anak untuk bisa menjadi siswa yang unggul secara IPTEK juga secara IMTAQ dan juga merupakan sekolah unggulan karena mampu menjadikan sekolah berpesantren tidak identik dengan kesan kumuh dan kesan ketinggalan. Dengan adanya boarding school berbasis agama islam ini juga orang tua jadi bisa lebih mudah mencari sekolah yang bisa memaksimalkan anak dari berbagai sektor tanpa pernah melupakan ilmu agama islam.

Membuat siswa betah di sekolah berpesantren itu membutuhkan beberapa aspek yang harus terpenuhi, diantaranya adalah aspek LB2H yang terdiri dari Loving, Bering, Health and Having dan berikut penjelasannya : 

Loving atau Hubungan sosial dan emosional

Kata Loving disini bukannya menyuruh anak untuk berpacaran, tapi lebih kepada sebuah ikatan sosial dan emosional dari sesama siswa. Bisa disebut juga sebagai sebuah pertemanan yang baik antar siswa. Kenapa ini penting demi menunjang rasa betah siswa di pesantren? Karena kadang hal yang membuat siswa ingin berangkat sekolah dan pesantren karena teman, ketika mereka sedang melaksanakan libur panjang setelah ujian mereka ingin cepat sekolah karena mereka rindu teman. Jangan jauh jauh, pandemi kemarin yang membuat siswa harus sekolah di rumah, yang membuat mereka galau bukan karena mereka tidak bisa sekolah secara normal di meja dan kursi yang nyata, tapi karena mereka tidak bisa bertemu dengan teman teman mereka secara langsung. Hubungan sosial dan emosional seperti ini yang menjadi faktor utama betah tidaknya siswa untuk sekolah. Maka dari itu, jika siswa tidak betah di pesantren bisa jadi karena faktor kurang mampunya siswa untuk membangun hubungan dengan orang lain.

Being atau Pemenuhan diri

Pemenuhan diri berdasar pada berbagai macam kebutuhan seseorang yang dapat dilihat secara hierarkis. Menurut Maslow ada 5 macam kebutuhan manusia secara umum yaitu kebutuhan fisiologis, rasa aman, kepemilikan sosial, penghargaan diri, dan aktualisasi diri. Contoh pemenuhan diri yang harus dimiliki siswa adalah rasa syukur dengan apa yang dimiliki seorang siswa karena bisa bersekolah disekolah yang mungkin tidak semua orang bisa masuk ke dalamnya. Bentuk seperti ini yang kadang tidak dimiliki siswa karena beberapa hal, seperti lingkungan yang ternyata kurang nyaman, lingkungan yang tidak terawat, teman yang tidak bisa mengerti anda dan berbagai macam hal lainnya. Namun meski begitu pemenuhan diri. Hal yang berhubungan dengan pangan juga menjadi salah satu alasan untuk pemenuhan diri, tapi jika anda memang berminat menuntut ilmu di sekolah pesantren anda jangan khawatir jika pemenuhan diri anda akan berkurang, justru sebaliknya disini fasilitas yang anda inginkan akan bisa anda dapatkan secara maksimal meskipun ada beberapa hal yang akan mengikat anda yaitu peraturan pesantren.

Having atau Lingkungan pendidikan

Kondisi atau lingkungan lembaga pendidikan juga menjadi salah satu hal yang menjadi nilai utama bagaimana siswa bisa betah berada di pesantren. Bayangkan jika lingkungan sekolah atau pesantren merupakan lingkungan yang kurang layak, fasilitas yang tidak terawat, lingkungan pendidikan yang kumuh, tempat belajar tidak nyaman, fasilitas yang tidak mendukung potensi siswa dan kurikulum pesantren yang apa adanya, siswa pasti tidak akan pernah bisa betah berada di pesantren. Ingat, anak berpesantren itu butuh waktu 3 tahun lebih, jika anak tidak mencintai lingkungan pendidikannya, waktu itu akan terasa sangat lama begitu juga sebaliknya jika lingkungan pendidikan mendukung, siswa akan senang berlama lama berada di pesantren dan bahkan siswa jarang ingin pulang ke rumah.

Health atau kesehatan siswa

Health menjadi faktor terakhir yang menjadi bukti bahwa siswa akan betah di pesantren. health ini meliputi kesehatan siswa secara fisik dan mental, juga berkaitan dengan fasilitas kesehatan siswa selama di pesantren. Seperti tersedianya UKS, Klinik Siswa, Mobil Fasilitas kesehatan seperti ambulance pribadi (milik pesantren), dan fasilitas kesehatan lainnya yang membuat siswa merasa nyaman dan aman berada di lingkungan pesantren. Di pesantren Al Masoem, siswa diberikan sebuah fasilitas kesehatan khusus seperti klinik hingga dokter gigi. Selain itu juga kami memiliki petugas khusus untuk mengurut siswa jika terkilir dan kami juga memiliki ambulance khusus jika memang siswa tersebut mengalami insiden yang memang sudah tidak bisa ditangani oleh klinik Al Masoem. Selain itu juga karena lokasi kami yang sangat strategis membuat kami bisa lebih mudah merekomendasikan siswa yang mendapatkan trouble untuk bisa direkomendasikan ke rumah sakit terdekat.