Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Meningkatkan kecerdasan anak tidak hanya dengan menyekolahkan anak ke sekolah terbaik, dengan segala fasilitas yang mumpuni yang bisa menjadi wadah bagi minat dan bakat anak. Tapi dengan memilih kegiatan diluar sekolah pun dapat meningkatkan kecerdasan anak. Salah satu kegiatan positif yang bisa anak ikuti di luar pelajaran sekolah adalah kegiatan ekstrakurikuler sekolah.
Kegiatan ekstrakurikuler sekolah dapat meningkatkan kecerdasan alami anak, selain itu juga ekstrakurikuler sekolah ini juga dapat mengembangkan bakat dan mewadahi minat serta keinginan anak akan suatu kegiatan diluar sekolah. Tentu saja ekstrakurikuler ini juga dapat membuat anak menjadi anak yang berprestasi di sekolah.
Baca juga : Pentingnya Ekstrakurikuler Sekolah bagi Siswa
Namun terkadang orang tua selalu mengalami kendala dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler untuk anak, bisa jadi ekstrakurikuler yang dipilih adalah ekstrakurikuler yang memang tidak diminati oleh anak. Lantas bagaimana cara agar orang tua tidak keliru dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler untuk anaknya? berikut tips memilih kegiatan ekstrakurikuler untuk anak :
Hal utama yang harus orang tua lakukan adalah membuka komunikasi dengan anak, apa yang mereka minati dan apa yang mereka inginkan? olahraga apa yang mereka sukai dan apa yang mereka ingin capai. Jika komunikasi tidak berhasil mendapatkan jawaban yang sesuai, orang tua juga bisa meminta pihak konselor atau psikolog untuk membantu memecahkan masalah ini. Apa lagi anak tingkat SD dan SMP yang masih bingung akan menjadi apa memang perlu bimbingan yang lebih banyak lagi, jangan sampai orang tua memaksakan anak sesuai dengan keinginan orang tua.
Baca juga : Ekstrakurikuler Sekolah Favorit Siswa yang bisa anda ikuti
Memilih ekstrakurikuler terbaik memang bagus tapi tetap orang tua harus berfikir secara luas apakah ekstrakurikuler terbaik di sekolah tersebut sudah sesuai dengan minat anak? Jika tidak lebih baik jangan memaksakan anak untuk ikut ekstrakurikuler tersebut, tapi lebih baik rekomendasikan anak untuk ikut ekstrakurikuler sesuai dengan peminatan mereka, karena dengan begitu. Kegiatan ekstrakurikuler akan terasa lebih menyenangkan bagi anak dan potensi anak bisa semakin terasah.
Kegiatan Ekstrakurikuler itu berbeda dengan Intrakurikuler dan Kokurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler itu lebih ke pelajaran tambahan bagi siswa agar siswa dapat mengembangkan minat dan bakatnya. Diluar itu juga disekolah umum siswa selalu berperan pasif di setiap pelajaran umum, maka sebisa mungkin untuk memilih ekstrakurikuler untuk anak sebaiknya ekstrakurikuler yang lebih mengedepankan praktek, agar siswa dapat berperan aktif dalam mengembangkan kreativitas serta minat dan bakatnya tersebut.
Baca juga : Perbedaan Ekstrakurikuler, Intrakurikuler dan Kokurikuler
Memang bagus jika orang tua berpikiran bahwa dengan memasukan anak ke ekstrakurikuler akademis maka anak bisa dibantu dalam pelajaran yang nilainya kurang maksimal. Tapi justru juga itu bisa menjadi pedang bermata dua. Setelah seharian penuh anak belajar akademis setiap harinya ditambah lagi kegiatan ekstrakurikuler yang harusnya bisa menjadi tempat anak menyalurkan skill lainnya malah disuruh untuk mengikuti ekstrakurikuler akademis lagi bisa bisa anak akan keteteran dan jenuh dengan semua pelajaran yang ada. Alangkah baiknya orang tua bijaksana dalam merekomendasikan ekstrakurikuler kepada anaknya, agar anak tidak jenuh karena sehari penuh harus tetap belajar dan belajar.
Tips terakhir adalah berikan kesempatan kepada anak untuk mencoba terlebih dahulu ekstrakurikuler yang ada. Pada dasarnya setiap sekolah selalu memberikan jeda waktu dari 3 – 6 bulan untuk berpindah dari 1 ekstrakurikuler ke ekstrakurikuler lainnya. Maka dari waktu 3 – 6 itu orang tua dapat menilai, apakah ekstrakurikuler yang diikuti anak sudah sesuai dan sudah bisa meningkatkan perkembangan otak dan psikologisnya? jika tidak dan anak bahkan menjadi tidak bersemangat sekolah, lebih baik rekomendasikan anak untuk berganti ekstrakurikuler yang lebih mereka minati. Jika masih belum menemukan solusi juga, orang tua bisa berkomunikasi dengan pihak konselor sekolah untuk mencari jalan keluar terbaik bagi orang tua.