Dampak Kesehatan Mental Anak Akibat Bullying Di Sekolah

SMP Al Ma’soem, Sekolah Pengusaha Islam Di Indonesia

Sekolah menengah pertama atau disingkat SMP merupakan tahap pendidikan yang ada di beberapa negara termasuk Indonesia, SMP ini merupakan tingkatan menengah pertama setelah sekolah dasar. Pada dasarnya ada beberapa perbedaan pemfokusan siswa, dimana dalam tingkatan ini pendidikan karakter siswa menjadi nilai utama yang harus dimiliki sekolah agar perbaikan moral siswa selama di sekolah dasar bisa dipertahankan.

Selain itu ada beberapa hal yang memang harus ditingkatkan lagi dalam pendidikan tingkat menengah pertama ini salah satunya adalah peningkatan hafalan Al Qur’an dan juga program pemfokusan siswa untuk mencari dirinya sendiri.

SMP Al Masoem merupakan sekolah menengah pertama di Kabupaten Sumedang, tepatnya di perbatasan Kabupaten Bandung dan Sumedang. memiliki lokasi yang strategis membuat orang tua akan mudah untuk melakukan kunjungan atau hanya sekedar menengok putra putrinya yang berada di Boarding School Al Masoem.

SMP Al Masoem merupakan sekolah yang didirikan oleh pengusaha islam di Indonesia, tepatnya didirikan pada tahun 1988 dengan ijin pendirian dari Kantor Wilayah Jawa Barat Nomor 243/102/Kep/E/1988.

SMP Al Masoem sendiri memiliki beberapa kelebihan dan ciri khas yang mungkin hanya dimiliki oleh SMP Al Masoem diantaranya adalah Sebagai berikut :

 Pengorganisasian Penerimaan Calon Siswa

  • Membentuk kepanitian penerimaan calon siswa/mahasiswa yang bertanggung jawab pada promosi, pelaksanaan penerimaan calon siswa/mahasiswa, dan laporan akhir kegiatan.
  • Pendaftaran setiap tahun dimulai pada bulan Agustus
  • Memberikan fasilitas biaya lebih murah jika mendaftar lebih awal
  • Mensyaratkan untuk membaca dua kalimah syahadat dan tes akhlak melalui wawancara
  • Calon siswa tidak bertato atau ada bekas tindik

Proses Belajar Mengajar Sesuai Jadwal dan Efektif

  • Tidak ada jam kosong atau pergeseran jam pelajaran. Untuk itu disiapkan beberapa orang guru yang bertanggung jawab mengganti jika terjadi kekosongan jam pelajaran.
  • Tidak diberlakukan pelajaran teori olahraga. Siswa memilih cabang olah raga yang diminati dan praktik langsung di lapangan.
  • KBM mata pelajaran sejarah, PKn, Bhs.Sunda dan KTK dilakukan dengan sistem tutorial mata pelajaran tersebut dilakukan di luar KBM reguler.
  • Masuk dan pulang bersamaan.
  • Setelah ujian tengah semester dan akhir semester (kecuali semester genap) langsung belajar untuk materi selanjutnya, sehingga tidak ada hari “ngambang” menjelang pembagian raport.
  • Tidak diperbolehkan menggunakan waktu istirahat untuk KBM dan evaluasi

Suasana Kondusif untuk Lancarnya Kegiatan Belajar Mengajar

  • Gedung milik sendiri.
  • Fasilitas perpustakaan, lab IPA, komputer, Internet, dan Bahasa.
  • Fasilitas pendukung KBM lengkap dan representatif.
  • Menciptakan kampus yang teratur, bersih, dan asri.
  • Guru pengajar berpendidikan S1 dan S2 serta bersertifikat.
  • Siswa diizinkan menata dan mendekorasi kelasnya sesuai aturan yang berlaku.
  • Pemanggilan guru dan siswa hanya boleh dilakukan saat pergantian pelajaran.