Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَ مِنْهُمْ اُمِّيُّوْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ الْكِتٰبَ اِلَّاۤ اَمَا نِيَّ وَاِ نْ هُمْ اِلَّا يَظُنُّوْنَ
“Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak memahami Kitab (Taurat) kecuali hanya berangan-angan dan mereka hanya menduga-duga.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 78)
فَوَيْلٌ لِّلَّذِيْنَ يَكْتُبُوْنَ الْكِتٰبَ بِاَ يْدِيْهِمْ ثُمَّ يَقُوْلُوْنَ هٰذَا مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ لِيَشْتَرُوْا بِهٖ ثَمَنًا قَلِيْلًا ۗ فَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا کَتَبَتْ اَيْدِيْهِمْ وَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا يَكْسِبُوْنَ
“Maka celakalah orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka (sendiri) kemudian berkata, ini dari Allah, (dengan maksud) untuk menjualnya dengan harga murah. Maka celakalah mereka karena tulisan tangan mereka dan celakalah mereka karena apa yang mereka perbuat.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 79)
Setelah kelakuan kelompok cendekia dan tokoh agama yahudi dijelaskan pada ayat-ayat sebelumnya, ayat-ayat berikut menjelaskan kelompok lain di kalangan bani Israil, yaitu bahwa di antara mereka ada yang buta huruf, tidak bisa membaca dan menulis, atau bodoh dan keras hati, tidak memahami makna dan pesan kitab taurat dengan pemahaman yang penuh penghayatan, kecuali hanya berangan-angan berupa kebohongan yang disajikan oleh pemuka agama mereka dan dikatakan sebagai kebenaran, dan mereka hanya menduga-duga, sebab kalaupun mereka membacanya, itu tidak dilakukan dengan disertai pemahaman yang mendalam.
Akibat perbuatan itu, maka celakalah dan binasalah orang-orang yahudi dan yang selain mereka yang menulis kitab taurat atau lainnya dengan tangan mereka sendiri, kemudian berkata dengan penuh kebohongan, ini adalah kitab suci yang datang dari Allah. Mereka melakukan itu dengan maksud untuk menjualnya dengan harga murah, yaitu kesenangan dunia yang murah dengan cara menukar yang murah itu dengan sesuatu yang mahal, yaitu kebenaran. Maka celakalah mereka akibat perkataan dusta mereka tentang Allah, karena tulisan tangan mereka itu penuh kebohongan, penyelewengan, dan penyimpangan, dan celakalah mereka karena apa, yakni kebohongan, yang mereka perbuat dengan memalsukan dan mengubah ayat untuk kepentingan dan keuntungan sesaat, dan celakalah mereka karena harta yang mereka peroleh dari perbuatan mereka itu.
Pendeta Buhaira adalah salah satu contoh bagaimana Ahlul Kitab sudah banyak mendapatkan informasi dari Taurat dan Injil tentang kedatangan Nabi yang terakhir. Al Quran mengatakan bahkan mereka sudah mengenal Nabi yang terakhir itu sebelum beliau diutus seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri.
Allah SWT berfirman:
ٱلَّذِينَ ءَاتَيۡنَٰهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ يَعۡرِفُونَهُۥ كَمَا يَعۡرِفُونَ أَبۡنَآءَهُمۡۖ وَإِنَّ فَرِيقٗا مِّنۡهُمۡ لَيَكۡتُمُونَ ٱلۡحَقَّ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ
“Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.“ (Q.S. Al-Baqarah 2: 146)
Hal yang sama diungkapkan juga dalam Surat Al-An’am ayat 20. Di antara pendeta Yahudi dan Nasrani yang mengetahui berita dan sifat-sifat Nabi terakhir yang akan diutus setelah Nabi Isa AS itu ada yang beriman, seperti Abdullah ibn Salam. Ada pula yang menyembunyikan informasi itu seperti yang disebutkan dalam ayat di atas, bahkan ada yang malah mengubahnya.
Betapapun mereka berusaha menyembunyikan berita tentang kedatangan Nabi yang terakhir itu, tetapi sampai sekarang masih tercantum dalam Kitab Perjanjian Lama beberapa teks keagamaan yang tidak sempat mereka ubah atau tidak mereka sadari, sehingga tetap tercantum yang menunjukkan kenabian dan kerasulan beliau. Misalnya, dalam Perjanjian Lama Kitab Ulangan 33:2 disebutkan “Tuhan telah datang dari Torsina dan telah terbit bagi mereka dari Seir dan kelihatan ia dengan gemerlapan cahaya-Nya dari gunung Paran”.
Teks ini sebagai berbicara tentang kedatangan Islam yang berpancar dari Makkah. Gunung Paran menurut Kitab Perjanjian Lama, Kitab Kejadian 21:21 adalah tempat putra Ibrahim, yakni Nabi Ismail bersama ibunya Hajar, memperoleh air (Zam-Zam).
Dengan demikian, yang tercantum dalam Kitab Ulangan di atas mengisyaratkan tiga tempat terpancarnya ajaran Allah yang dibawa oleh tiga orang nabi, yaitu Tursina, tempat Nabi Ismail dan ibunya Hajar mendapatkan air Zam-Zam. Siapakah nabi yang datang dari Paran membawa ajaran Ilahi itu? Adakah selain Nabi Muhammad SAW? Kesaksian sejarah membuktikan hanya Nabi Muhammad saw sendiri. (Tafsir Al-Misbah: Jilid 1, 331).
Ternyata dalam Quran banyak sekali tentang ayat, yang menyebutkan bahwa Yahudi dan Nasrani mengetahui akan kedatangan Nabi Muhammad SAW, tapi mereka menyembunyikannya terutama para pendetanya.
Islamlah agama yang paling benar…
“Barang siapa mencari agama selain Islam maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Al-Imran 85).
Semoga Allah hidup dan matikan kita di atas Islam