Yahudi dan Nashrani Menghendaki Umat Islam Menyimpang dari Jalan yang Benar

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

اَلَمْ  تَرَ  اِلَى  الَّذِيْنَ  اُوْتُوْا  نَصِيْبًا  مِّنَ  الْكِتٰبِ  يَشْتَرُوْنَ  الضَّلٰلَةَ  وَيُرِ يْدُوْنَ  اَنْ  تَضِلُّوا  السَّبِيْلَ

“Tidakkah kamu memperhatikan orang yang telah diberi bagian Kitab (Taurat)? Mereka membeli kesesatan dan mereka menghendaki agar kamu tersesat (menyimpang) dari jalan (yang benar).”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 44)

Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat An-Nisa Ayat 44

Tidakkah kamu memperhatikan dengan saksama orang yang telah diberi bagian kitab taurat’ mereka membeli kesesatan dan mereka menghendaki agar kamu tersesat menyimpang dari jalan yang benar.

Menghendaki tersesat dan menyimpang dari jalan yang benar

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS Al-Baqarah [2]: 120).

Pada ayat 120 ini Allah SWT memberitahukan kepada Rasul-Nya dan umat yang mengikutinya, bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah ridha kepada mereka sampai orang-orang muslim mengikuti agama Yahudi atau Nasrani.

Pada ayat ini disebutkan larangan agar tidak mengikuti mereka (Yahudi dan Nasrani), kemudian Allah SWT memerintahkan rasul-Nya agar memberitahukan umatnya bahwa hidayah yang sesungguhnya adalah hidayah milik Allah, yaitu agama Islam dan bukan agama Yahudi atau Nasrani.

Karena dua agama sudah penuh dengan ajaran melenceng yang dibuat-buat oleh para rahib dan pendeta yang tamak lagi mengikuti hawa nafsunya. Lantas Allah SWT memperingatkan Rasul dan hamba-Nya agar tidak mengikuti orang-orang Yahudi dan Nasrani setelah datangnya ilmu dan kenikmatan yang sempurna, yaitu agama Islam. Allah SWT berfirman:

وَلَئِنِ ٱتَّبَعْتَ أَهْوَآءَهُم بَعْدَ ٱلَّذِى جَآءَكَ مِنَ ٱلْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِىٍّ وَلَا نَصِيرٍ

“Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS Al Baqarah ayat 120).

Pelajaran:

  1. Kaum Muslimin tidak akan pernah mendapatkan keridhaan dari Yahudi dan Nasrani, kecuali mau kafir terhadap agama Islam dan mengikuti agama mereka yang batil. Hal ini tidak boleh dilakukan seorang Muslim, oleh karena itu meminta keridhaan Yahudi dan Nasrani hukumnya haram untuk selamanya.
  2. Tidak ada agama yang benar kecuali agama Islam. Maka tidak selayaknya untuk mencari agama selain Islam walau hanya satu kali pun.
  3. Barangsiapa yang berwala’ (berloyalitas) terhadap Yahudi dan Nasrani dengan mengikuti kebatilan mereka, akan kehilangan loyalitas dari Allah dan tidak akan mendapat pertolongan dari-Nya

Sementara itu, Syekh Muhammad bin Shalih Asy-Syawi, dalam kitab tafsirnya An-Nafahat Al-Makkiyah, menjelaskan Alla SWT mengabarkan kepada Rasul-Nya bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka, karena mereka adalah penyeru-penyeru kepada agama yang mereka anut yang mereka anggap sebagai petunjuk, maka katakanlah kepada mereka:

“Sesungguhnya petunjuk Allah “ yang kamu (Muhammad) diutus dengannya, “itulah petunjuk (yang benar).” sedangkan apa yang kalian anut hanyalah hawa nafsu belaka, dengan dalil firman Allah: “Dan sungguh jika kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”

Larangan yang keras untuk mengikuti hawa nafsu orang-orang Yahudi dan Nasrani dan larangan menyerupai mereka dalam perkara yang menjadi kekhususan agama mereka. Perkataan ini walaupun ditujukan kepada Rasulullah, namun umat beliau juga termasuk di dalamnya, karena yang dijadikan pedoman adalah keumuman lafazh, bukan kekhususan sebabnya.

Doa Rossululloh supaya diberi keteguhan hati dalam Islam

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“Ya Muqallibal qulubi tsabbit qalbi ‘ala dinika.”

Artinya: Wahai Dzat yang membolak-balikan hati, teguhkanlah hatiku berada di atas agamamu