Upaya agar Islam tidak Hilang; Menjaga Keluarga untuk Istiqomah dalam Islam

Allah Subhanahuwata’ala berfirman;
وَقَا لَ  الْمَلَاُ  الَّذِيْنَ  كَفَرُوْا  مِنْ  قَوْمِهٖ  لَئِنِ  اتَّبَعْتُمْ  شُعَيْبًا  اِنَّكُمْ  اِذًا  لَّخٰسِرُوْنَ

“Dan pemuka-pemuka dari kaumnya (Syu’aib) yang kafir berkata (kepada sesamanya), Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu’aib, tentu kamu menjadi orang-orang yang rugi.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 90)

Tidak bisa menghentikan dakwahnya nabi Syu’aib, dialihkan kepada pengikutnya untuk berhenti mengikuti Syu’aib.

Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-A’raf Ayat 90; Para pemuka kaum nabi syuaib merasa putus asa menundukkan syuaib dan pengikutnya yang tetap teguh pada agama mereka. Mereka merasa cemas pengikut nabi syuaib akan semakin banyak melihat kekuatan dan ketegarannya dalam berdakwah. Karena itu, pemuka pemuka dari kaumnya yang kafir beralih kepada pengikut mereka, mengancam mereka dengan berkata, sesungguhnya jika kamu mengikuti syuaib, beriman kepadanya dan meninggalkan ajaran dan tradisi leluhur kamu, tentu kamu menjadi orang-orang yang rugi, karena mengikuti agama yang salah, yang belum pernah diikuti oleh leluhur kalian.

Tak berselang lama, lalu datanglah gempa yang dahsyat menimpa mereka, sebagai bentuk siksa Allah yang pantas mereka terima, dan mereka pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka.

Strategi musryk dan setan tidak berhasil menghentikan kebaikan yang bersangkutan, usaha berikutnya ke kerabatnya atau pengikutnya. Dakwah mengajak kebaikan harus bergulir terus, Islam adalah umat terbaik kalau didalamnya ada yang mengajak ke kebaikan dan mencegah kemungkaran

كُنْتُمْ  خَيْرَ  اُمَّةٍ  اُخْرِجَتْ  لِلنَّا سِ  تَأْمُرُوْنَ  بِا لْمَعْرُوْفِ  وَتَنْهَوْنَ  عَنِ  الْمُنْكَرِ  وَتُؤْمِنُوْنَ  بِا للّٰهِ  ۗ وَلَوْ  اٰمَنَ  اَهْلُ  الْكِتٰبِ  لَكَا نَ  خَيْرًا  لَّهُمْ  ۗ مِنْهُمُ  الْمُؤْمِنُوْنَ  وَاَ كْثَرُهُمُ  الْفٰسِقُوْنَ

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 110)

Usaha-usaha supaya Islam tidak hilang dari kuka bumi ;

1. Menjaga keluarga untuk teguh pendirian dalam Islam.

يٰۤاَ يُّهَا  الَّذِيْنَ  اٰمَنُوْا  قُوْۤا  اَنْفُسَكُمْ  وَاَ هْلِيْكُمْ  نَا رًا  وَّقُوْدُهَا  النَّا سُ  وَا لْحِجَا رَةُ  عَلَيْهَا  مَلٰٓئِكَةٌ  غِلَا ظٌ  شِدَا دٌ  لَّا  يَعْصُوْنَ  اللّٰهَ  مَاۤ  اَمَرَهُمْ  وَيَفْعَلُوْنَ  مَا  يُؤْمَرُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim 66: Ayat 6)

2. Selalu berada pada lingkungan yang baik bersama orang orang yang benar.

يٰۤـاَيُّهَا  الَّذِيْنَ  اٰمَنُوا  اتَّقُوا  اللّٰهَ  وَكُوْنُوْا  مَعَ  الصّٰدِقِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 119)

Dalam sebuah hadis dari Sahih al-Bukhari, Rasulullah Muhammad SAW bersabda: “Seseorang itu akan mengikuti agama temannya, oleh karena itu hendaklah salah seorang di antara kalian memperhatikan siapa yang diajaknya berteman.”

Kedua rujukan ini menyoroti pentingnya, membina keluarga dan memilih lingkungan yang baik dan berusaha untuk menjauhi lingkungan yang buruk untuk menjaga keimanannya dan keluarganya dari potensi pengaruh negatif.

“Ya Allah antarkanlah aku kepada orang yang dapat mengantarkan aku kepada-Mu, kumpulkanlah aku dengan orang yang dapat mengumpulkan aku dengan-Mu, dan mudahkanlah amalan shaleh yang menjadikanku dekat kepada-Mu. Aamiin