Tadabburi dari QS Hud 102; Setiap Zaman Punya “Fir’aun”-nya Sendiri

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَكَذٰلِكَ  اَخْذُ  رَبِّكَ  اِذَاۤ  اَخَذَ  الْقُرٰ ى  وَهِيَ  ظَا لِمَةٌ  ۗ اِنَّ  اَخْذَهٗۤ  اَلِيْمٌ  شَدِيْدٌ

“Dan begitulah siksa Tuhanmu apabila Dia menyiksa (penduduk) negeri-negeri yang berbuat zalim. Sungguh, siksa-Nya sangat pedih, sangat berat.” (QS. Hud 11: Ayat 102).

Sesungguhnya azab Allah itu sangat pedih, terutama bagi orang-orang yang zalim

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Pada ayat ini, Allah swt menerangkan bahwa azab yang ditimpakan kepada negeri-negeri kaum Nuh, kaum ad dan kaum Tsamud itu juga akan ditimpakan kepada semua negeri yang penduduknya tetap bersifat dan selalu berbuat kerusakan di muka bumi ini. Tidak ada suatu kaum pun yang akan luput dan terhindar daripadanya apabila Allah swt telah menghendakinya. Sabda Nabi Muhammad saw:
Sesungguhnya Allah swt menangguhkan siksaan bagi orang-orang yang zalim sehingga apabila Dia mengazabnya Dia tidak akan meluputkannya. (Riwayat Ahmad, al-Bukhari, Muslim dan at-Tirmidzi dari Abu Musa al-Asyari)
Sesungguhnya azab Allah itu sangat pedih.

Uraian di atas dapat dijadikan pelajaran terutama bagi orang-orang yang zalim, supaya mereka sadar dan menginsafi perbuatannya yang jahat itu. Tidak ada suatu usaha dan kekuatan bagaimanapun hebatnya yang dapat menghalangi atau membendung azab Allah yang akan ditimpakan-Nya kepada suatu negeri atau suatu kaum. Firman Allah swt:
Dan tidakkah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul)? Orang-orang itu lebih kuat dari mereka (sendiri) dan mereka telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya melebihi apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang jelas. Maka Allah sama sekali tidak berlaku zalim kepada mereka, tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri mereka sendiri. (ar-Rum/30: 9)

Ayat ini menegaskan kepastian dan kerasnya hukuman Allah terhadap siapa pun yang melampaui batas dan tidak mau mengambil pelajaran dari umat-umat sebelumnya.

Yang Bisa Ditadabburi dari Hud 102

1. Kezaliman pasti berakhir dengan kehancuran.
Tidak ada kekuasaan, kejayaan, atau peradaban yang bisa bertahan bila dibangun di atas kezaliman dan kesombongan.

2. Azab Allah datang setelah peringatan yang cukup.
Allah tidak menimpakan hukuman secara tiba-tiba; Dia mengutus rasul, memberi waktu, dan membuka pintu taubat.

3. Keadilan Allah sempurna.
Azab bukan karena murka semata, tetapi bagian dari keadilan-Nya agar kebatilan tidak terus berjaya.

4. Umat beriman perlu waspada terhadap bentuk-bentuk kezaliman kecil.
Seperti meremehkan kebenaran, menipu, atau tidak berlaku adil, memakan hak atau harta orang lain, karena semuanya bisa menjadi sebab datangnya murka Allah.

5. Setiap zaman punya “Fir’aun”-nya sendiri.
Maka ayat ini mengajak kita mengenali dan menjauhi pola-pola kezaliman, baik individu maupun rezim atau kelompok.

Doa supaya tidak dizalimi dan menzalimi ;

اللهم إنا نعوذ بك من الظلم ومن أن نكون من الظالمين

Allahumma inna na‘ūdzu bika minaẓ-ẓulmi wa min an nakūna minaẓ-ẓālimīn

Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari perbuatan zalim dan dari menjadi bagian orang-orang yang zalim.