Tabiat Orang Kafir Susah Diberi Peringatan kepada Jalan Hidayah

سْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ

‎ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

‎سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ.

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَمَثَلُ  الَّذِيْنَ  کَفَرُوْا  كَمَثَلِ  الَّذِيْ  يَنْعِقُ  بِمَا  لَا  يَسْمَعُ  اِلَّا  دُعَآءً  وَّنِدَآءً   ۗ صُمٌّۢ  بُكْمٌ  عُمْـيٌ  فَهُمْ  لَا  يَعْقِلُوْنَ
“Dan perumpamaan bagi (penyeru) orang yang kafir adalah seperti (penggembala) yang meneriaki (binatang) yang tidak mendengar selain panggilan dan teriakan. (Mereka) tuli, bisu, dan buta, maka mereka tidak mengerti.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 171)

Allah SWT mengungkap tabiat orang kafir yang (bebal) susah diberi peringatan kepada jalan hidayah. Ungkapan ini diabadikan dalam surah Al-Baqarah ayat 6

اِنَّ  الَّذِيْنَ  كَفَرُوْا  سَوَآءٌ  عَلَيْهِمْ  ءَاَنْذَرْتَهُمْ  اَمْ  لَمْ  تُنْذِرْهُمْ  لَا  يُؤْمِنُوْنَ
“Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, engkau (Muhammad) beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 6)

Diberi peringatan atau tidak diberi peringatan, mereka tetap tidak akan mau beriman kepada Alquran yang engkau datangkan kepada mereka.

Makna ayat ini semisal dengan ayat lain-nya, yaitu firman-Nya surah Yunus : 96-97):

Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat (azab) Tuhanmu tidaklah mereka akan beriman, meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih.

Nabi Muhammad SAW tidak perlu berdukacita terhadap mereka, hal tersebut bukan urusanmu.

“Sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedangkan Kamilah yang menghisab amalan mereka. (Ar-Ra’d: 40)

”Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan, dan Allah pemelihara segala sesuatu. (Hud: 12)

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan? yaitu neraka Jahannam; mereka masuk ke dalamnya. (Ibrahim: 28-29)

Mereka mendengar panggilan dan ajakan, tetapi mereka tidak memahami maksud dan manfaatnya, sehingga mereka memilih mempertahankan tradisi nenek moyang mereka. Hal itu karena telinga mereka tuli tidak berfungsi untuk mendengarkan nasihat dan bimbingan, mulut mereka bisu tidak bisa difungsikan untuk bertanya dan berbicara kebenaran, dan mata mereka buta tidak dapat melihat tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah yang tersebar di alam nyata, maka mereka tidak mengerti dan tidak menyadari kalau sudah melakukan kesalahan yang besar, yaitu mengikuti tradisi nenek moyang yang keliru padahal telah datang ajaran kebenaran yang dibawa oleh para rasul Allah SWT.

Kondisi terburuk bukan hanya untuk kafir saja, kafir itu tertutup dari hidayah Allah SWT, untuk yang mengaku Islam juga, diberi peringatan atau tidak diberi peringatan, tidak mau mendengar nasihat dan bimbingan, mulut mereka bisu tidak bisa difungsikan untuk bertanya dan berbicara kebenaran, dan mata mereka buta tidak dapat melihat tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah SWT.

Semoga kita tidak termasuk kelompok orang yang tidak mau mendengar nasihat, tidak mau bertanya dan berbicara kebenaran, dan tidak mau melihat tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah SWT.