Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَ اِذْ يُرِ يْكُمُوْهُمْ اِذِ الْتَقَيْتُمْ فِيْۤ اَعْيُنِكُمْ قَلِيْلًا وَّيُقَلِّلُكُمْ فِيْۤ اَعْيُنِهِمْ لِيَـقْضِيَ اللّٰهُ اَمْرًا كَا نَ مَفْعُوْلًا ۗ وَاِ لَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُ مُوْرُ
“Dan ketika Allah memperlihatkan mereka kepadamu, ketika kamu berjumpa dengan mereka berjumlah sedikit menurut penglihatan matamu dan kamu diperlihatkan-Nya berjumlah sedikit menurut penglihatan mereka, itu karena Allah berkehendak melaksanakan suatu urusan yang harus dilaksanakan. Hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan.” (QS. Al-Anfal 8: Ayat 44)
Keyakinan akan janji Allah bahwa mereka akan mencapai kemenangan dan akan dibantu oleh malaikat
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Dalam ayat ini Allah memerintahkan Nabi agar mensyukuri nikmat-Nya, ketika Dia menampakkan musuh dalam jumlah yang sedikit pada penglihatan Nabi dan para sahabat, demikian pula Allah menampakkan jumlah tentara kaum Muslimin sedikit pada penglihatan mata musuhnya, agar kedua belah pihak maju perang dengan harapan dapat mencapai kemenangan. Kaum Muslimin berperang dengan penuh semangat karena hatinya penuh dengan keimanan dan kepercayaan atas janji Allah bahwa mereka akan mencapai kemenangan dan akan dibantu oleh malaikat. Orang-orang kafir maju ke depan karena terdorong oleh perasaan sombong dan menipu diri sendiri, sehingga Abu Jahal berkata, “Jumlah tentara Muhammad sedikit, cukup diberi makan dengan seekor unta saja.” Karena masing-masing golongan mempunyai harapan untuk menang, maka terjadilah pertempuran sengit yang berakhir sesuai dengan ketentuan Allah yaitu kemenangan di pihak kaum Muslimin
Agar Allah SWT membantu memenuhi keinginan atau hajat kita;
Dengan berdoa, berusaha, dan menjaga hubungan yang baik dengan Allah SWT, insyaAllah keinginan kita akan lebih mudah dipenuhi oleh-Nya, sesuai dengan waktu dan cara yang terbaik menurut kehendak-Nya.
Doa Memohon Kesembuhan dan Kemudahan:
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا
Allāhumma rabban-nāsi, adzhibil-ba’sa, isyfi anta asy-syāfī, lā syifā’a illā syifā’uka, syifā’an lā yugādiru saqamā.
“Ya Allah, Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah, Engkau adalah Penyembuh, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit.”