Siapa yang Mengenal Dirinya, akan Mengenal Rabb-nya

‎بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ

‎ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

‎سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ.

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

اِنَّمَا  يَأْمُرُكُمْ  بِا لسُّوْٓءِ  وَا لْفَحْشَآءِ  وَاَ نْ  تَقُوْلُوْا  عَلَى  اللّٰهِ  مَا  لَا  تَعْلَمُوْنَ
“Sesungguhnya (setan) itu hanya menyuruh kamu agar berbuat jahat dan keji dan mengatakan apa yang tidak kamu ketahui tentang Allah.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 169)
Allah mempunyai anak
Allah bukan orang Arab…
Akhir tahun kita berpolemik memperingati kelahiran anak Tuhan….
Ini hanya sebagian saja tentang ketidak tahuan Allah SWT.

Akidah menjadi sebab utama untuk menumbuhkan kualitas keagamaan kita. Bisa semakin baik jika kita semakin mencintai Allah SWT dengan mengenal nama-nama Allah,”
Mengenal Allah SWT menjadi penyebab mengenal perkara yang lain. Dalam hadis disebutkan bahwa barang siapa yang mengenal Allah maka dia akan mudah mengenal perkara yang lain. Sementara, barang siapa yang tidak mengenal Allah maka kepada hal lain pun dia tidak kenal.

Penyebab utama seorang Muslim lupa akan kebaikan yang diberikan Allah SWT adalah karena lalai dari mengenal dan mengingat Allah. Dalam QS al-Hasyr ayat 19, Allah berfirman, “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri ….”

Seseorang mengenal Allah, dia akan mengetahui dirinya sendiri. Dia pun tahu akan ke arah mana harus berjalan dan memperbaiki keadaannya. Sebaliknya, ketika seseorang tidak mengenal Allah, dia tidak akan tahu tentang dirinya sendiri. Demikian juga kebalikannya Man ‘Arafa Nafsahu, Faqad Arafa Rabbahu. “Siapa yang mengenal dirinya, akan mengenal Rabb-nya”, mengenal dan memahami tujuan penciptaannya”. Dan tidaklah Aku telah menciptakan jin dan manusia, kecuali untuk mengabdi kepada-Ku. – Q.S. Adz-Dzariyat [51]: 56.

Para ulama kerap membahas Alqur’an dalam rangka mengenal Allah. Mayoritas surah dalam Alquran serta hadis yang menuliskan tentang nama dan sifat Allah SWT. Dengan banyak membaca ayat-ayat Alquran lalu dipahami dan diresapi maknanya, lama-kelamaan akan menumbuhkan kecintaan kepada Allah SWT. Semakin lama, rasa cinta dan syukur kepada sang Pencipta juga akan menguat.

Sifat bawaan manusia adalah ketika ada satu hal yang mengagumkan lalu sering disebut dan diingat-ingat akan memunculkan ketertarikan.

Dalam QS al-Hadid ayat 3, misalnya, “Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin, dan Dia Maha Me ngetahui segala sesuatu.” Dalam surah tersebut dituliskan nama-nama Allah, yakni Maha-awal, Maha-akhir, Maha dekat, dan Mahatinggi. Empat nama ini masuk dalam Asmaul Husna dan berhubungan dengan waktu serta tempat.

Allah Mahatahu apa yang akan terjadi, sedang terjadi, serta telah terjadi. Allah Maha-awal dan Akhir, dan Allah mengetahui segalanya. Allah mengutus Rasul-Nya dengan mem berikan petunjuk ilmu bermanfaat dan amal yang saleh. Ini untuk menjadikan agama Islam di atas agama yang lainnya. Dengan begitu, maka Allah adalah Mahatinggi dan Rasul menyebut tidak ada makhluk yang ada di atas-Nya.

99 nama dalam Almaul Husna memiliki arti yang menunjukkan sifat-sifat baik Allah SWT. Dengan senantiasa menghafal, melafalkan, dan mengamalkan bacaan Asmaul Husna, kita akan semakin mengenal akan kebesaran Allah SWT.

Dengan menyadari betapa besar Allah Tuhan Semesta Alam, kita akan semakin taat dan patuh, serta keimanan dalam diri akan semakin meningkat.

Semoga kita semakin mengenal, semakin dekat kepada Allah SWT…