Sholat, Ibadah, Hidup, dan Mati Hanyalah untuk Allah, Sudahkah Kita Seperti itu ?

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

قُلْ  اِنَّ  صَلَا تِيْ  وَنُسُكِيْ  وَ  مَحْيَايَ  وَمَمَا تِيْ  لِلّٰهِ  رَبِّ  الْعٰلَمِيْنَ

“Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam,” (QS. Al-An’am 6: Ayat 162)

Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, sudahkah kita seperti ini ?

Dalam rafsir ringkas Kementrian Agama RI; Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Sesungguhnya salatku yang aku kerjakan selama hidupku, ibadahku atau kurbanku, hidupku dengan berbagai amalan yang aku kerjakan selama itu, dan matiku dengan membawa iman dan amal saleh, hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam, bukan untuk lain-Nya. Ayat ini menegaskan tentang keharusan manusia untuk mengabdi hanya kepada Allah, baik dalam bentuk ibadah ritual atau lainnya, semenjak hidup sampai mati.

Sholat fardhu yang biasa membaca iftitah ada bagian yang dilafadzkan “Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam”, selalu diingatkan…

Setiap aktivitas kehidupan kita dengan penuh keikhlasan dihubungkan dengan pengabdian, penghambaan dan kesetiaan kepada Allah SWT.

Semoga kita berazam atau berniat sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, masih diberi kesempatan untuk mengamalkannya sebelum kematian tiba.