Setelah Bertaubat, Sebaiknya Diikuti dengan Bersedekah

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اَلَمْ  يَعْلَمُوْۤا  اَنَّ  اللّٰهَ  هُوَ  يَقْبَلُ  التَّوْبَةَ  عَنْ  عِبَا دِهٖ  وَيَأْخُذُ  الصَّدَقٰتِ  وَ  اَنَّ  اللّٰهَ  هُوَ  التَّوَّا بُ  الرَّحِيْمُ
“Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah menerima tobat hamba-hamba-Nya dan menerima zakat(nya), dan bahwa Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang?” (QS. At-Taubah 9: Ayat 104)
Setelah bertobat (mengikuti syarat syarat tobat) yang terbaik diikuti dengan bersedekah
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Dengan ayat ini Allah memberikan dorongan kepada hamba-Nya yang telah menyadari kesalahannya untuk bertobat dan bersedekah, guna menghapus dosa-dosa mereka. Selain itu ayat ini juga menegaskan, bahwa siapapun yang bertobat kepada Allah maka Dia akan menerima tobatnya; dan siapa yang bersedekah dengan ikhlas maka Allah akan menerima sedekah itu sebagai amal salehnya, dan akan memberinya ganjaran pahala.
Meskipun ayat ini berbentuk suatu kalimat pertanyaan, tetapi bangsa Arab telah biasa mengemukakan kalimat yang berbentuk pertanyaan itu untuk menetapkan dan memberikan tekanan untuk suatu pengertian, yaitu kepastian bahwa Allah benar-benar akan menerima tobat orang-orang yang insaf, juga akan menerima sedekah yang mereka berikan karena mengharapkan rida Allah semata-mata, untuk menghapuskan dosa-dosa yang sudah terlanjur mereka perbuat.
Ayat ini juga merupakan celaan keras terhadap orang-orang yang bersalah, tetapi tidak mengakui kesalahan mereka, tidak mau bertobat, dan tidak mau berbuat kebajikan dan amal saleh untuk menghapus dosa-dosa yang telah mereka perbuat. Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah Maha Penerima tobat dan Maha Pengasih terhadap hamba-Nya. Oleh sebab itu, Allah senantiasa akan menerima tobat hamba-Nya, karena sifat tersebut merupakan sifat yang tetap bagi-Nya, dan menjadi Sunnah yang berlaku selama-lamanya. Dia senantiasa mengasihi hamba-Nya sehingga Dia akan mengampuni dosa-dosanya, dan menerima amal saleh yang mereka kerjakan, serta memberi balasan yang setimpal.
Dengan ayat ini Allah memberikan dorongan kepada hamba-Nya yang telah menyadari kesalahannya untuk bertobat dan bersedekah, guna menghapus dosa-dosa mereka. Selain itu ayat ini juga menegaskan, bahwa siapapun yang bertobat kepada Allah maka Dia akan menerima tobatnya; dan siapa yang bersedekah dengan ikhlas maka Allah akan menerima sedekah itu sebagai amal salehnya, dan akan memberinya ganjaran pahala.
Meskipun ayat ini berbentuk suatu kalimat pertanyaan, tetapi bangsa Arab telah biasa mengemukakan kalimat yang berbentuk pertanyaan itu untuk menetapkan dan memberikan tekanan untuk suatu pengertian, yaitu kepastian bahwa Allah benar-benar akan menerima tobat orang-orang yang insaf, juga akan menerima sedekah yang mereka berikan karena mengharapkan rida Allah semata-mata, untuk menghapuskan dosa-dosa yang sudah terlanjur mereka perbuat.
Ayat ini juga merupakan celaan keras terhadap orang-orang yang bersalah, tetapi tidak mengakui kesalahan mereka, tidak mau bertobat, dan tidak mau berbuat kebajikan dan amal saleh untuk menghapus dosa-dosa yang telah mereka perbuat. Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah Maha Penerima tobat dan Maha Pengasih terhadap hamba-Nya. Oleh sebab itu, Allah senantiasa akan menerima tobat hamba-Nya, karena sifat tersebut merupakan sifat yang tetap bagi-Nya, dan menjadi Sunnah yang berlaku selama-lamanya. Dia senantiasa mengasihi hamba-Nya sehingga Dia akan mengampuni dosa-dosanya, dan menerima amal saleh yang mereka kerjakan, serta memberi balasan yang setimpal.
Allah menegaskan bahwa setelah bertobat, bersedekah menjadi amalan yang baik untuk menghapus dosa dan mendapatkan rida-Nya.
1. Allah pasti menerima tobat hamba-Nya; Siapa pun yang bertobat dengan tulus, Allah akan menerimanya.
2.  Sedekah sebagai penyempurna tobat; Selain bertobat, sedekah menjadi bukti ketulusan dan cara menghapus dosa.
3. Allah yang Maha Penerima Tobat dan Maha Pengasih; Allah selalu membuka pintu ampunan dan mengganjar kebaikan dengan rahmat-Nya.
Setelah bertobat dengan memenuhi syaratnya (menyesali dosa, bertekad tidak mengulanginya, dan jika melibatkan hak orang lain, harus dikembalikan atau minta maaf), bersedekah adalah amalan yang sangat dianjurkan sebagai bentuk pembersihan diri dan harta, serta untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Doa Memohon Kemudahan dalam Bertobat dan Bersedekah
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ، وَارْزُقْنِي قَلْبًا خَاشِعًا وَنَفْسًا مُطْمَئِنَّةً، وَاجْعَلِ الصَّدَقَةَ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا، وَتَقَبَّلْهَا مِنِّي يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
Allāhummaj‘alnī minat-tawwābīn, waj‘alnī minal-mutaṭahhirīn, warzuqnī qalban khāshi‘an wa nafsan muṭma’innah, waj‘aliṣ-ṣadaqah aḥabba ilayya minad-dunyā wa mā fīhā, wa taqabbalhā minnī yā arḥamar-rāḥimīn.
“Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan orang-orang yang selalu menyucikan diri. Anugerahkanlah kepadaku hati yang khusyuk dan jiwa yang tenang. Jadikanlah sedekah lebih aku cintai daripada dunia dan segala isinya, serta terimalah sedekahku, wahai Dzat Yang Maha Pengasih di antara para pengasih.”