Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
خُذْ مِنْ اَمْوَا لِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَا للّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
“Ambillah zakat dari harta mereka guna membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”(QS. At-Taubah 9: Ayat 103)
Fungsi zakat membersihkan dan menyucikan harta
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; Pada ayat sebelumnya dijelaskan adanya sekelompok orang yang mengakui dosa-dosa mereka lalu bertobat kepada Allah. Karena penyebab dosa mereka adalah kecintaan kepada harta, maka dalam ayat ini dijelaskan tentang wujud tobat dan ketaatan diantaranya dengan menunaikan zakat. Diperintahkan kepada Nabi Muhammad, Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan jiwa mereka dari kekikiran dan cinta yang berlebihan terhadap harta, dan menyucikan hati agar tumbuh subur sifat-sifat kebaikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu menumbuhkan ketenteraman jiwa bagi mereka yang sudah lama gelisah dan cemas akibat dosa-dosa yang mereka kerjakan. Sampaikan kepada mereka bahwa Allah Maha Mendengar permohonan ampun dari hamba-Nya, Maha Mengetahui tulus atau tidaknya tobat mereka.
Fungsi zakat membersihkan harta dan menyucikan jiwa;
1. Membersihkan harta → Zakat menghilangkan hak orang lain yang ada dalam harta kita, sehingga harta yang tersisa menjadi bersih dan halal secara sempurna.
2. Menyucikan jiwa → Zakat membantu menyingkirkan sifat kikir, tamak, dan cinta berlebihan terhadap dunia, serta menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama.
Selain itu, zakat juga memiliki fungsi sosial, seperti mengurangi kesenjangan ekonomi dan membantu kaum yang membutuhkan. Oleh karena itu, zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kesejahteraan umat.
Doa yang bisa dibaca agar harta kita bersih, jiwa kita suci, dan kita memiliki kepedulian sosial:
اللَّهُمَّ طَهِّرْ مَالِي، وَزَكِّ نَفْسِي، وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُحْسِنِينَ، وَرَزِقْنِي قَلْبًا رَحِيمًا وَيَدًا سَخِيَّةً لِمُسَاعَدَةِ سَائِرِ الْمُحْتَاجِينَ، وَبَارِكْ لِي فِي رِزْقِي وَحَيَاتِي.
Allāhumma ṭahhir mālī, wa zakkī nafsī, waj‘alnī minal muḥsinīn, warzuqnī qalban raḥīman wa yadan sakhiyyatan limusā‘adati sā’iril muḥtājīn, wa bārik lī fī rizqī wa ḥayātī.
“Ya Allah, sucikanlah hartaku, bersihkanlah jiwaku, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang berbuat kebaikan. Anugerahkanlah kepadaku hati yang penuh kasih sayang dan tangan yang dermawan untuk membantu sesama yang membutuhkan. Berkahilah rezekiku dan kehidupanku.”