Sanksi dan Reward seorang Pemimpin dalam Agama Islam

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

قُلِ  اللّٰهُمَّ  مٰلِكَ  الْمُلْكِ  تُؤْتِى  الْمُلْكَ  مَنْ  تَشَآءُ  وَتَنْزِعُ  الْمُلْكَ  مِمَّنْ  تَشَآءُ   ۖ وَتُعِزُّ  مَنْ  تَشَآءُ  وَتُذِلُّ  مَنْ  تَشَآءُ   ۗ بِيَدِكَ  الْخَيْرُ   ۗ اِنَّكَ  عَلٰى  كُلِّ  شَيْءٍ  قَدِيْرٌ

“Katakanlah (Muhammad), Wahai Tuhan Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 26)

Ayat ini biasa didawamkan, untuk yang ingin kekuasaan dan kekuatan. Pada saat meminta, pemimpin sadar kekuasaan yang baik sejatinya hanya milik Allah SWT, namun setelah diberikan kekuasaan, terkadang berbuat semena-mena atau bahkan berlaku tidak adil, dan ini berulang sejak umat umat terdahulu sampai ke zaman sekarang, berjuang ingin membela umat, ingin meningkatkan kesejahteraan umat, ada yang terninabobokan dengan kekuasaannya, ada yang memperkaya diri dengan keluarganya.

Kepemimpinan nabi Muhammad dan kulafahu rasidin
1) Wakil (pengganti) Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. setelah Nabi wafat (dalam urusan negara dan agama) yang melaksanakan syariat (hukum) Islam dalam kehidupan negara;

(2) (Gelar) kepala agama dan raja di negara Islam;

(3) Penguasa; pengelola; manusia diciptakan Allah sebagai khalifah di muka bumi.

Khalifah (خَليفة‎; khalīfah) adalah gelar yang diberikan untuk penerus Nabi Muhammad dalam kepemimpinan umat Islam. Kepemimpinan zaman nabi sampai kulafahu rasidin dipilih berdasarkan musyawarah.

Pemimpin mendapatkan sanksi dan reward yang luar biasa, bisa masuk syurga tanpa hisab dan bisa juga masuk neraka tanpa hisab. Pemimpin yang adil masuk syurga tanpa hisab, pemimpin yang zalim
masuk neraka tanpa hisab. Pemimpin juga termasuk satu dari tujuh golongan yang mendapatkan naungan di alam mashar, untuk pemimpin yang adil.

Allah SWT berulang kali memperingatkan umat-umat terdahulu yang menjadi pemimpin untuk bersikap adil dan menyejahterakan umatnya.

Ya Allah, jadikanlah pemimpin kami orang yang baik. Berikanlah taufik kepada mereka untuk melaksanakan perkara terbaik bagi diri mereka, bagi Islam, dan kaum muslimin. Ya Allah, bantulah mereka untuk menunaikan tugasnya, sebagaimana yang Engkau perintahkan, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jauhkanlah mereka dari teman dekat yang jelek dan teman yang merusak. Juga dekatkanlah orang-orang yang baik dan pemberi nasihat yang baik kepada mereka, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jadikanlah pemimpin kaum muslimin sebagai orang yang baik, di mana pun mereka berada.”