Perintah Berperang, Demi Tegaknya Agama Allah

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَقَا تِلُوْهُمْ  حَتّٰى  لَا  تَكُوْنَ  فِتْنَةٌ  وَّيَكُوْنَ  الدِّيْنُ  كُلُّهٗ  لِلّٰهِ  ۚ فَاِ نِ  انْـتَهَوْا  فَاِ نَّ  اللّٰهَ  بِمَا  يَعْمَلُوْنَ  بَصِيْرٌ
“Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-Anfal 8: Ayat 39)
Perangilah…alternatif terakhir, Islam rahmatan lil alamin, menganjurkan untuk mengajak ke jalan yang benar dengan bijaksana;
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Allah mengobarkan semangat juang orang-orang mukmin yaitu apabila orang-orang musyrikin tetap menolak seruan menghentikan permusuhan, Allah memerintahkan Rasulullah dan pengikut-pengikutnya agar memerangi mereka agar tidak terdapat lagi fitnah yang mengganggu umat Islam dan agamanya. Sehingga tidak akan ada lagi rasa takut dan kekhawatiran yang mencekam hati sanubari seseorang bila masuk agama Islam. Hal ini adalah jaminan bagi manusia bahwa mereka mempunyai kemerdekaan di dalam memeluk agama dan menjalankan syariatnya. Allah berfirman: “Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat.” (al-Baqarah/2: 256)
Kemudian Allah menawarkan sekali lagi kepada orang-orang musyrikin bahwa apabila mereka menghentikan kekafiran dan permusuhan, maka Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan, dan akan memberikan balasan kepada mereka terhadap amalan-amalan mereka.
Rasulullah bersabda: “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka itu mengucapkan “La ilaha illallahu”. Apabila mereka mengatakan kalimat itu, mereka telah memelihara darah dan harta benda mereka dari tindakanku, terkecuali karena ada alasan yang benar, sedang perhitungan amal mereka terserah kepada Allah Azza wa Jalla”. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar)
Perintah perang ini merupakan jalan terakhir, ada ayat lain yang menganjurkan untuk mengajak ke jalan yang benar dengan bijaksana;
اُدْعُ  اِلٰى  سَبِيْلِ  رَبِّكَ  بِا لْحِكْمَةِ  وَا لْمَوْعِظَةِ  الْحَسَنَةِ  وَجَا دِلْهُمْ  بِا لَّتِيْ  هِيَ  اَحْسَنُ  ۗ اِنَّ  رَبَّكَ  هُوَ  اَعْلَمُ  بِمَنْ  ضَلَّ  عَنْ  سَبِيْلِهٖ  وَهُوَ  اَعْلَمُ  بِا لْمُهْتَدِيْنَ
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl 16: Ayat 125)
“Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah juga kepadanya, dan bertawakallah kepada Allah.” (Qur’an Surat Al-Anfal (8:61):
Ayat ini menunjukkan bahwa Islam mengutamakan perdamaian. Jika pihak lain menunjukkan niat damai, umat Islam diperintahkan untuk menyambut perdamaian tersebut. Nabi ﷺ bersabda: “Seorang Muslim adalah orang yang orang-orang Muslim lainnya selamat dari lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menunjukkan bahwa seorang Muslim seharusnya menjaga perdamaian dengan sesama, tidak menyakiti orang lain baik melalui kata-kata maupun tindakan. Kata “Islam” itu sendiri berasal dari kata “Salam”, yang berarti kedamaian. Setiap kali Muslim bertemu, mereka memberi salam dengan ucapan “Assalamu’alaikum”, yang berarti “Semoga kedamaian menyertaimu”. Ini menunjukkan betapa pentingnya perdamaian dalam kehidupan sehari-hari umat Islam.
Islam  menganjurkan sikap damai, keadilan, dan kasih sayang terhadap semua makhluk, baik sesama manusia maupun lingkungan sekitar.
Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, limpahkanlah kedamaian, kasih sayang, dan keselamatan kepada seluruh umat Islam, serta seluruh umat manusia di dunia ini. Jadikanlah kami, umat Islam, sebagai pembawa rahmat dan kedamaian bagi sesama, baik kepada saudara seiman maupun mereka yang berbeda keyakinan.
Ya Allah, jauhkanlah kami dari segala perpecahan, kebencian, dan permusuhan. Tumbuhkan dalam hati kami cinta terhadap kebaikan dan kedamaian, serta tekad untuk selalu berbuat adil dan memberikan manfaat bagi sesama makhluk-Mu.
Ya Allah, bimbinglah kami untuk selalu mengikuti jalan-Mu yang penuh kasih, agar kami menjadi umat yang menjaga keselamatan dan kedamaian di muka bumi, sesuai dengan ajaran Islam yang Engkau turunkan sebagai rahmatan lil aalamin.