Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
يَأْتُوْكَ بِكُلِّ سٰحِرٍ عَلِيْمٍ
“agar mereka membawa semua pesihir yang pandai kepadamu.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 112)
Sihir sudah ada sejak zaman Mesir kuno hingga sekarang
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI dijekaskan bahwa agar mereka membawa secara paksa atau suka rela semua pesihir yang pandai kepadamu.” Dengan berkumpulnya para ahli sihir itu di hadapanmu, mereka akan membeberkan hakikat yang sebenarnya dibawa Musa. Dengan demikian, tak seorang pun yang dapat diperdaya.
Sihir dianggap sebagai salah satu senjata tak terlihat dan mematikan yang paling berbahaya, karena memiliki kemampuan untuk mencapai hasil yang fatal tanpa terlihat. Terutama ketika para penyihir menggulingkan Dinasti Mamluk dan raja-raja, hingga merenggut nyawa banyak orang.
Sejarah sihir kembali ke zaman paling kuno, dan umat manusia telah menunjukkan banyak penyihir yang menjadi terkenal hingga hari ini. Terdapat beberapa penyihir paling terkenal di belahan Timur Tengah dalam sejarahnya, yang menjalani kehidupan yang penuh keanehan.
Di Mesir, dahulu ada penyihir bernama Sayed Al-Husseiny Al-Falaki. Dia adalah tokoh terkenal di kalangan penyihir. Hidupnya penuh dengan rahasia dan peristiwa misterius. Dia menghabiskan hidupnya melayani jin dan bekerja dengan mereka untuk mencapai tujuannya sendiri dan membuat jin mematuhi perintahnya.
Terlepas dari kekuasaan dan tiraninya, akhir hidup Al Falaki tragis dan menyakitkan. Al-Husseini Al-Falaki lahir di Mesir dan tidak diketahui persis kapan ia lahir. Dia menyebabkan kerugian bagi banyak orang dengan kekuatan magis supranaturalnya.
Sihir di Mesir sudah ada sejak zaman Mesir kuno. Saat itu penyihir di Mesir kuno bukanlah sekadar penyihir. Mereka memiliki status khusus. Beberapa firaun pun seorang penyihir. Kelas ilmu sihir yang paling terkenal di era Mesir kuno adalah kelas yang disebut “al-Kahanah al-Murtalun”. Sihir diajarkan di kuil, dan tidak semua orang diizinkan untuk mempelajarinya.
Catatan kuno berupa papirus menyimpan beberapa cerita sihir di Mesir kuno. Misalnya, seorang penyihir menemukan perselingkuhan istrinya dengan seorang pemuda, sehingga dia membuat buaya kecil dari lilin, dan menunggu sampai pemuda itu turun ke kolam, lalu melemparkan buaya lilin dan membacakan jimat kepadanya, dan buaya lilin itu berubah menjadi buaya nyata yang melahap pemuda itu.
Ada puluhan literatur asing yang menulis tentang “sihir di Mesir kuno”, tetapi secara umum diyakini bahwa ada dua jenis sihir di zaman firaun. Pertama adalah sihir putih, yang berguna untuk pencegahan atau sihir pertahanan. Kedua adalah sihir hitam, yang berbahaya negatif yang mungkin datang dalam bentuk kutukan dan mantra. Dunia seharusnya makin modern dan makin beradab, tapi perang, pembantaian dan hal hal supranatura masih banyak terjadi.
Berikut adalah perbedaan antara sihir, hipnotis, santet, dan terpedaya:
Perbedaan utama di antara mereka adalah tujuan, metode, dan keyakinan yang mendasarinya. Sihir dan hipnotis lebih berfokus pada penggunaan energi atau keadaan kesadaran untuk tujuan tertentu, sementara santet lebih berkaitan dengan serangan spiritual atau mistis, dan terpedaya adalah orang yang terpengaruh oleh kepercayaan atau informasi palsu.
Semoga kita terhindar dari sihir, hipnotis, santet dan terpedaya