Pentingnya Menjaga Kemurnian Tauhid dan Tidak Menggantungkan Diri Kepada Selain Allah

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ

‎ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

‎سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ.

وَا لَّذِيْنَ  كَسَبُوا  السَّيِّاٰتِ  جَزَآءُ  سَيِّئَةٍ  بِۢمِثْلِهَا  ۙ وَتَرْهَقُهُمْ  ذِلَّـةٌ

وَيَوْمَ  نَحْشُرُهُمْ  جَمِيْعًا  ثُمَّ  نَقُوْلُ  لِلَّذِيْنَ  اَشْرَكُوْا  مَكَا نَكُمْ  اَنْتُمْ  وَشُرَكَآ ؤُكُمْ  ۚ فَزَ يَّلْنَا  بَيْنَهُمْ  وَقَا لَ  شُرَكَآ ؤُهُمْ  مَّا  كُنْتُمْ  اِيَّا نَا  تَعْبُدُوْنَ

“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) itu Kami mengumpulkan mereka semuanya, kemudian Kami berkata kepada orang yang menyekutukan (Allah), Tetaplah di tempatmu, kamu dan para sekutumu. Lalu Kami pisahkan mereka dan berkatalah sekutu-sekutu mereka, Kamu sekali-kali tidak pernah menyembah kami.” (QS. Yunus 10: Ayat 28)

Pentingnya menjaga kemurnian tauhid dan tidak menggantungkan diri kepada selain Allah

Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; Ayat ini menjelaskan ancaman bagi orang yang menyekutukan Allah. Dan ingatlah pada hari ketika itu Kami mengumpulkan mereka semuanya untuk dihisab, kemudian Kami berkata kepada orang yang mempersekutukan Allah, “Tetaplah di tempatmu dalam keadaan rendah dan hina, kamu dan para sekutumu.” Lalu Kami pisahkan mereka, yakni penyembah dan sembahannya, sehingga mereka saling menyalahkan dan menyangkal satu sama lain, dan berkatalah sekutu-sekutu, yakni sembahan yang mereka persekutukan dengan Allah, “Kamu sekali-kali tidak pernah menyembah kami. Sesungguhnya orang-orang yang menyembah selain Allah pada hakekatnya adalah menyembah hawa nafsu mereka sendiri, karena hawa nafsu merekalah yang menyuruh menyembah selain Allah.

Yang bisa ditadaburi dari Quran Surat Yunus 28

  1. Tauhid yang murni: Ayat ini mengingatkan bahwa di akhirat nanti, semua sesembahan selain Allah akan lepas tanggung jawab. Ini menegaskan pentingnya hanya menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya.
  2. Kepalsuan sekutu-sekutu selain Allah: Orang-orang yang disekutukan dengan Allah di dunia akan mengingkari penyembahnya di akhirat. Ini menunjukkan bahwa segala bentuk syirik pada akhirnya sia-sia.
  3. Hari kiamat sebagai hari pembalasan dan kejelasan: Pada hari itu, tidak ada lagi kebingungan atau penyesatan. Segalanya menjadi jelas, dan setiap manusia melihat akibat perbuatannya.
  4. Penyesalan yang tak berguna: Orang-orang musyrik akan menyesal, namun penyesalan itu datang terlambat karena mereka baru sadar setelah kebenaran tampak nyata.
  5. Tanggung jawab pribadi: Setiap manusia bertanggung jawab atas keyakinan dan perbuatannya sendiri, dan tidak bisa mengandalkan makhluk lain untuk menyelamatkannya dari azab.

“Ya Allah, jadikanlah aku termasuk hamba-hamba-Mu yang bertauhid, teguhkan hatiku di atas agama-Mu, dan selamatkan aku dari perbuatan syirik dan para pelakunya, pada hari yang tiada berguna harta dan anak-anak kecuali yang datang kepada-Mu dengan hati yang bersih.”