Orang-orang yang Zalim itu Dimusnahkan sampai ke Akar-akarnya

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

فَقُطِعَ  دَا بِرُ  الْقَوْمِ  الَّذِيْنَ  ظَلَمُوْا  ۗ وَا لْحَمْدُ  لِلّٰهِ  رَبِّ  الْعٰلَمِيْنَ

“Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 45)

Orang -orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya

Sampaikanlah kisah kisah untuk dijadikan ibrah (pelajaran)

فَا قْصُصِ  الْقَصَصَ  لَعَلَّهُمْ  يَتَفَكَّرُوْنَ

“Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 176).

Sejarah selalu berulang, walaupun diingatkan dengan kisah kisah yang menyebutkan kezaliman akan berakhir dengan kemusnahan. Kisah kisah kaum yang dimusnahkan ada dalam Quran, Injil dan Taurat …

Umat Nabi Luth terkenal dengan perbuatan menyimpang, yaitu hanya mau menikah dengan pasangan sesama jenis (homoseksual dan lesbian). Kendati sudah diberi peringatan, mereka tak mau bertobat. Allah akhirnya memberikan azab kepada mereka berupa gempa bumi yang dahsyat disertai angin kencang dan hujan batu sehingga hancurlah rumah-rumah mereka. Dan kaum Nabi Luth ini akhirnya tertimbun di bawah reruntuhan rumah mereka sendiri.

Yesus Kristus beberapa kali menyebut nama kota Sodom dan Gomora serta merujuk kepada kisah kebinasaannya. Dengan demikian Yesus meyakini kebenaran catatan Kitab Kejadian atas peristiwa ini. Kebinasaan kota Sodom dan Gomora dipakai-Nya menjadi peringatan untuk bertobat, seperti tertulis dalam Injil Matius dan Injil Lukas.

Negara negara barat pendukung LGBT tidak mempergunakan akalnya, dengan mendukung dan pembiaran LGBT akan menurunkan populasi manusia dan menuju kemusnahan.
Mudah mudahan umat Islam bisa mempergunakan akalnya bisa membedakan mana yang hak dan yang bathil.
Dalam al Quran banyak ayat yang mempertanyakan kenapa tidak mau mempergunakan akalnya…tidak mengambil pelajaran kecuali orang yang mempunyai akal sehat (ulil albab).

ۗ وَمَا  يَذَّكَّرُ  اِلَّاۤ  اُولُوا  الْاَ  لْبَا بِ
“…Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 269)

“Kezaliman akan terus berlanjut, bukan karena banyaknya orang-orang jahat. Tapi karena diamnya orang-orang baik” (Ali bin Abi Thalib r.a.).

Karena itu, bila didapati banyak kezaliman terus berlanjut, percayalah bahwa itu suatu pertanda bahwa banyaknya orang baik diam. Orang-orang baik tidak sewajarnya diam saat mendapati kezaliman. Mendiamkannya sama artinya memberikan kesempatan bagi kezaliman untuk berlanjut dan meluas

Kewajiban seorang muslim untuk beramar ma’ruf nahi munkar ;

كُنْتُمْ  خَيْرَ  اُمَّةٍ  اُخْرِجَتْ  لِلنَّا سِ  تَأْمُرُوْنَ  بِا لْمَعْرُوْفِ  وَتَنْهَوْنَ  عَنِ  الْمُنْكَرِ  وَتُؤْمِنُوْنَ  بِا للّٰهِ  ۗ وَلَوْ  اٰمَنَ  اَهْلُ  الْكِتٰبِ  لَكَا نَ  خَيْرًا  لَّهُمْ  ۗ مِنْهُمُ  الْمُؤْمِنُوْنَ  وَاَ كْثَرُهُمُ  الْفٰسِقُوْنَ

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 110)

Semoga kita bisa berkontribusi melakukan amar ma’ruf nahi munkar, mengajak ke kebaikan dan mencegah kemunkaran.