Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ اَخَذَ اللّٰهُ سَمْعَكُمْ وَ اَبْصَا رَكُمْ وَخَتَمَ عَلٰى قُلُوْبِكُمْ مَّنْ اِلٰـهٌ غَيْرُ اللّٰهِ يَأْتِيْكُمْ بِهٖ ۗ اُنْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْاٰ يٰتِ ثُمَّ هُمْ يَصْدِفُوْنَ
“Katakanlah (Muhammad), Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu? Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang (kepada mereka) tanda-tanda kekuasaan (Kami), tetapi mereka tetap berpaling.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 46)
Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hati
Ayat yang hampir sama maknanya;
خَتَمَ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ وَعَلٰى سَمْعِهِمْ ۗ وَعَلٰىۤ اَبْصَا رِهِمْ غِشَاوَةٌ وَّلَهُمْ عَذَا بٌ عَظِيْمٌ
“Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, penglihatan mereka telah tertutup, dan mereka akan mendapat azab yang berat.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 7)
“Setan telah menguasai mereka, mengingat mereka taat kepada keinginan Setan, maka Allah mengunci mati kalbu dan pendengaran mereka, dan pada penglihatan mereka terdapat penutup. Mereka tidak dapat melihat jalan hidayah, tidak dapat mendengarnya, tidak dapat memahaminya, dan tidak dapat memikirkannya”.
Ketika cahaya hidayah tertutup maka akhirnya telinga, penglihatan mereka sudah enggan menginderai kebenaran dan kebaikan.
Sebagaimana Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya orang mukmin itu apabila berbuat suatu dosa, maka hal itu merupakan noktah hitam pada hatinya. Tetapi jika dia bertobat dan kapok serta menyesali, maka tersepuhlah hatinya (menjadi bersih kembali). Tetapi apabila dosanya bertambah, maka bertambah pulalah noktah hitam itu hingga (lama-kelamaan) menutupi hatinya, yang demikian itulah yang dimaksudkan dengan istilah ar-ran di dalam firman-Nya,
“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (Al-Muthaffifin: 14).
Hati adalah kunci baik tidaknya seseorang, hati adalah motor penggerak segala yang ada dalam diri manusia, semua anggota badannya, inderanya dan fikirannya.
Demikianlah kuatnya hati, sehingga tugas Nabi dalam risalahnya adalah melakukan tazkiah atau pensucian hati manusia dari segala kotoran dosa sehingga mereka menajdi manusia yang mampu berfikir, merasa dan bertindak dengan baik dan benar.
Kebersihan hati (qalbun Salim) akan menjadikan insan yang lebih produktif memberi dan menyebarkan manfaat dalam kehidupan, mereka disibukan dengan membaca,menulis dan beramal nyata demi terwujudnya peradaban yang mulia dalam naungan Ridho Allah SWT.
Apapun profesi kita, kebersihan hati menjadi kunci kebahagiaan dunia dan akhirat, mengapa?
Yang pertama karena surga hanya akan dimasuki oleh mereka yang bersih hatinya.
Kedua dengan kebersihan hati semua manusia akan melepaskan kepentingan sahwatnya berlebihan, sehingga dia akan selalu berjalan pada jalan kebenaran. Bukan menjadikan profesinya untuk mendapatkan keuntungan pribadi yang merugikan kehidupan manusia dan lingkungan.
قَدْ اَفْلَحَ مَنْ تَزَكّٰى
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman),” (QS. Al-A’la 87: Ayat 14)
Semoga kita termasuk yang berusaha membersihkan hati dan masih mau menerima nasihat kebaikan