Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
فَتَوَلّٰى عَنْهُمْ وَقَا لَ يٰقَوْمِ لَقَدْ اَبْلَغْتُكُمْ رِسَا لَةَ رَبِّيْ وَنَصَحْتُ لَـكُمْ وَلٰـكِنْ لَّا تُحِبُّوْنَ النّٰصِحِيْنَ
“Kemudian dia (Saleh) pergi meninggalkan mereka sambil berkata, Wahai kaumku! Sungguh, aku telah menyampaikan amanat Tuhanku kepadamu dan aku telah menasihati kamu. Tetapi kamu tidak menyukai orang yang memberi nasihat.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 79)
Tidak menyukai orang yang memberi nasihat
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Setelah kaum Samud binasa akibat disambar petir, ayat ini menerangkan bahwa Nabi Saleh dengan rasa haru dan sedih berkata kepada mereka yang sudah mati, bahwa dia sesungguhnya telah menyampaikan amanat Tuhannya dan telah cukup memberi nasihat kepada mereka namun mereka tidak suka menerima nasihat. Seruan Nabi Saleh ini yang ditujukan kepada kaumnya yang telah mati itu menunjukkan betapa cintanya kepada kaumnya. Hal mana mengingatkan kita kepada seruan Nabi Muhammad terhadap sebagian orang-orang Quraisy yang telah mati dan sudah dikuburkan dalam Perang Badar.
Rasulullah berkata:
“Wahai Abu Jahal bin Hisyam, wahai Utbah bin Rabi’ah. Wahai Syaibah bin Rabiah dan wahai Fulan anak Fulan, Adakah sekarang ini kamu menemukan apa-apa yang dijanjikan Allah itu benar? Karena aku telah menemukan apa yang dijanjikan Tuhanku itu benar. Umar berkata, “Ya Rasulullah, apa guna berbicara dengan tubuh yang tidak bernyawa?” Rasulullah menjawab, “Demi Tuhan dimana diriku tergantung pada-Nya. Kamu tidaklah lebih mendengar dari mereka terhadap apa yang aku katakan. Tetapi mereka tidak dapat menjawab.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu thalhah al-Anshari).
Ayat 79 ini tidak mengutarakan bahwa Nabi Saleh menghindar dari kaumnya sebelum datang azab Allah, demikian juga tidak mengutarakan tentang nasib sebagian kaum Samud yang beriman kepada Nabi Saleh. Namun ayat 79 ini jelas mengutarakan bahwa Nabi Saleh diselamatkan oleh Allah. Ibnu Katsir menerangkan bahwa Allah menyelamatkan Nabi Saleh dan pengikutnya dari azab tersebut kemudian pergi dan tinggal di Haran.
Haran (Ibrani: חָרָן Ḥārān) adalah sebuah tempat yang disebutkan dalam Alkitab Kejadian. Haran umumnya diidentifikasikan dengan Harran, sebuah reruntuhan kota yang terletak di Turki. Haran mula-mula muncul dalam Kitab Kejadian sebagai kampung halaman Terah dan para keturunannya, dan sebagai tempat tinggal sementara nabi Ibrahim (umat kristiani menyebutnya Abraham).
Pemberi nasihat terbaik sepanjang zaman adalah nabi Muhammad SAW, enggak mungkin umat Islam tidak menyukai pemberi nasihat, karena Islam adalah agama nasihat.
Dalam kitab al-Arba’uun al-Nawawiyyah, pada hadis ketujuh, disebutkan sebuah hadis dari sahabat Abu Ruqayyah Tamim bin Aus al-Dariy bahwa Nabi Muhammad saw bersabda,
الدِّينُ النَّصِيحَةُ، قُلْنَا: لِمَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِنَبِيِّهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ
“Agama adalah nasihat.’ Para sahabat bertanya, ‘Untuk siapa wahai Rasulullah?’ Nabi menjawab, ‘Untuk Allah, kitab-Nya, nabi-Nya, dan untuk para pemimpin muslimin serta muslim seluruhnya.” (HR. Muslim, no. 56).
Tugas sebagai muslim, memberi nasihat kepada sesama manusia;
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَا صَوْا بِا لْحَقِّ ۙ وَتَوَا صَوْا بِا لصَّبْرِ
“kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”(QS. Al-‘Asr 103: Ayat 3)
Kecuali kalau kita ingin disebut orang yang merugi;
اِنَّ الْاِ نْسَا نَ لَفِيْ خُسْرٍ
“Sungguh, manusia berada dalam kerugian,” (QS. Al-‘Asr 103: Ayat 2)
Jangan seperi kaum ‘Ad
كَذَّبَتْ عَا دُ ٱِلْمُرْسَلِيْنَ
“(Kaum) ‘Ad telah mendustakan para rasul.” (QS. Asy-Syu’ara’ 26: Ayat 123)
Kaum ‘Ad diberi nasihat atau tifak sama saja;
قَا لُوْا سَوَآءٌ عَلَيْنَاۤ اَوَعَظْتَ اَمْ لَمْ تَكُنْ مِّنَ الْوٰعِظِيْنَ
“Mereka menjawab, Sama saja bagi kami, apakah engkau memberi nasihat atau tidak memberi nasihat,”(QS. Asy-Syu’ara’ 26: 136)
Semoga kita bisa saling nasihat menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran dan kita tidak termasuk orang merugi.