Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
مَنْ يُّطِعِ الرَّسُوْلَ فَقَدْ اَطَا عَ اللّٰهَ ۚ وَمَنْ تَوَلّٰى فَمَاۤ اَرْسَلْنٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيْظًا
“Barang siapa menaati Rasul (Muhammad) maka sesungguhnya dia telah menaati Allah. Dan barang siapa berpaling (dari ketaatan itu) maka (ketahuilah) Kami tidak mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi pemelihara mereka.”(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 80)
Menaati rassul = menaati Allah
Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat An-Nisa Ayat 80
Barang siapa menaati rasul dan mengikuti ajaran-ajarannya, maka sesungguhnya dia telah menaati Allah karena Allah yang telah mengutusnya. Dan barangsiapa berpaling dari ketaatan itu, maka ketahuilah bahwa kami tidak mengutusmu, wahai nabi Muhammad, untuk menjadi pemelihara mereka sebagai orang yang bertanggung jawab dan menjamin mereka untuk tidak berbuat kesalahan.
Menaati rassul = menaati perintahnya dan menjauhi larangannya.
Apa yang diperintah rassul dan apa yang dilarang rassul itu semua ada dalam hadist. Ayat ini mengingatkan selain mempelajari, memahami dan mengamalkan Quran juga harus mempelajari, memahami dan mengamalkan hadist.
Pemahaman terhadap Al Qur’an dan hadis wajib dimiliki oleh seluruh umat yang mengimaninya.
Al-Qur’an merupakan mukjizat yang abadi sepanjang masa dan ini sebagai bukti tentang kebenaran Nabi Muhammad saw.. Di dalamnya terkandung berbagai aturan hidup bagi manusia baik dari segi ibadah, hukum, sosial, ekonomi, ilmu pengetahuan, dan lain-lain. Hal ini juga dijelaskan dan diperkuat dengan adanya hadis-hadis yang Rasulullah berdasarkan bimbingan Allah swt. Umat Islam harus senantiasa meyakini, memmahami, dan melaksanakan al-Qur’an dan Hadis. Oleh karena itu, bagi yang selalu berpegang teguh kepadanya, Allah akan menjamin hidup selamat baik di dunia maupun di akhirat.
Al Qur’an dan Hadis memberikan berbagai aturan dan pengajaran untuk kehidupan manusia mulai dari yang kecil sampai pada tingkat yang besar. Misalnya, mengatur tentang tata cara membuang air kecil, tata cara makan, minum, tidur, hukum, politik, tata negara, dan lainnya melalui praktik-praktik dan contoh dari Rasulullah saw. Inilah konsep sempurna dari ajaran al-Qur’an dan Hadis yang dibawa oleh seorang rasul yang kejujurannya selalu dijamin oleh Allah.
Kaum muslimin memiliki dua pedoman yang mengatur seluruh aspek kehidupan agar mendapatkan keselamatan di dunia dan di akhirat, pedoman itu adalah al-Qur’an dan Hadis. Al-Quran dan Hadis sebagai petunjuk, penjelas, dan pemisah. Hadis berfungsi sebagai penjelas, penguat al-Qur’an, dan penentu hukum tersendiri.
Kita memiliki cara yang dapat diterapkan untuk memfungsikan al-Qur’an dan Hadis dalam kehidupan sehari-hari sehingga kita mampu untuk menjadi orang yang terbimbing dalam hidup agar menjadi manusia yang mendapat kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat. Jumlah ayat dalam al Qur’an 6236 ayat, berapakah jumlah hadis shahih dari Nabi SAW.
Al-Hafidz Ibnu Hajar al Asqolani dalam kitabnya: an Nakt ‘ala kitab Ibnish-Sholah halaman 992 menuturkan: Abu Ja’far Muhammad bin al Husain dalam kitab at Tamyiiz dari Syu’bah, ats-Tsauri, Yahya bin Sa’id, Ibnul Mahdi, Ahmad bin Hanbal dll, bahwa jumlah hadits musnad dari Nabi saw (yakni yang shahih tanpa pengulangan) sebanyak 4.400 hadits saja.
Jumlah ini lebih banyak dari yang disebutkan al-Hafidz Ibnu Rajab dari Imam Abu Dawud yang menyebutkan hanya 4.000 saja (Jami’ al ulum wal hikam:9). Tentu yang dimaksudkan mereka, adalah hadits shahih seputar hukum.
Total keseluruhan dari 9 kitab hadits yang disebutkan berjumlah 11.830 hadits. Sedangkan yang shahih sebagaimana disebutkan dimuka hanya 4.400 hadits.
Betapa lebih banyak hadits dloif dan maudlu yaitu 62.8% dari pada hadits yang shahih yaitu 37.2%.
Jumlah total hadits diatas belum lagi ditambah hadits mandiri dalam kitab shahih Ibnu Khuzaimah, shahih Ibnu Hibban dll.
Syeikh al-Ghumari berpendapat, pernyatan ulama mutaqoddimin yang menghitung hadits shahih sekitar 5.000 an itu hanya yang shahih lidzatih belum mencakup yang hasan. Adapun bila gabungan keduanya tanpa berulang menurut beliau mencapai 30.000 hadits sedangkan yang dloif dan maudlu mencapai 70.000 hadits. Dua kali lipat lebih, hadits dloif dan palsu melebih jumlah hadits yang shahih.
Paparan sederhana diatas cukup menjadi penyemangat para thullab ilmu hadits, berupaya maksimal untuk memilah hadits shahih dan hadits dloif demi menjaga keaslian Sunnah yang telah diajarkan oleh Rasulillah saw 14 abad yang lalu.
“Barang siapa yang taat kepada Rasul, maka sungguh dia telah taat kepada Allah.” (QS an-Nisa:80). “…
“Biarkanlah apa adanya masalah yang kutinggalkan untuk kalian. Sesungguhnya orang-orang yang sebelum kalian mendapat celaka karena banyak tanya dan suka mendebat Nabi mereka. Oleh karena itu, jika kuperintahkan untuk mengerjakan sesuatu, maka laksanakanlah sebisa-bisanya, dan apabila kularang kalian mengerjakan sesuatu, maka hentikanlah segera.” (HR Muslim).
Semoga kita senantiasa dianugerahkan kemampuan dan kekuatan untuk selalu melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya.