Meminjamkan kepada Allah, maka Allah akan Mengembalikannya dengan Berlipat Ganda

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَلَقَدْ  اَخَذَ  اللّٰهُ  مِيْثَا قَ  بَنِيْۤ  اِسْرَآءِيْلَ  ۚ وَبَعَثْنَا  مِنْهُمُ  اثْنَيْ  عَشَرَ  نَقِيْبًا  ۗ وَقَا لَ  اللّٰهُ  اِنِّيْ  مَعَكُمْ  ۗ لَئِنْ  اَقَمْتُمُ  الصَّلٰوةَ  وَاٰ تَيْتُمُ  الزَّكٰوةَ  وَاٰ مَنْتُمْ  بِرُسُلِيْ  وَعَزَّرْتُمُوْهُمْ  وَاَ قْرَضْتُمُ  اللّٰهَ  قَرْضًا  حَسَنًا  لَّاُكَفِّرَنَّ  عَنْكُمْ  سَيِّاٰتِكُمْ  وَلَاُ دْخِلَـنَّكُمْ  جَنّٰتٍ  تَجْرِ يْ  مِنْ  تَحْتِهَا  الْاَ نْهٰرُ  ۚ فَمَنْ كَفَرَ  بَعْدَ  ذٰلِكَ  مِنْكُمْ  فَقَدْ  ضَلَّ  سَوَآءَ  السَّبِيْلِ

“Dan sungguh, Allah telah mengambil perjanjian dari Bani Israil dan Kami telah mengangkat dua belas orang pemimpin di antara mereka. Dan Allah berfirman, Aku bersamamu. Sungguh, jika kamu melaksanakan sholat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, pasti akan Aku hapus kesalahan-kesalahanmu, dan pasti akan Aku masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Tetapi barang siapa kafir di antaramu setelah itu, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.” (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 12)

Pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik, pasti akan Aku hapus kesalahan-kesalahanmu, dan pasti akan Aku masukkan ke dalam surga

مَنْ  ذَا  الَّذِيْ  يُقْرِضُ  اللّٰهَ  قَرْضًا  حَسَنًا  فَيُضٰعِفَهٗ  لَهٗۤ  اَضْعَا فًا  کَثِيْرَةً  ۗ وَا للّٰهُ  يَقْبِضُ  وَيَبْصُۜطُ  ۖ وَ  اِلَيْهِ  تُرْجَعُوْنَ

“Barang siapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (QS Al-Baqarah 2: Ayat 245)

مَنْ  ذَا  الَّذِيْ  يُقْرِضُ  اللّٰهَ  قَرْضًا  حَسَنًا  فَيُضٰعِفَهٗ  لَهٗ  وَلَهٗۤ  اَجْرٌ  كَرِ يْمٌ
“Barang siapa meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan mengembalikannya berlipat ganda untuknya, dan baginya pahala yang mulia.” (QS. Al-Hadid 57: Ayat 11)

Masih ada beberapa ayat dalam al Quran; meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan mengembalikannya berlipat ganda.

Demikian manisnya Allah SWT membahasakan infak dan sedekah. Allah menamakan infak dan sedekah dengan istilah pinjaman. Mereka yang bersedekah berarti meminjamkan sesuatu kepada Allah. Kemudian, di akhirat kelak pinjaman tersebut dibayarkan Allah dengan kenikmatan surga. Tentulah, Sang Khaliq tidak akan ingkar kepada hamba-Nya yang telah mengeluarkan pinjaman.

Para sahabat begitu kuat dan besar keimanannya terhadap setiap apa yang disampaikan oleh Rasulullah. Ketika Rasul menyampaikan tentang pahala yang berlipat ganda atas sedekah yang diberikan, para sahabat—dalam hal ini diwakili oleh Abu Dahdah—dengan begitu ringannya melepas harta kekayaan yang terbaik yang dimiliki demi memilih mendapatkan anugerah yang lebh besar kelak di akherat.

Keyakinan inilah yang dipegang secara bulat oleh Abu Dahdah dan istrinya. Tanpa keyakinan penuh akan janji Allah, tentu tak akan ada orang yang mau menginfakkan sebuah kebun yang sangat luas dan indah itu. Keyakinan yang mantap itulah yang harus ada dalam diri setiap mukmin.

Pertanyaannya, seberapa yakinkah kita dengan janji Allah? Benarkah kita yakin, dengan sedekah yang kita keluarkan akan mendapatkan ganjaran yang berlipat-lipat di dunia hingga di akhirat kelak? Jika yakin itu benar-benar ada, maka tentu kita akan meminjamkan semua benda keduniawian kita kepada Allah, kemudian mengharapkan pengembaliannya di akhirat kelak.

Semoga kita semakin banyak memberikan pinjaman kepada Allah berupa sedekah dan infak yang pengembaliannya dilipat gandakan nanti di akhirat berupa syurga