Manusia akan Selalu Mendapatkan Ujian

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

لَـتُبْلَوُنَّ  فِيْۤ  اَمْوَا لِكُمْ  وَاَ نْفُسِكُمْ   ۗ وَلَـتَسْمَعُنَّ  مِنَ  الَّذِيْنَ  اُوْتُوا  الْكِتٰبَ  مِنْ  قَبْلِكُمْ  وَمِنَ  الَّذِيْنَ  اَشْرَكُوْۤا  اَذًى  كَثِيْـرًا   ۗ وَاِ نْ  تَصْبِرُوْا  وَتَتَّقُوْا  فَاِ نَّ  ذٰلِكَ  مِنْ  عَزْمِ  الْاُ مُوْرِ

“Kamu pasti akan diuji dengan hartamu dan dirimu. Dan pasti kamu akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang musyrik. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) diutamakan.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 186)

Manusia akan selalu mendapatkan ujian

اَحَسِبَ  النَّا سُ  اَنْ  يُّتْرَكُوْۤا  اَنْ  يَّقُوْلُوْۤا  اٰمَنَّا  وَهُمْ  لَا  يُفْتَـنُوْنَ

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, Kami telah beriman dan mereka tidak diuji?”
(QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 2)

Ujian itu ada yang berupa keburukan dan ada yang berupa kebaikan

كُلُّ  نَفْسٍ  ذَآئِقَةُ  الْمَوْتِ   ۗ وَنَبْلُوْكُمْ  بِا لشَّرِّ  وَا لْخَيْرِ  فِتْنَةً   ۗ وَاِ لَيْنَا  تُرْجَعُوْنَ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya 21: Ayat 35)

Sesungguhnya ujian itu ada yang menyenangkan dan ada yang mengecewakan. Namun banyak orang yang meminta pada kekayaan dalam setiap do’anya. Artinya, minta diuji dengan hal yang menyenangkan.

“Dalam riwayat At Tirmidzi, sesungguhnya setiap umat ada ujian dan ujian bagi umatku ialah harta kekayaan,” jelasnya. “Demi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku kuatirkan atas kamu, tetapi aku kuatir dengan kemewahan dunia yang kamu dapat seperti orang terdahulu lalu kamu bergelimang dalam kemewahan hingga binasa seperti binasanya orang terdahulu,” sabda Rasullullah SAW dalam Hadist Bukhori.

Untuk itu, kekayaan adalah rahmat sekaligus ujian, untuk menguji apakah kita mampu bersyukur dan mau mengeluarkan sebagian harta untuk zakat infak shodakoh. “Nanti kita akan ditanya dari mana dan untuk apa harta yang dimiliki,” Diuji dalam keburukan/hal yang mengecewakan dan kita bisa bersabar itu lebih utama.

“Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi RabbNya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.” (HR. at-Tirmidzi).

Semoga kita mendapatkan harta yang halal dan membelanjakannya yang diridhai Allah SWT.