Makna Bathil dan Contohnya

‎بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ

‎ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

‎سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ.

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَلَا  تَأْكُلُوْۤا  اَمْوَا لَـكُمْ  بَيْنَكُمْ  بِا لْبَا طِلِ  وَتُدْلُوْا  بِهَاۤ  اِلَى  الْحُـکَّامِ  لِتَأْکُلُوْا  فَرِ يْقًا  مِّنْ  اَمْوَا لِ  النَّا سِ  بِا لْاِ ثْمِ  وَاَ نْـتُمْ  تَعْلَمُوْنَ

“Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 188)

Pada dasarnya, kata batil atau bathil merupakan lawan kata dari hakikat atau kebenaran. Kata yang berasal dari bahasa Arab ini kerap kali dikaitkan dengan jual beli harta atau pernikahan.
batil berasal dari kata bathala yang berarti rusak, salah, palsu, tidak syah, tidak memenuhi syarat rukun, keluar dari kebenaran, terlarang, atau haram menurut ketentuan agama. Secara umum, batil merupakan kondisi rusak lantaran ada syarat atau rukun yang ditinggalkan ketika mengerjakan sesuatu.

Bathil seringnya dikaitkan dengan harta, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ رِجَالاً يَتَخَوَّضُوْنَ فِيْ مَالِ اللَّهِ بِغَيْرِ حَقٍّ فَلَهُمُ النَّارُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Sesungguhnya orang-orang yang memperolok-olok harta Allah (baca: menggunakannya dengan cara yang tidak benar), bagi mereka adalah neraka pada hari kiamat” (HR. Bukhari no. 3118).

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An-Nisa’ ayat 29).

Adapun contoh batil adalah membelanjakan harta pada jalan maksiat, memakan harta orang lain dengan berjudi, jalan riba, menipu, menganiaya, mengancam…

Hidup kita harus mengikuti apa yang sudah ditetapkan dalam Al-Qur’an.

Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan hidayah kepada kita untuk selalu taat kepada Allah SWT.