Kisah Azab Umat Terdahulu yang Disebutkan dalam Al Quran

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

اِنْ  يَّشَأْ  يُذْهِبْكُمْ  اَيُّهَا  النَّا سُ  وَيَأْتِ  بِاٰ خَرِ يْنَ   ۗ وَكَا نَ  اللّٰهُ  عَلٰى  ذٰلِكَ  قَدِيْرًا

“Kalau Allah menghendaki, niscaya dimusnahkan-Nya kamu semua wahai manusia! Kemudian Dia datangkan (umat) yang lain (sebagai penggantimu). Dan Allah Maha Kuasa berbuat demikian.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 133)

Dengan tegas Allah menyatakan pada ayat ini bahwa kalau Allah menghendaki untuk memusnahkanmu karena kekafiranmu terhadapnya, niscaya dimusnahkan-Nya kamu semua, wahai manusia! kemudian setelah kemusnahanmu itu, dia datangkan umat yang lain sebagai penggantimu. Dan Allah mahakuasa, dan tidak ada halangan sedikit pun bagi-Nya untuk berbuat demikian.

Barang siapa di antara kalian, wahai manusia, menghendaki pahala di dunia ini sebagai ganjaran atas perbuatan baik dan amal saleh yang telah ia lakukan, maka ketahuilah bahwa di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat, yang lebih baik dan lebih tinggi nilainya daripada apa yang ia dapatkan di dunia ini. Lalu mengapa ia meminta yang lebih rendah, tidak meminta yang lebih tinggi nilainya’ dan hendaklah hamba-Nya memohon kepada-Nya kebaikan dunia dan akhirat karena Allah maha mendengar apa yang diucapkan dan didoakan hamba-hamba-Nya, maha melihat apa yang diperbuat mereka.(Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat An-Nisa Ayat 133).

Kisah tentang azab yang menimpa umat-umat terdahulu dapat kita jumpai dalam surat Al-Ankabut, Al Najm, Hud, Qaf, An Naml, Yunus, Qasas, Saba, dan Ad Dukhan. Sejumlah surat tersebut juga menceritakan kaum yang dibinasakan Allah SWT.
Azab Allah SWT adalah hal yang nyata adanya. Dalam surat Al-Ankabut ayat 21 Dia berfirman:

يُعَذِّبُ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَرْحَمُ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚوَاِلَيْهِ تُقْلَبُوْنَ – ٢١

“Dia (Allah) mengazab siapa yang Dia kehendaki dan memberi rahmat kepada siapa yang Dia kehendaki, dan hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan.”

Tidak ada seorang pun yang bisa lepas dari azab Allah. Bahkan, orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan mereka yang berputus asa dari rahmat-Nya akan mendapatkan azab yang pedih.

وَمَآ اَنْتُمْ بِمُعْجِزِيْنَ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِى السَّمَاۤءِ ۖوَمَا لَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ ࣖ – ٢٢ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَلِقَاۤىِٕهٖٓ اُولٰۤىِٕكَ يَىِٕسُوْا مِنْ رَّحْمَتِيْ وَاُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ – ٢٣

“Dan kamu sama sekali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) baik di bumi maupun di langit, dan tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah. Dan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan-Nya, mereka berputus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu akan mendapat azab yang pedih.” (QS. Al-Ankabut: 22-23).

Kisah Azab Umat Terdahulu
Berikut beberapa kisah tentang azab yang menimpa umat-umat terdahulu sebagaimana terdapat dalam Al-Qur’an.

1. Surat Al-Ankabut Ayat 14
Surat Al-Ankabut ayat 14 mengisahkan tentang azab yang diberikan kepada kaum Nabi Nuh AS yang durhaka kepadanya. Allah SWT kemudian mengirimkan banjir bandang dan menenggelamkan mereka.

وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖ فَلَبِثَ فِيْهِمْ اَلْفَ سَنَةٍ اِلَّا خَمْسِيْنَ عَامًا ۗفَاَخَذَهُمُ الطُّوْفَانُ وَهُمْ ظٰلِمُوْنَ – ١٤

“Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun. Kemudian mereka dilanda banjir besar, sedangkan mereka adalah orang-orang yang zalim.”

2. Surat An Najm Ayat 50
Surat An Najm ayat 50 menceritakan bahwa Allah SWT membinasakan kaum ‘Ad yang pertama, kaum Nabi Hud AS. Kemenag menjelaskan dalam tafsirnya, yang dimaksud dengan kaum ‘Ad yang kedua ialah kaum Iram bin Sam bin Nuh.

وَاَنَّهٗٓ اَهْلَكَ عَادًا ۨالْاُوْلٰىۙ – ٥٠

“dan sesungguhnya Dialah yang telah membinasakan kaum ‘Ad dahulu kala,”

3. Surat Hud Ayat 68
Allah SWT juga menceritakan kisah tentang azab bagi kaum Samud melalui firman-Nya dalam surat Hud ayat 68. Kaum Samud adalah kaum yang mengingkari Nabi Saleh AS.

كَاَنْ لَّمْ يَغْنَوْا فِيْهَا ۗ اَلَآ اِنَّ ثَمُوْدَا۠ كَفَرُوْا رَبَّهُمْ ۗ اَلَا بُعْدًا لِّثَمُوْدَ ࣖ – ٦٨

“Seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu. Ingatlah, kaum samud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, binasalah kaum samud.”

4. Surat Qaf Ayat 12
Surat Qaf ayat 12 menjelaskan tentang beberapa kaum yang mendustakan para rasul terdahulu. Dia berfirman:

كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوْحٍ وَّاَصْحٰبُ الرَّسِّ وَثَمُوْدُ – ١٢

“Sebelum mereka, kaum Nuh, penduduk Rass dan Samud telah mendustakan (rasul-rasul),”

5. Surat An Naml Ayat 54
Surat An Naml ayat 54 mengisahkan tentang kaum Nabi Luth AS yang berkelakuan menyimpang. Mereka adalah kaum Sodom yang menyukai sesama jenis.

وَلُوْطًا اِذْ قَالَ لِقَوْمِهٖٓ اَتَأْتُوْنَ الْفَاحِشَةَ وَاَنْتُمْ تُبْصِرُوْنَ – ٥٤

“Dan (ingatlah kisah) Lut, ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah (keji), padahal kamu melihatnya (kekejian perbuatan maksiat itu)?”

6. Surat Saba Ayat 16
Surat Saba ayat 15 dan 16 menjelaskan tentang betapa pedihnya azab Allah SWT yang diturunkan kepada kaum Saba.

لَقَدْ كَانَ لِسَبَاٍ فِيْ مَسْكَنِهِمْ اٰيَةٌ ۚجَنَّتٰنِ عَنْ يَّمِيْنٍ وَّشِمَالٍ ەۗ كُلُوْا مِنْ رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوْا لَهٗ ۗبَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَّرَبٌّ غَفُوْرٌ – ١٥ فَاَعْرَضُوْا فَاَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنٰهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ اُكُلٍ
خَمْطٍ وَّاَثْلٍ وَّشَيْءٍ مِّنْ سِدْرٍ قَلِيْلٍ – ١٦

“Sungguh, bagi kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan), “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka Kami kirim kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit pohon Sidr.”

7. Surat Qasas Ayat 40
Surat Qasas ayat 40 menceritakan tentang azab yang diturunkan kepada Firaun dan bala tentaranya. Mereka tenggelam dalam laut, sedangkan kaum Nabi Musa AS selamat.

فَاَخَذْنٰهُ وَجُنُوْدَهٗ فَنَبَذْنٰهُمْ فِى الْيَمِّ ۚفَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الظّٰلِمِيْنَ – ٤٠

“Maka Kami siksa dia (Fir’aun) dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang zalim.”

Selain ketujuh surat di atas, kisah tentang azab yang menimpa umat terdahulu juga terdapat dalam surat Yasin: 13, Al Araf: 163, Al Furqan: 38, At Taubah: 70, Al Hijr: 78, Thaha: 40, hingga Asy Syu’ara: 176.

Sampaikanlah kisah kisah untuk dijadikan ibrah (pelajaran)

فَا قْصُصِ  الْقَصَصَ  لَعَلَّهُمْ  يَتَفَكَّرُوْنَ

“Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir.”(QS. Al-A’raf 7: Ayat 176)

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah kisah terdahulu.