Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ لَيَجْمَعَنَّكُمْ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ لَا رَ يْبَ فِيْهِ ۗ وَمَنْ اَصْدَقُ مِنَ اللّٰهِ حَدِيْثًا
“Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Dia pasti akan mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak diragukan terjadinya. Siapakah yang lebih benar perkataan(Nya) daripada Allah?”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 87)
Kiamat yang tidak diragukan terjadinya
Tidak ada yang tahu pasti kapan terjadinya kiamat. Namun, kedatangannya merupakan sebuah kepastian yang tidak boleh diragukan. Alquran sendiri pun tidak merinci kapan hari akhir itu terjadi.
Kewajiban mengimani kedatangan kiamat merupakan salah satu rukun Islam. Hari kiamat merupakan rahasia Allah SWT yang tidak dapat sedikitpun diketahui manusia kapan waktunya. Kiamat merupakan misteri namun umat Muslim diwajibkan percaya terhadap hal itu, sebab kedatangannya adalah pasti.
Allah SWT tidak memberitahukan kapan datangnya kiamat itu kepada siapa pun makhluknya. Hal ini sebagaimana yang ditegaskan Allah dalam Alquran surah Luqman ayat 34 yang artinya: “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat. Dan Dialah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada di dalam rahim,”.
Untuk itu, kiamat tetaplah misteri yang tidak diketahui kecuali oleh Allah. Dia akan mendatangi manusia secara tiba-tiba, tetapi waktu kedatangannya sudah dekat. Allah berfirman dalam Alquran surah Al-Qamar ayat 1 yang artinya: “Telah dekat (datangnya) kiamat dan telah terbenam bulan.”
Namun begitu, Allah memberikan isyarat-isyarat atau tanda kedatangan kiamat. Di antara tanda-tanda kedatangan kiamat adalah keluarnya binatang melata.
Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah SWT di Alquran surah An-Naml ayat 82, yang artinya: “Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.”
Kiamat juga ditandai dengan keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, turunnya Nabi Isa, hingga munculnya asap di langit sebagaimana yang disebukan Allah dalam Alquran surah ad-Dukhan ayat 10-11 yang artinya: “Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata. Yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih,”.
Az Zumar : 60. “Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, mukanya menjadi hitam. Bukankah dalam neraka Jahanam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.”
Bohong bisa menjadi kebiasaan lumrah bagi sebagian orang. Banyaknya kebohongan di muka bumi pun menjadi salah satu tanda kiamat kecil seperti yang disampaikan Nabi Muhammad SAW dalam hadisnya.
Nabi SAW berdabda: “Sesungguhnya termasuk tanda-tanda kiamat kecil adalah banyak kebohongan.” (HR. Muslim)
Doa memohon agar tidak dihinakan saat hari kiamat
Doa ini termaktub dalam Al-Qur’an surat Asy-Syu’ara ayat 87-89
وَلَا تُخْزِنِى يَوْمَ يُبْعَثُونَ . يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ . إِلَّا مَنْ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
“Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan. (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (Q.S. Asy-Syu’ara: 87-89)