Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman;
قَا لَ رَبِّ بِمَاۤ اَغْوَيْتَنِيْ لَاُ زَ يِّنَنَّ لَهُمْ فِى الْاَ رْضِ وَلَاُ غْوِيَـنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَ ۙ
“Ia (Iblis) berkata, Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya,” (QS. Al-Hijr 15: Ayat 39)
Kejahatan terasa indah, itulah tipu daya iblis
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI : Mengetahui permohonannya dikabulkan oleh Allah, ia (Iblis) berkata, “Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, yaitu mendapat kutukan dan dijauhkan dari rahmat-Mu, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka, sehingga mereka menganggap baik perbuatan-perbuatan maksiat di bumi yang memalingkan dan menjauhkan mereka dari ibadah kepada-Mu, dan aku dengan segala daya dan cara akan menyesatkan mereka semuanya dari jalan lurus yang Engkau ridai.”
Inti Tadabur Al-Hijr Ayat 39
1. Senjata utama Iblis adalah menghias kebatilan.
Iblis tidak selalu mengajak manusia kepada kejahatan dengan wajah yang menakutkan. Justru ia membuat dosa tampak menarik, wajar, menguntungkan, bahkan terlihat sebagai kebaikan.
2. Tidak semua yang terlihat indah itu benar.
Manusia sering tertipu oleh penampilan, popularitas, keuntungan, atau kesenangan sesaat. Padahal sesuatu yang tampak indah bisa saja menjauhkan dari Allah.
3. Godaan terbesar adalah ketika dosa tidak lagi terasa sebagai dosa.
Ketika maksiat dianggap biasa, kesombongan dianggap harga diri, riba dianggap kecerdasan bisnis, atau fitnah dianggap hiburan, saat itulah tipu daya Iblis bekerja.
4. Hidayah menuntun manusia melihat hakikat, bukan sekadar penampilan.
Orang yang mendapat petunjuk Allah akan berusaha menilai sesuatu berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah, bukan hanya berdasarkan perasaan atau hawa nafsu.
“Iblis tidak selalu mengajak manusia kepada kejahatan secara terang-terangan, tetapi menghias dosa sehingga terlihat indah dan layak untuk diikuti.” (Tadabur QS. Al-Hijr: 39).
Bahaya terbesar bukan ketika seseorang melakukan dosa, tetapi ketika ia merasa dosanya adalah kebaikan.
Allah juga mengingatkan: “Apakah orang yang dijadikan terasa indah perbuatan buruknya lalu dia memandangnya sebagai sesuatu yang baik…” (QS. Fathir: 8)
“Tipu daya Iblis bukan membuat manusia melihat dosa sebagai dosa, tetapi membuat dosa tampak sebagai kebaikan, keuntungan, kebebasan, atau kebutuhan.”
Pada saat seseorang melakukan korupsi dalihnya semua orang juga melakukannya”, “Ini hanya uang terima kasih”, “Untuk keluarga dan masa depan anak.”
Bertransaksi dengan riba, dalihnya “Cara cepat kaya”, “Bisnis modern”, “Tanpa utang tidak bisa maju.”
Orang meninggalkan shalat dalihnya “Masih sibuk bekerja”, “Nanti kalau sudah tua.”
“Waspadalah, karena kebatilan yang paling berbahaya bukan yang tampak buruk, melainkan yang telah dihias sehingga terlihat indah.” (Tadabur QS. Al-Hijr: 39)
Doa supaya tidak tertipu dengan tipu daya iblis;
اللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ، وَأَرِنِي الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنِي اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنِي الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنِي اجْتِنَابَهُ، وَأَعِذْنِي مِنْ تَزْيِينِ الشَّيْطَانِ وَمِنْ فِتْنَتِهِ وَغُرُورِهِ.
“Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu. Tunjukkanlah kepadaku kebenaran sebagai kebenaran dan karuniakanlah kemampuan untuk mengikutinya. Tunjukkanlah kepadaku kebatilan sebagai kebatilan dan karuniakanlah kemampuan untuk menjauhinya. Lindungilah aku dari hiasan dan tipu daya setan, dari fitnah dan tipuannya.”