Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
قَا لَ فِرْعَوْنُ اٰمَنْتُمْ بِهٖ قَبْلَ اَنْ اٰذَنَ لَـكُمْ ۚ اِنَّ هٰذَا لَمَكْرٌ مَّكَرْتُمُوْهُ فِى الْمَدِيْنَةِ لِتُخْرِجُوْا مِنْهَاۤ اَهْلَهَا ۚ فَسَوْفَ تَعْلَمُوْنَ
“Fir’aun berkata, Mengapa kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya ini benar-benar tipu muslihat yang telah kamu rencanakan di kota ini, untuk mengusir penduduknya. Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu ini).” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 123)
Ancaman dari pemimpin yang zalim
Dalam tafsir Ringkas Kementrian Agama RI; Melihat itu, Fir’aun pun terkejut dan naik pitam. Fir’aun berkata, “Mengapa kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu?” Tanpa menanyakan terlebih dahulu sebab mereka beriman, Fir’aun melontarkan tuduhan, “Sesungguhnya ini benar-benar tipu muslihat yang telah kamu rencanakan bersama Musa dan Harun di kota ini, yakni Mesir, untuk mengusir penduduknya.
Ia pun mengancam mereka, “Kelak kamu akan mengetahui apa yang akan aku lakukan untuk kamu, sebagai akibat perbuatanmu dengan beriman kepada Musa dan Harun, serta sebagai siksaan dari persekongkolan dan tipu muslihat yang kalian lakukan.” Begitulah, penguasa tiran akan mengancam bila tersudut dan terpojokkan…
Kisah kekejaman Firaun terhadap Bani Israil diceritakan dalam Al-Qur’an.
وَاِ ذْ نَجَّيْنٰکُمْ مِّنْ اٰلِ فِرْعَوْنَ يَسُوْمُوْنَكُمْ سُوْٓءَ الْعَذَا بِ يُذَبِّحُوْنَ اَبْنَآءَكُمْ وَيَسْتَحْيُوْنَ نِسَآءَكُمْ ۗ وَفِيْ ذٰلِكُمْ بَلَآ ءٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ عَظِيْمٌ
Dan (ingatlah) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir’aun dan) pengikut-pengikut Fir’aun. Mereka menimpakan siksaan yang sangat berat kepadamu. Mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhanmu.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 49)
اِنَّ فِرْعَوْنَ عَلَا فِى الْاَ رْضِ وَجَعَلَ اَهْلَهَا شِيَـعًا يَّسْتَضْعِفُ طَآئِفَةً مِّنْهُمْ يُذَبِّحُ اَبْنَآءَهُمْ وَيَسْتَحْيٖ نِسَآءَهُمْ ۗ اِنَّهٗ كَا نَ مِنَ الْمُفْسِدِيْنَ
“Sungguh, Fir’aun telah berbuat sewenang-wenang di bumi dan menjadikan penduduknya berpecah-belah, dia menindas segolongan dari mereka (Bani Israil), dia menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak perempuan mereka. Sungguh, dia (Fir’aun) termasuk orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qasas 28: Ayat 4)
Bani Israil pada awalnya merupakan bagian dari kelompok masyarakat terbaik di Mesir. Namun sayangnya, mereka dipimpin oleh seorang raja yang zalim, durhaka, melampaui batas, dan kafir.
Menurut Tafsir Ibnu Katsir, maksud kekejaman Firaun dalam ayat tersebut adalah bertindak di luar batas, zalim, dan sewenang-wenang demi menuruti nafsu duniawi. Firaun juga telah menyimpang dari ajaran Tuhan.
Beberapa kekejaman Firaun sebagaimana diterangkan Ibnu Katsir adalah menjadikan penduduk di negerinya terpecah belah. Ia membeda-bedakan rakyatnya atas dasar strata sosial dan kelompok tertentu.
Firaun juga terus menindas dan bertindak sewenang-wenang terhadap kelompok yang tidak disukainya, yaitu Bani Israil yang berasal dari keturunan Nabi Ya’qub AS.
Raja Mesir era Nabi Musa AS tersebut memerintahkan rakyatnya untuk selalu taat dan menyembah dirinya. Bahkan ia juga menuntut para prajuritnya untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang ada di wilayah kekuasaannya.
Pada masa itu, kaum Bani Israil memang rajin dan aktif dalam mempelajari kitab yang diwariskan oleh Nabi Ibrahim AS. Dalam kitab itu disebutkan bahwa akan lahir seorang anak laki-laki keturunan Ibrahim AS yang akan menghancurkan raja Mesir.
Berita mengenai kelahiran bayi laki-laki Bani Israil yang akan memimpin Mesir sudah menyebar luas di kalangan masyarakat. Sampai suatu saat terdengar oleh Firaun.
Firaun pun takut kekuasaannya akan hancur, sehingga ia membuat sebuah peraturan biadab yakni membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir di bawah kerajaannya.
Namun demikian, Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Tentu saja takdir-Nya akan tetap terjadi tidak peduli seberapa kuat seorang manusia mencoba menghambat. Dialah Tuhan sesungguhnya, Yang Maha Perkasa.
Ternyata, anak laki-laki yang diberitakan dalam kitab orang-orang Bani Israil itu benar-benar ada dan selamat hingga ia dewasa. Bahkan, bayi itu dirawat sendiri oleh Firaun layaknya anak kandungnya.
Ia memakan makanan yang sama, mengenakan pakaian yang sama, dan mengendarai kendaraan yang sama dengan Firaun. Anak laki-laki itu kemudian tumbuh menjadi seorang nabi utusan Allah SWT, Nabi Musa AS.
Nabi Musa AS, anak angkat Firaun, sendirilah yang kemudian menghancurkan dan menumpas kezalimannya terhadap rakyatnya, terutama kepada Bani Israil.
Pada akhirnya, raja zalim, kejam, dan melampaui batas ini diazab oleh Allah SWT dengan ditenggelamkan di Laut Merah bersama pengikutnya yang sama sesatnya.
وَاِذْ فَرَقْنَا بِكُمُ الْبَحْرَ فَاَنْجَيْنٰكُمْ وَاَغْرَقْنَآ اٰلَ فِرْعَوْنَ وَاَنْتُمْ تَنْظُرُوْنَ ٥٠
“(Ingatlah) ketika Kami membelah laut untukmu, lalu Kami menyelamatkanmu dan menenggelamkan (Fir’aun dan) pengikut-pengikut Fir’aun, sedangkan kamu menyaksikan(-nya).” (QS Al Baqarah: 50).
Doa supaya diberi pemimpin yang bijak;
“Ya Allah, permudahkanlah jalan bagi keadilan di muka bumi ini. Hilangkanlah kezaliman dan kejahatan dari hati manusia. Berikanlah hikmah kepada pemimpin untuk memimpin dengan kebijaksanaan dan keadilan. Lindungilah yang lemah dari tindakan yang zalim. Amin.”