Kalau Menghadapi Ancaman/Tekanan, Kafir akan Berkata; Kami tidak Mempersekutukan Allah

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

ثُمَّ  لَمْ  تَكُنْ  فِتْـنَـتُهُمْ  اِلَّاۤ  اَنْ  قَا لُوْا  وَا للّٰهِ  رَبِّنَا  مَا  كُنَّا  مُشْرِكِيْنَ

“Kemudian tidaklah ada jawaban bohong mereka, kecuali mengatakan, Demi Allah, ya Tuhan kami, tidaklah kami mempersekutukan Allah.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 23)

Kalau menghadapi ancaman/tekanan, kafir akan berkata; kami tidak mempersekutukan Allah

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI menjelaskan; Kemudian Allah menerangkan dalam ayat ini bahwa ketika mereka tidak dapat memberikan jawaban untuk mempertanggungjawabkan kemusyrikan mereka sewaktu di dunia, mereka lalu menjawab dengan sumpah bahwa mereka bukanlah orang-orang yang mempersekutukan Allah. Demikianlah akhir dari segala kekafiran dan kemusyrikan mereka. Sewaktu di dunia mereka telah menganut agama nenek moyang mereka.

Untuk sembahan-sembahan dan pujaan-pujaan itu, mereka rela mati terbunuh dalam peperangan. Tetapi pada akhirnya, mereka membersihkan diri dari kemusyrikan dan kekafiran itu. Seraya bersumpah, bahwa mereka mengingkari sembahan-sembahan mereka sendiri. Mereka mengira bahwa pernyataan mereka demikian itu ada manfaatnya bagi mereka, tetapi sebaliknya justeru hal itu menambah dosa baru bagi mereka.

Tindakan dan perbuatan mereka menjadi saksi atas kemusyrikan mereka. Kaki dan tangan mereka akan menceritakan semua dosa mereka. Oleh sebab itu, pada akhirnya mereka akan mengakui kekafiran mereka.

وَ  اِذَا  رَاَ  الَّذِيْنَ  اَشْرَكُوْا  شُرَكَآءَهُمْ  قَا لُوْا  رَبَّنَا  هٰۤؤُلَآ ءِ  شُرَكَآ ؤُنَا  الَّذِيْنَ  كُنَّا  نَدْعُوْا  مِنْ  دُوْنِكَ  ۚ فَاَ لْقَوْا  اِلَيْهِمُ  الْقَوْلَ  اِنَّكُمْ  لَـكٰذِبُوْنَ

“Dan apabila orang yang menyekutukan (Allah) melihat sekutu-sekutu mereka, mereka berkata, Ya Tuhan kami, mereka inilah sekutu-sekutu kami yang dahulu kami sembah selain Engkau. Lalu sekutu mereka menyatakan kepada mereka, Kamu benar-benar pendusta.” (QS. An-Nahl 16: Ayat 86)

Dalam ayat ini disebutkan bahwa ketika orang-orang yang menyekutukan Allah swt melihat sembahan-sembahan mereka pada hari kiamat, mereka pun berkata kepada Allah sambil menuduh sembahan-sembahan itu, “Mereka inilah sekutu-sekutu kami yang dahulu kami sembah selain Engkau.” Mereka menunjuk kepada sembahan itu untuk mengalihkan dosa yang mereka pikul kepadanya. Mereka mengira dengan berbuat demikian mereka dapat menghindarkan diri dari azab neraka atau menguranginya.

Sebenarnya mereka sudah mengetahui pasti akan dimasukkan ke dalam neraka, namun sudah menjadi sifat manusia, mereka masih mencari-cari jalan untuk membebaskan diri dari kebinasaan itu. Keadaan mereka seperti seorang yang akan tenggelam, sehingga akan memegang apa saja yang tersentuh oleh tangan untuk menyelamatkan diri. Ketika mereka berusaha mengalihkan penderitaan itu kepada sembahan-sembahan mereka, sembahan itu segera melontarkan tuduhan bahwa mereka benar-benar pendusta. Orang-orang musyrik menyembah selain Allah swt atas kesadaran dan kemauan sendiri, bukan karena perintah dari sembahan-sembahan itu.

“Dan mereka telah memilih tuhan-tuhan selain Allah, agar tuhan-tuhan itu menjadi pelindung bagi mereka. Sama sekali tidak! Kelak mereka (sesembahan) itu akan mengingkari penyembahan mereka terhadapnya, dan akan menjadi musuh bagi mereka. (Maryam/19: 81-82).

Larangan yang paling banyak ditemukan dalam al Quran adalah larangan menyekutukan Allah;

وَاِ ذْ  قَا لَ  لُقْمٰنُ  لِا  بْنِهٖ  وَهُوَ  يَعِظُهٗ  يٰبُنَيَّ  لَا  تُشْرِكْ  بِا للّٰهِ  ۗ اِنَّ  الشِّرْكَ  لَـظُلْمٌ  عَظِيْمٌ

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, Wahai anakku! Janganlah engkau menyekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman 31: Ayat 13)

Semoga kita dilindungi-Nya dari kemusyrikan