Ikutilah Apa yang Diwahyukan dan Bersabarlah

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَا تَّبِعْ  مَا  يُوْحٰۤى  اِلَيْكَ  وَا صْبِرْ  حَتّٰى  يَحْكُمَ  اللّٰهُ  ۚ وَهُوَ  خَيْرُ  الْحٰكِمِيْنَ
“Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan. Dialah hakim yang terbaik.”
(QS. Yunus 10: Ayat 109)
Ikutilah apa yang diwahyukan dan bersabarlah
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Allah dalam ayat ini memerintahkan Nabi Muhammad saw supaya dia tetap mengikuti apa yang diwahyukan kepadanya, dan bekerja menurut wahyu itu dan mengajarkannya kepada umat manusia, walaupun mereka tidak beriman kepadanya. Rasul saw juga diminta bersabar menghadapi segala macam gangguan dan penghinaan dalam menjalankan tugas tablig dan dakwah itu. Pada saatnya, keputusan Allah pasti akan datang sebagai hukuman terhadap para musuh agama itu, dan kemenangan atas Rasul dan umatnya sesuai dengan janji Allah kepada orang-orang mukmin. Allah adalah Hakim yang Maha Adil karena Dia memutuskan dengan alasan yang benar. Rasul saw menaati perintah-perintah ini dan dengan penuh kesabaran menunggu keputusan Allah. Ayat-ayat ini merupakan janji Allah yang menyenangkan Rasul dan orang-orang mukmin.
Saatnya akan datang di mana Rasul dan kaum mukmin memperoleh kemenangan dan kaum musyrikin mengalami kehancuran. Allah mewariskan dunia kepada orang-orang Islam, mereka menjadi penguasa-penguasa di bumi, dengan syarat mereka tetap menegakkan agamanya.
Makna Kata “wa-ttabi‘” (وَاتَّبِعْ)
• Bentuk kata ini berasal dari akar kata; ت-ب-ع (ta-ba-‘a), yang berarti mengikuti.
• Kata “ittabi‘” (اتَّبِعْ) adalah fi‘il amr (kata kerja perintah) yang berarti: “Ikutilah!” atau “Patuhilah!”
Dalam ayat ini, “wa-ttabi‘ mā yūḥā ilayk(a)” berarti: “Ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu.”
Apa yang Dimaksud dengan “Mengikuti Wahyu”?. Dalam konteks ayat ini, mengikuti berarti:
1.Mempercayai isi wahyu (Al-Qur’an) sebagai kebenaran mutlak dari Allah.
2.Mengamalkan ajarannya, baik dalam aspek akidah, ibadah, maupun akhlak.
3.Menjadikan wahyu sebagai pedoman hidup, bukan hanya bacaan atau simbol.
4.Tidak mengikuti hawa nafsu atau tekanan manusia, tapi teguh pada kebenaran yang datang dari Allah, walau dalam kondisi sulit.
Pesan Utama dari Ayat Yunus 109:
• Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya diperintahkan untuk teguh dalam mengikuti wahyu.
• Meskipun menghadapi penolakan, fitnah, atau ancaman, tugas utama adalah tetap pada jalan wahyu.
• Kesabaran dan konsistensi adalah bagian penting dalam mengikuti wahyu sampai datang keputusan Allah.
QS. Yunus: 109 ; “Ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah…”
Itu adalah perintah untuk istiqomah:
• Tetap mengikuti wahyu.
• Bersabar atas tantangan dan cobaan.
• Tidak menyimpang ke jalan hawa nafsu atau tekanan luar.
Dalil tentang Istiqomah; “Sesungguhnya orang-orang yang berkata: ‘Tuhan kami adalah Allah’, kemudian mereka istiqomah, maka malaikat akan turun kepada mereka (dan berkata): ‘Jangan takut dan jangan bersedih hati, dan bergembiralah dengan surga yang dijanjikan kepada kalian.’” (QS. Fussilat: 30)
Rasulullah ﷺ juga bersabda: “Katakanlah: Aku beriman kepada Allah, kemudian istiqomahlah.” (HR. Muslim).
Istiqomah (الاستقامة) secara bahasa berarti lurus, teguh, tidak menyimpang. Secara istilah agama, istiqomah berarti: Berpegang teguh pada ajaran Allah dan Rasul-Nya secara terus-menerus, tanpa menyimpang, walau dalam kondisi sulit.
Doa Istiqomah Sesuai Semangat QS Yunus:109
اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ، وَاجْعَلْنِي مِمَّنْ يَتَّبِعُ مَا أُوحِيَ إِلَيْهِ، وَيَصْبِرُ حَتَّى تَقْضِيَ أَمْرَكَ، وَأَنْتَ خَيْرُ الْحَاكِمِينَ
Allāhumma thabbit qalbī ‘alā dīnik, waj‘alnī mimman yattabi‘u mā ūḥiya ilayh, wa yaṣbiru ḥattā taqḍiya amrak, wa anta khayrul-ḥākimīn.
“Ya Allah, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu. Jadikan aku termasuk orang-orang yang mengikuti wahyu-Mu dan bersabar sampai keputusan-Mu datang, dan Engkaulah sebaik-baik pemberi keputusan