Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ ذْ قَا لَ رَبُّكَ لِلْمَلٰٓئِكَةِ اِنِّيْ خَا لـِقٌۢ بَشَرًا مِّنْ صَلْصَا لٍ مِّنْ حَمَاٍ مَّسْنُوْنٍ
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.” (QS. Al-Hijr 15: Ayat 28).
Manusia berasal dari unsur yang sederhana, tetapi Allah memuliakannya dengan ruh, akal, dan petunjuk-Nya; karena itu jangan sombong, bersyukurlah kepada Allah, dan gunakan kemuliaan itu untuk taat kepada-Nya
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI: Dan ingatlah wahai Nabi Muhammad, ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia, yakni Adam, dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk.
Allah juga menyebut manusia berasal dari tanah dan juga dari air mani dalam ayat yang berbeda. Misalnya: “Dan sungguh Kami telah menciptakan manusia dari sari pati yang berasal dari tanah. Kemudian Kami menjadikannya air mani…” (QS. Al-Mu’minun: 12–13)
Ayat ini menunjukkan hubungan antara al Hijr 28 dengan al Mu’minun 12 – 13. Manusia berasal dari tanah karena makanan yang dimakan manusia berasal dari tumbuhan dan hewan yang hidup dari unsur-unsur bumi. Dari nutrisi itu terbentuk sel-sel tubuh, termasuk air mani.
Beberapa tadabur yang dapat diambil dari al Hijr 28;
1. Manusia berasal dari sesuatu yang sederhana
Allah mengingatkan bahwa asal penciptaan manusia adalah tanah, lumpur, dan tanah liat. Ini mengajarkan kerendahan hati. Setinggi apa pun kedudukan, ilmu, jabatan, atau kekayaan seseorang, asalnya tetap dari tanah.
Allah berfirman dalam ayat lain: “Dari bumi (tanah) itulah Kami menciptakan kamu…” (QS. Thaha: 55)
Pelajaran: Jangan sombong karena asal-usul manusia sangat sederhana.
2. Kemuliaan manusia bukan karena bahan penciptaannya
Tanah liat bukanlah bahan yang tampak mulia. Namun Allah menjadikan manusia sebagai makhluk yang dimuliakan dan diberi amanah.
Kemuliaan manusia bukan karena jasadnya, melainkan karena:
Pelajaran: Nilai seseorang tidak ditentukan oleh penampilan, keturunan, atau harta, tetapi oleh iman dan amalnya.
3. Allah menciptakan dengan perencanaan dan ilmu
Allah terlebih dahulu mengabarkan kepada para malaikat bahwa Dia akan menciptakan manusia. Ini menunjukkan bahwa penciptaan Adam bukan kebetulan, melainkan bagian dari rencana dan hikmah Allah.
Pelajaran: Kehidupan manusia di dunia juga bukan tanpa tujuan. Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya.
4. Proses penciptaan menunjukkan kekuasaan Allah
Dari tanah yang tidak bernyawa, Allah menciptakan makhluk yang dapat berpikir, berbicara, mencintai, dan beribadah.
Pelajaran: Jika Allah mampu menciptakan manusia dari tanah, maka membangkitkan manusia setelah mati tentu lebih mudah bagi-Nya.
5. Allah adalah Pembentuk yang Maha Sempurna
Dalam ayat ini disebutkan “lumpur hitam yang diberi bentuk” (hama’in masnun). Ini menunjukkan bahwa Allah membentuk manusia dengan ukuran, susunan, dan fungsi yang sempurna.
Pelajaran: Tubuh manusia adalah tanda kebesaran Allah yang patut disyukuri, bukan disia-siakan.
6. Ayat ini mengajak manusia mengenal dirinya
Para ulama mengatakan: “Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan lebih mudah mengenal kebesaran Tuhannya.”
Ketika seseorang menyadari bahwa dirinya berasal dari tanah dan akan kembali menjadi tanah, ia akan lebih mudah bersikap tawadhu, bersyukur, dan mempersiapkan kehidupan akhirat.
Doa yang relevan untuk tadabur ayat ini
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَوَاضِعِينَ وَلا تَجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَكَبِّرِينَ
Allahumma-j‘alnī minal-mutawādhi‘īn wa lā taj‘alnī minal-mutakabbirīn.
“Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang rendah hati dan jangan Engkau jadikan aku termasuk orang-orang yang sombong.”