encana Allah Selalu Lebih Sempurna dari Rencana Manusia

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَجَآءَ  اِخْوَةُ  يُوْسُفَ  فَدَخَلُوْا  عَلَيْهِ  فَعَرَفَهُمْ  وَهُمْ  لَهٗ  مُنْكِرُوْنَ

“Dan saudara-saudara Yusuf datang (ke Mesir) lalu mereka masuk ke (tempat)nya. Maka dia (Yusuf) mengenal mereka, sedang mereka tidak kenal (lagi) kepadanya.” (QS. Yusuf 12: Ayat 58)

Kelaparan mempertemukan Yusuf dan saudara-saudaranya

Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; Ayat ini menjelaskan bahwa etika menjabat sebagai bendahara kerajaan, Nabi Yusuf menunjukkan kemampuannya mengatasi paceklik yang melanda Mesir dengan kebijakan membagi-bagikan makanan kepada penduduk yang membutuhkan. Kabar tentang keberhasilan ini tersebar ke seluruh penjuru negeri, bahkan ke Palestina, kampung halaman Nabi Yakub dan anak-anaknya. Bersamaan dengan Mesir, Palestina juga mengalami masa paceklik. Nabi Yakub menyuruh anak-anaknya, kecuali Bunyamin, untuk berangkat ke Mesir. Dan saudara-saudara Yusuf datang ke Mesir untuk memperoleh makanan. Sesampai di Mesir, lalu mereka masuk ke tempat-nya, yakni Nabi Yusuf, yang sedang mengawasi pembagian makanan. Maka Nabi Yusuf pun mengenali mereka, sedang mereka tidak mengenalinya.

Tadabur dari Yusuf 58;

  1. Takdir Allah bekerja dengan cara yang tak terduga; Peristiwa kelaparan yang tampak sebagai musibah justru menjadi jalan Allah mempertemukan kembali Yusuf dengan saudara-saudaranya.
  2. Rencana Allah selalu lebih sempurna dari rencana manusia; Saudara-saudara Yusuf dulu berbuat zalim, namun Allah mengarahkan semua peristiwa hingga Yusuf berada di posisi mulia dan berkuasa.
  3. Waktu Allah selalu tepat; Pertemuan itu terjadi setelah Yusuf siap secara mental, iman, dan kedudukan untuk menghadapi masa lalunya.
  4. Dosa masa lalu bisa membawa seseorang kembali kepada kebenaran; Kelaparan memaksa saudara-saudara Yusuf datang dengan rendah hati, membuka jalan bagi taubat dan perbaikan diri.
  5. Kesabaran dan keteguhan iman tidak pernah sia-sia; Kesabaran Yusuf sejak kecil akhirnya berbuah kebaikan yang besar, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi keluarganya.

Inti tadabur:
Allah mengatur peristiwa hidup, termasuk kesulitan, sebagai jalan menuju kebaikan, pemulihan, dan hikmah yang lebih besar.

”Ya Allah, jika Engkau menurunkan kesulitan dalam hidup kami, jadikanlah ia jalan menuju kebaikan, pertemuan yang Engkau ridai, dan penyempurnaan takdir-Mu. Kuatkan kami untuk bersabar, berlapang dada, dan percaya bahwa rencana-Mu selalu lebih baik dari yang kami pahami.”