Dilaknat di Dunia dan Akhirat

وَاُ تْبِعُوْا  فِيْ  هٰذِهٖ  لَـعْنَةً  وَّيَوْمَ  الْقِيٰمَةِ  ۗ بِئْسَ  الرِّفْدُ  الْمَرْفُوْدُ

“Dan mereka diikuti dengan laknat di sini (dunia) dan (begitu pula) pada hari Kiamat. (Laknat) itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan.” (QS. Hud 11: Ayat 99)

Dilaknat di dunia dan dilaknat di akhirat

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Pada ayat ini Allah swt menerangkan bahwa Firaun beserta kaumnya sejak di dunia telah mendapat laknat dari umat sesudahnya, terus menerus, sampai di akhirat nanti dilaknat lagi oleh orang-orang yang sedang berada di Padang Mahsyar, menunggu keputusan dari Qadhi Rabbul Jalil tentang di mana ia akan ditempatkan nanti. Laknat atau kutukan yang mereka peroleh adalah satu hal yang paling buruk. Ayat ini sejalan dengan firman Allah swt: Dan Kami susulkan laknat kepada mereka di dunia ini; sedangkan pada hari Kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah). (al-Qashash/28: 42).

Tadabbur Surah Hud Ayat 99

1. Dosa besar mendatangkan kehinaan di dunia dan akhirat
Azab Allah tidak hanya menunggu di akhirat, tetapi juga terlihat di dunia berupa kehinaan, hilangnya keberkahan, dan runtuhnya peradaban.

2. Laknat sebagai ibrah (pelajaran sepanjang zaman)
Sejarah kaum durhaka seperti Fir’aun, ‘Ad, Tsamud, dan Madyan menjadi contoh abadi. Laknat yang menimpa mereka tetap dikenang agar manusia mengambil pelajaran.

3. Amal kebaikan mengundang rahmat
Sebagaimana amal buruk mendatangkan laknat, amal shalih pun dapat mendatangkan doa, rahmat, dan keberkahan yang terus mengalir kepada generasi setelahnya.

4. Peringatan agar tidak mengulangi kesalahan
Siapa pun yang mengulang kesombongan dan kedurhakaan kaum terdahulu—meski di zaman modern—akan mendapatkan laknat yang sama, hanya dalam bentuk yang berbeda.

5. Laknat adalah seburuk-buruk balasan
Allah menyebut laknat sebagai “pemberian” yang melekat pada mereka. Ironisnya, mereka mencari dunia dan kenikmatan, tetapi yang didapat hanyalah laknat abadi sebagai balasan terburuk.

Doa untuk mendapat rahmat di dunia dan di akhirat.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَّنْ تَجْرِي عَلَيْهِمْ رَحْمَتُكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِمَّنْ تَتْبَعُهُمُ اللَّعْنَةُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكِبْرِ وَالْمَعَاصِي كَمَا فَعَلَ الْأَقْوَامُ الْمَهْلُوكَةُ.

“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mendapat rahmat-Mu di dunia dan akhirat, dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang diikuti laknat di dunia dan akhirat. Kami berlindung kepada-Mu dari kesombongan dan maksiat seperti yang dilakukan kaum-kaum yang dibinasakan.”