Dikumpulkan di Syurga atau Neraka ?

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَلَئِنْ  مُّتُّمْ  اَوْ  قُتِلْتُمْ  لَاِ  لَى  اللّٰهِ  تُحْشَرُوْنَ

“Dan sungguh jika kamu meninggal atau gugur, tentulah kepada Allah saja kamu dikumpulkan.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 158)

وَهُوَ  الَّذِيْ  ذَرَاَ كُمْ  فِى  الْاَ رْضِ  وَاِ لَيْهِ  تُحْشَرُوْنَ

“Dan Dialah yang menciptakan dan mengembangbiakkan kamu di bumi dan kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.”
(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 79)

قُلْ  هُوَ  الَّذِيْ  ذَرَاَ كُمْ  فِى  الْاَ رْضِ  وَاِ لَيْهِ  تُحْشَرُوْنَ

“Katakanlah, Dialah yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi, dan hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan.”
(QS. Al-Mulk 67: Ayat 24)

Dikumpulkan di syurga atau di neraka

Bagi umat Islam, kesempatan bertemu kembali dengan keluarga besar seketurunan di tempat baru yang sangat menyenangkan di akhirat kelak, tentu sangat membahagiakan.
Tentunya kenikmatan berupa berkumpul dan masuk surga bersama keluarga, juga telah disediakan oleh Allah.
Allah berfirman: “(yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama orang-orang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya.” (QS. Ar-Ra‘du: 23).

Allah akan mengumpulkan seseorang bersama keluarganya, orang tua, istri dan anak-cucunya di surga. Ini adalah dalil satu keluarga bisa masuk surga bersama.
Allah mengumpulkan mereka dengan orang-orang yang mereka cintai di dalam surga yaitu orang tua, istri dan anak keturunan mereka yang mukmin dan layak masuk surga. Sampai-sampai, Allah mengangkat derajat yang rendah menjadi tinggi tanpa mengurangi derajat keluarga yang tinggi (agar berkumpul di dalam surga yang sama derajatnya).”

In sya Allah keluarga yang mencintai Al-Qur’an dan Nabi Muhammad SAW, termasuk mempercayai adanya hari akhir dan kehidupan akhirat. ini pasti Allah tidak akan pisahkan. Walaupun pisah di dunia dengan kematian, masing-masing beda waktu wafatnya.
Tapi saat dibangkitkan oleh Allah, mereka akan bertemu kembali, karena mereka sama-sama meninggal dalam keadaan iman, sama-sama meninggal dalam keadaan mencintai Allah dan Rasulnya.

Orang tua dan anak saling tarik-menarik ke surga dengan saling memberi syafaat. Fasilitas yang Allah sediakan agar keluarga bisa masuk surga bersama yaitu mereka akan saling tarik-menarik agar bisa masuk surga dan berada di dalam surga yang tingkatnya sama.
Hal ini Allah anugrahkan agar mereka bisa berkumpul bersama. Bisa jadi sang anak berada di surga tertinggi, sedangkan orang tua berada di surga terendah, maka sang anak mengangkat derajat orang tuanya ke surga yang lebih atas, demikian juga sebaliknya.
Anak bisa mengangkat derajat orang tua mereka. Dalam banyak dalil, misalnya anak yang beramal jariyah dengan terus mendoakan orang tuanya.
Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya dan doa anak yang shalih” (HR. Muslim no. 1631).
Demikian juga derajat orang tua diangkat oleh Allah karena istigfar anaknya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sungguhnya seseorang benar-benar diangkat derajatnya di surga lalu dia pun bertanya, ‘Dari mana ini?’ Dijawab, ‘Karena istigfar anakmu untukmu.’ Sunan Ibnu Majah no. 3660.
Dikumpulkan di syurga, cita cita kebanyakan muslim, tapi ada juga yang dikumpulkan di neraka.

اَلَّذِيْنَ  يُحْشَرُوْنَ  عَلٰى  وُجُوْهِهِمْ  اِلٰى  جَهَـنَّمَ   ۙ اُولٰٓئِكَ  شَرٌّ  مَّكَا نًا  وَّاَضَلُّ  سَبِيْلًا
“Orang-orang yang dikumpulkan di Neraka Jahanam dengan diseret wajahnya, mereka itulah yang paling buruk tempatnya dan paling sesat jalannya.”
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 34)Z

اِنَّ  الَّذِيْنَ  كَفَرُوْا  يُنْفِقُوْنَ  اَمْوَا لَهُمْ  لِيَـصُدُّوْا  عَنْ  سَبِيْلِ  اللّٰهِ   ۗ فَسَيُنْفِقُوْنَهَا  ثُمَّ  تَكُوْنُ  عَلَيْهِمْ  حَسْرَةً  ثُمَّ  يُغْلَبُوْنَ   ۗ وَا لَّذِيْنَ  كَفَرُوْۤا  اِلٰى  جَهَـنَّمَ  يُحْشَرُوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menginfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan (terus) menginfakkan harta itu, kemudian mereka akan menyesal sendiri, dan akhirnya mereka akan dikalahkan. Ke dalam Neraka Jahanamlah orang-orang kafir itu akan dikumpulkan,”
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 36)

Semoga kita semua dikumpulkan kembali di syurga Nya Allah.