Ciri Orang Fasik; Lain di Mulut Lain di Hati

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

كَيْفَ  وَاِ نْ  يَّظْهَرُوْا  عَلَيْكُمْ  لَا  يَرْقُبُوْا  فِيْكُمْ  اِلًّا  وَّلَا  ذِمَّةً  ۗ يُرْضُوْنَـكُمْ  بِاَ فْوَاهِهِمْ  وَتَأْبٰى  قُلُوْبُهُمْ  ۚ وَاَ كْثَرُهُمْ  فٰسِقُوْنَ

“Bagaimana mungkin (ada perjanjian demikian), padahal jika mereka memperoleh kemenangan atas kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan denganmu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik (tidak menepati janji).”(QS. At-Taubah 9: 8)

Lain di mulut lain di hati, tidak menempati janji adalah ciri orang fasik

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Di antara sebab pembatalan perjanjian itu ialah apabila kaum musyrikin memperoleh kemenangan terhadap kaum Muslimin, kemudian mereka tidak peduli lagi dengan hubungan kekerabatan dan ikatan perjanjian damai. Mereka pandai menarik simpati kaum Muslimin dengan kata-kata yang manis, padahal hati mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan. Mereka berbuat demikian karena kebanyakan mereka orang fasik yang tidak mengenal akidah yang benar dan akhlak yang baik, sehingga mereka berbuat menurut dan mengikuti hawa nafsunya. Jadi kaum musyrikin yang sudah demikian bencinya terhadap Nabi Muhammad saw dan kaum Muslimin, tentu tidak ada gunanya mengadakan perjanjian dengan mereka, bagaimanapun corak dan bentuknya. Mereka pada umumnya telah menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Akhir ayat ini menerangkan bahwa kebanyakan mereka adalah orang fasik.

Menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, salah satu ciri ciri orang fasik, ciri yang sering disebutkan di antaranya adalah:

1. Mengabaikan kewajiban agama.
Orang fasik cenderung mengabaikan ibadah-ibadah wajib, seperti salat, puasa, zakat, dan sebagainya. Mereka juga bisa meremehkan perintah dan larangan Allah.

2. Menuruti hawa nafsu.
Orang fasik sering kali bertindak sesuai dengan hawa nafsunya tanpa mempertimbangkan nilai-nilai agama atau etika. Mereka lebih mementingkan kepuasan pribadi meskipun bertentangan dengan ajaran agama.

3. Menyebarkan fitnah dan keburukan.
Orang fasik tidak segan-segan menyebarkan fitnah, berita palsu, atau mengadu domba, yang menyebabkan kerusakan dalam masyarakat.

4. Tidak memiliki rasa malu.
Orang fasik tidak memiliki rasa malu ketika melakukan dosa atau perbuatan maksiat, bahkan bisa merasa bangga dengan tindakannya tersebut.

5. Mengabaikan hak-hak orang lain.
Mereka sering mengabaikan atau meremehkan hak-hak orang lain, baik hak dalam hal harta, kehormatan, maupun hak untuk mendapatkan keadilan.

6. Berbohong dan berkhianat.
Orang fasik dikenal suka berbohong dan mengkhianati amanah yang diberikan kepadanya. Janji mereka juga sering kali diingkari.

Semoga kita senantiasa menjauhi sifat-sifat yang tidak disukai Allah serta berusaha memperbaiki diri untuk menjadi orang yang lebih baik.