أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَلَا تُصَلِّ عَلٰۤى اَحَدٍ مِّنْهُمْ مَّا تَ اَبَدًا وَّلَا تَقُمْ عَلٰى قَبْرِهٖ ۗ اِنَّهُمْ كَفَرُوْا بِا للّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَمَا تُوْا وَهُمْ فٰسِقُوْنَ
“Dan janganlah engkau (Muhammad) melaksanakan sholat untuk seseorang yang mati di antara mereka (orang-orang munafik), selama-lamanya dan janganlah engkau berdiri (mendoakan) di atas kuburnya. Sesungguhnya mereka ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 84)
Hukuman berat bagi orang munafik, tidak boleh disolatkan & tidak boleh didoakan
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Ayat ini Allah swt melarang menyalati jenazah orang-orang munafik. Juga melarang berdoa di atas kuburannya sesudah dikuburkan, seperti yang biasa dilakukan Rasulullah terhadap orang-orang mukmin yang sudah dikubur sebagaimana tersebut dalam hadis berikut:
Adalah Nabi apabila sesudah menguburkan seorang mayat, beliau berdiri di kubur itu seraya berkata, “Mintakanlah ampunan bagi saudaramu ini doakanlah agar dia tetap (dalam keimanan) sebab sekarang dia sedang ditanya.” (Riwayat Abu Dawud dan al-Bazzar dari ‘Utsman)
Peristiwa yang terjadi pada ‘Abdullah bin Ubay ini cukup menggentarkan orang-orang munafik lainnya, suatu penghinaan yang cukup berat dijatuhkan atas diri mereka. Tetapi mereka masih tetap dalam kemunafikannya. Ini merupakan hukuman bagi mereka di dunia, sebab mereka selalu ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka tergolong orang-orang yang fasik, terlampau berani mempermainkan perintah dan larangan Allah.
(85) Ayat ini hampir bersamaan bunyinya dengan ayat 55 dalam surah ini. Maka pada ayat ini Allah swt mengulangi lagi, agar kaum Muslimin jangan sampai terpengaruh oleh kekayaan dan harta benda orang-orang munafik itu. Begitu pula jangan sampai terpengaruh oleh anak-anak mereka. Kalau ada di antaranya mereka yang kaya, banyak harta, banyak anak dan keturunannya, semua itu tidaklah akan membahagiakan mereka dan tidak akan menyelamatkan mereka dari siksa Allah.
Semuanya itu akan menyusahkan mereka, menjadikan mereka teraniaya dan sengsara karenanya. Bagaimana mereka bersusah payah dalam mencari harta dan kekayaan itu, begitu pula mereka dibikin susah olehnya. Ada-ada saja peristiwa yang terjadi karena harta dan kekayaannya, dan anak-anak mereka cukup membuat mereka seolah-olah mendapat azab dunia. Maka harta dan kekayaan serta anak-anak mereka itu, bukan lagi menjadi nikmat, tetapi menjadi azab bagi mereka. Mereka tidak akan mendapat pertolongan sedikitpun dari harta dan anak-anaknya. Tidak ada manfaatnya sama sekali, dan akhirnya mereka mati dalam kekafiran.
Hukuman bagi orang munafik sangat berat karena mereka berpura-pura beriman di luar, tetapi hatinya penuh dengan kebohongan dan tipu daya. Dalam Al-Qur’an dan hadis, disebutkan beberapa ciri-ciri orang munafik, di antaranya:
1. Berdasarkan Al-Qur’an: Allah ﷻ menyebutkan beberapa ciri orang munafik dalam berbagai ayat, di antaranya:
- Suka berdusta dan menipu orang beriman; “Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri sendiri tanpa mereka sadari.” (QS. Al-Baqarah: 9)
- Malas dalam ibadah, terutama shalat; “Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas…” (QS. An-Nisa: 142)
- Enggan berinfak dan suka pamer (riya’); “Mereka itu riya’ kepada manusia dan tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An-Nisa: 142)
- Takut terhadap ujian dan cobaan; “Apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka memandang kepadamu dengan mata yang berputar-putar seperti orang yang pingsan karena takut mati…” (QS. Al-Ahzab: 19)
- Banyak berjanji tetapi mengingkarinya; “Dan di antara mereka ada orang yang telah berjanji kepada Allah: ‘Sesungguhnya jika Allah memberi kami sebagian dari karunia-Nya, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh.’ Tetapi setelah Allah memberikan karunia kepada mereka, mereka kikir dengan karunia itu…” (QS. At-Taubah: 75-76)
2. Berdasarkan Hadis: Rasulullah ﷺ juga menyebutkan ciri-ciri orang munafik dalam sabdanya: “Tanda-tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari, dan jika diberi amanah ia berkhianat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain disebutkan ciri tambahan:
“Empat perkara yang jika ada pada seseorang, maka ia adalah munafik sejati: jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari, jika berdebat ia curang, dan jika diberi amanah ia berkhianat.” (HR. Muslim)
Semoga kita senantiasa dijauhkan dari sifat-sifat kemunafikan dan selalu berusaha untuk memperbaiki diri dengan meningkatkan keikhlasan dalam beramal dan beribadah.