Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَاِ ذْ زَ يَّنَ لَهُمُ الشَّيْطٰنُ اَعْمَا لَهُمْ وَقَا لَ لَا غَا لِبَ لَـكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النَّا سِ وَاِ نِّيْ جَا رٌ لَّـكُمْ ۚ فَلَمَّا تَرَآءَتِ الْفِئَتٰنِ نَكَصَ عَلٰى عَقِبَيْهِ وَقَا لَ اِنِّيْ بَرِ يْٓءٌ مِّنْكُمْ اِنِّيْۤ اَرٰ ى مَا لَا تَرَوْنَ اِنِّيْۤ اَخَا فُ اللّٰهَ ۗ وَا للّٰهُ شَدِيْدُ الْعِقَا بِ
“Dan (ingatlah) ketika setan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (dosa) mereka dan mengatakan, Tidak ada (orang) yang dapat mengalahkan kamu pada hari ini, dan sungguh, aku adalah penolongmu. Maka ketika kedua pasukan itu telah saling melihat (berhadapan), setan balik ke belakang seraya berkata, Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu; aku dapat melihat apa yang kamu tidak dapat melihat; sesungguhnya aku takut kepada Allah. Allah sangat keras siksa-Nya.” (QS. Al-Anfal 8: Ayat 48)
Setan menjadikan terasa indah perbuatan dosa
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; Setelah beberapa ayat sebelumnya memaparkan berbagai hal yang terkait dengan Perang Badar, maka ayat ini menjelaskan kebohongan janji setan terhadap kaum musyrik pada Perang Badar tersebut. Ingatlah ketika setan menjadikan terasa atau terlihat indah bagi mereka, orang-orang musyrik, perbuatan dosa mereka, yakni berperang melawan kebenaran dan seraya mengatakan, “Tidak ada seorang pun yang dapat mengalahkan kalian, wahai orang-orang musyrik, pada hari ini, yakni Perang Badar. Dan kalau ada yang berani melawan kalian, sungguh, aku adalah penolongmu.” Maka ketika kedua pasukan itu telah saling melihat, berhadapan, setan berbalik ke belakang meninggalkan kaum musyrik seraya berkata, “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kalian; aku dapat melihat apa yang kalian tidak dapat melihatnya; yakni para malaikat yang turun membantu kaum mukmin, sesungguhnya aku takut kepada Allah.” Demikian ini, disebabkan Allah sangat keras siksa-Nya
Setan mempunyai banyak senjata untuk menggoda dan menjerumuskan manusia sebagai anak cucu Adam. Dari yang paling halus dan memperdaya obyeknya sampai yang paling kasar dan frontal, yaitu dengan jelas-jelas setan menyeru dan menyuruh manusia untuk berbuat maksiat. Setan menyamarkan kejahatan dalam kemasan menarik sehingga tampak oleh obyeknya bahwa yang dikemas itu adalah kebaikan. Setan bisa hadir sebagai sosok malaikat, guru besar, orang alim yang memberikan nasehat-nasehat kebaikan. Kemudian ia mengiring obyeknya itu ke lembah kemaksiatan dan kesyirikan serta kekufuran.
Setan bisa dari jenis jin dan dari jenis manusia,sebagaimana yang diterangkan Allah SWT dalam salah satu firman-NYA, yang artinya,
“Demikianlah Kami menjadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh,yaitu setan-setan dari jenis manusia dan dari jenis jin,sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).”(QS Al-An‘am [6]: 112).
Selain menjadikan perbuatan dosa terasa indah, ada beberapa cara lain yang digunakan oleh setan untuk menjerumuskan manusia:
Dengan memahami berbagai tipu daya setan ini, manusia dapat lebih waspada dan berusaha mendekatkan diri kepada Allah untuk mendapatkan perlindungan.
Doa supaya tidak dijerumuskan oleh setan dalam Quran Surat Al-Mu’minun: 97-98 ;
“Rabbi a’udzu bika min hamazatissyayaathiin, wa a’udzu bika rabbi an yahdhuruun”
“Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung kepada-Mu agar mereka tidak mendekatiku.”