Beriman dan Beramal Shaleh akan Berada di Syurga Kekal Selamanya

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَا لَّذِيْنَ  اٰمَنُوْا  وَعَمِلُوا  الصّٰلِحٰتِ  سَنُدْخِلُهُمْ  جَنّٰتٍ  تَجْرِ يْ  مِنْ  تَحْتِهَا  الْاَ نْهٰرُ  خٰلِدِيْنَ  فِيْهَاۤ  اَبَدًا   ۗ وَعْدَ  اللّٰهِ  حَقًّا   ۗ وَمَنْ  اَصْدَقُ  مِنَ  اللّٰهِ  قِيْلًا

“Dan orang yang beriman dan mengerjakan amal kebajikan, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan janji Allah itu benar. Siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 122).

Dalam tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta’dzhim al-Qur’an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur’an Universitas Islam Madinah, setelah Allah menyebutkan balasan orang-orang yang mengikuti setan, maka kemudian Allah menyebutkan balasan bagi orang yang tidak menuruti godaannya.

Allah menjelaskan bahwa orang-orang yang beriman dan beramal sholeh akan menikmati kenikmatan yang kekal di surga surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Ini merupakan kemenangan yang besar bagi orang yang dirinya terjaga dari kekotoran perbuatan syirik sehingga dia tidak menyekutukan Allah dan tidak membuat kesalahan di setiap waktu.

Kemudian Allah menjelaskan bahwa yang dijanjikan kepada mereka merupakan janji yang tidak diragukan kebenarannya, Dia berfirman: “janji yang Allah berikan kepada kalian itu merupakan janji yang benar. Dia Maha Kuasa untuk memberi apa yang dijanjikan dengan karunia dan kemurahannya serta keluasan rahmatnya. Adapun janji setan hanyalah perkataan dusta sebab dia tidak mampu untuk mengabulkan janjinya, dia hanya mengumbar kebatilannya kepada para pengikutnya, maka perintah atau larangannya tidak layak untuk ditaati dan nasehatnya tidak layak untuk diikuti, sebab bisikan-bisikannya hanyalah kebatilan.”

(وَعْدَ اللَّهِ ۖ لَا يُخْلِفُ اللَّهُ وَعْدَهُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ)

“(Sebagai) janji yang sebenarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Q.S Ar-Rum :6).

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ كَمَا ٱسْتَخْلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ ٱلَّذِى ٱرْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِى لَا يُشْرِكُونَ بِى شَيْـًٔا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nur: 55)

Ini merupakan janji dari Allah Swt. kepada Rasul-Nya Saw., bahwa Dia akan menjadikan hamba-hamba-Nya sebagai orang-orang yang berkuasa di bumi, yakni menjadi para pemimpin manusia dan penguasa mereka.
Dengan mereka, negeri akan menjadi baik dan semua hamba Allah akan tunduk kepada mereka. Dan Allah akan menukar keadaan mereka sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa dan menjadi penguasa atas manusia. Janji itu telah diberikan oleh Allah Swt. kepada mereka; segala puji bagi Allah, begitu juga karunia Nya.
Janji Allah umat Islam akan berjaya dan akan memimpin dunia.

رَبَّنَا  وَاٰ تِنَا  مَا  وَعَدْتَّنَا  عَلٰى  رُسُلِكَ  وَلَا  تُخْزِنَا  يَوْمَ  الْقِيٰمَةِ   ۗ اِنَّكَ  لَا  تُخْلِفُ  الْمِيْعَا دَ
“Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari Kiamat. Sungguh, Engkau tidak pernah mengingkari janji.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 194)