Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَا للّٰهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍ فِى الرِّزْقِ ۚ فَمَا الَّذِيْنَ فُضِّلُوْا بِرَآ دِّيْ رِزْقِهِمْ عَلٰى مَا مَلَـكَتْ اَيْمَا نُهُمْ فَهُمْ فِيْهِ سَوَآءٌ ۗ اَفَبِنِعْمَةِ اللّٰهِ يَجْحَدُوْنَ
“Dan Allah melebihkan sebagian kamu atas sebagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezekinya kepada para hamba sahaya yang mereka miliki, sehingga mereka sama-sama (merasakan) rezeki itu. Mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?” (QS. An-Nahl Ayat 71).
Berbagi Rezeki sebagai Wujud Syukur atas Nikmat Allah
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI menjelaskan bahwa demikianlah Allah berkuasa menciptakan perbedaan dalam umur manusia. Dan Allah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana, dan Mahakuasa pun berkuasa melebihkan sebagian kamu atas sebagian yang lain dalam hal rezeki, kedudukan, jabatan, kekayaan, dan semisalnya.
Allah telah membagi rezeki dengan cara demikian kepada manusia, tetapi di antara orang yang dilebihkan rezekinya ada yang tidak mau memberikan sebagian dari rezekinya kepada para hamba sahaya yang mereka miliki, padahal mereka sama-sama manusia, sehingga kalau saja mereka mau saling berbagi niscaya mereka sama-sama merasakan kenikmatan rezeki itu. Mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?
QS. An-Nahl ayat 71 mengingatkan kita bahwa Allah melebihkan sebagian manusia atas sebagian yang lain dalam hal rezeki. Kelebihan itu bukan semata-mata untuk dinikmati sendiri, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membantu sesama.
Ketika Allah melebihkan rezeki kita, jangan hanya bertanya apa yang bisa kita nikmati, tetapi tanyakan pula siapa yang bisa kita bantu, siapa yang ikut menikmati rezeki kita. Sebab, salah satu cara mensyukuri nikmat Allah adalah berbagi dengan sesama.
Tidak berbagi rezeki bisa jadi terlihat tetap bahagia dan rezekinya terus mengalir. Namun, kita tidak dapat mengukur kasih sayang Allah hanya dari kelancaran rezeki atau kesenangan hidup seseorang. Banyaknya rezeki tidak selalu menjadi tanda bahwa Allah meridai cara kita mensyukurinya.
QS Ibrahim ayat 7 mengingatkan bahwa jika kita bersyukur, Allah akan menambah nikmat-Nya, sedangkan kufur nikmat mendatangkan ancaman azab yang berat. Syukur bukan hanya diucapkan dengan alhamdulillah, tetapi juga diwujudkan dengan menggunakan nikmat sesuai kehendak Allah, termasuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
Karena itu, ketika melihat orang yang tidak berbagi tetapi hidupnya tampak lancar, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa ia tidak mendapat peringatan Allah ataupun bahwa hidupnya pasti penuh keberkahan. Kita tidak mengetahui seluruh keadaan batin dan akhir kehidupannya.
Yang perlu kita renungkan bukan mengapa orang yang tidak berbagi tetap bahagia, melainkan apakah rezeki yang Allah titipkan kepada kita sudah membawa manfaat bagi orang lain. Sebab, syukur bukan sekadar menikmati nikmat, tetapi juga menghadirkan kebaikan melalui nikmat tersebut.
Jangan mengira rezeki yang terus mengalir dan kehidupan yang tampak bahagia selalu menjadi tanda keridaan Allah. Dalam Islam, ada istilah istidraj, yaitu ketika seseorang terus memperoleh kesenangan dunia meskipun tetap lalai dan jauh dari ketaatan kepada Allah. Karena itu, jangan hanya melihat seberapa banyak rezeki yang kita terima, tetapi renungkan apakah rezeki itu membuat kita semakin bersyukur, semakin taat, dan semakin peduli kepada sesama. Jangan sampai nikmat yang seharusnya mendekatkan kita kepada Allah justru membuat kita semakin jauh dari-Nya.
Berbagi pada zaman sekarang tidak hanya berarti memberikan uang kepada orang miskin. Dalam kehidupan modern, berbagi adalah menggunakan rezeki, ilmu, waktu, kemampuan, dan kesempatan yang Allah titipkan kepada kita agar turut membawa manfaat bagi orang lain.
Ada beberapa bentuk berbagi yang relevan dengan kehidupan sekarang.
Pada zaman sekarang, berbagi tidak harus menunggu menjadi kaya. Kita bisa berbagi melalui harta, ilmu, kesempatan, waktu, bahkan perhatian. Ketika Allah melapangkan rezeki, jangan hanya bertanya apa yang bisa kita nikmati, tetapi tanyakan pula siapa yang bisa kita bantu. Sebab, nikmat yang disyukuri bukan hanya membuat hidup kita lebih baik, melainkan juga menghadirkan kebaikan bagi kehidupan orang lain.
Doa agar Allah menjadikan kita hamba yang pandai bersyukur, memiliki hati yang dermawan, dan mau berbagi rezeki dengan sesama.
اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا قَلْبًا شَاكِرًا، وَنَفْسًا كَرِيمَةً، وَيَدًا مُنْفِقَةً فِي الْخَيْرِ
Allāhumma-rzuqnā qalban syākiran, wa nafsan karīmah, wa yadan munfiqatan fil-khair.
“Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami hati yang bersyukur, jiwa yang mulia, dan tangan yang gemar membelanjakan rezeki di jalan kebaikan.”