Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
ثُمَّ لَاٰ تِيَنَّهُمْ مِّنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ اَيْمَا نِهِمْ وَعَنْ شَمَآئِلِهِمْ ۗ وَلَا تَجِدُ اَكْثَرَهُمْ شٰكِرِ يْنَ
“kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 17)
Berbagai cara iblis menggoda manusia, dari segala penjuru dari depan, belakang, kanan, kiri
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; “Kemudian,” kata Iblis melanjutkan, “Untuk mewujudkan tujuanku ini, aku akan menempuh berbagai cara. Pasti aku akan mendatangi mereka dari segala penjuru: dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan karena manusia amatlah lemah, Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur atas nikmat-nikmat-Mu.”
Masih dalam tafsir Kementrian Agama RI; Iblis melihat bahwa sekedar menghalang-halangi anak-cucu Adam a.s. menempuh jalan yang lurus tidaklah cukup, karena itu dia akan mendatangi dan menyerbunya dari segala penjuru; dari depan dan dari belakang; dari arah kanan dan kiri, yang menurutnya ada kelemahan anak cucu Adam. Iblis yakin dengan strategi seperti itu banyak dari mereka yang akan tergoda, terpengaruh dan teperdaya sehingga iman yang ada di dada mereka menjadi lemah dan luntur, ajaran agama berangsur-angsur diragukan dan didustakan, hari Kiamat dan segala peristiwanya diingkari, amal-amal kebaikan ditinggalkan. Mereka tidak sanggup menguasai hawa nafsu, sebaliknya merekalah yang dikuasai oleh hawa nafsu, Allah memperingatkan dengan firman-Nya:
“Sungguh, Aku akan memenuhi neraka Jahanam dengan kamu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka semuanya.” (shad/38: 85)
Rencana dan target Iblis seperti tersebut di atas, benar-benar berhasil:
“Dan sungguh, Iblis telah dapat meyakinkan terhadap mereka kebenaran sangkaannya mereka, lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian dari orang-orang mukmin. (Saba’/34: 20).
“Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat),” (Qs. al-A’raf [7]: 17).
Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apakah makna godaan setan dari arah depan, belakang, sebelah kanan, dan sebelah kiri dalam ayat ini? Mengapa setan tidak menyebutkan godaan dari arah atas?
Imam Ibnu Katsir Rahimahullahu Ta’ala menjelaskan ayat ini dengan mengutip pendapat dari sahabat mulia ‘Abdullah bin ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhu. Sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhiim, makna godaan setan dari arah depan ialah setan akan menjadikan manusia ragu terhadap kehidupan akhirat. Godaan dari arah belakang bermakna setan akan menjadikan manusia cinta kepada dunia.
Sebagaimana dikutip dari kisah hikmah, godaan dari sebelah kanan berarti setan akan menjadikan manusia samar-samar dalam urusan agama. Sedangkan bisikan dari arah kiri memiliki pengertian setan menjadikan manusia mencintai dan gandrung terhadap perbuatan sia-sia, maksiat, dan dosa.
Sementara itu, al-Hakam bin Abban menuturkan dari ‘Ikrimah dari sahabat mulia ‘Abdullah bin ‘Abbas, “Allah Ta’ala tidak berfirman ‘dari atas mereka’ karena rahmat itu diturunkan dari arah atas.”
Kita harus tahu bahwa setan tidak pernah menyerah untuk menyesatkan kita. Maka dari itu, sudah seharusnya kita terus menerus memohon perlindungan kepada Dzat Yang Maha Melindungi.
Semoga kita selalu mendapat perlindungan dari Allah SWT supaya tidak terjerumus godaan setan yang terkutuk.