Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اِلَّا الَّذِيْنَ تَا بُوْا مِنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ وَاَ صْلَحُوْا ۗ فَاِ نَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Kecuali orang-orang yang bertobat setelah itu, dan melakukan perbaikan, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 89)
فَاِ نِ انْـتَهَوْا فَاِ نَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Tetapi jika mereka berhenti, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 192)
قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَا تَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَا للّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Katakanlah (Muhammad), Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 31)
وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَ رْضِ ۗ يَغْفِرُ لِمَنْ يَّشَآءُ وَ يُعَذِّبُ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَا للّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki, dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 129)
وَاِ ذَا جَآءَكَ الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِاٰ يٰتِنَا فَقُلْ سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلٰى نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ ۙ اَنَّهٗ مَنْ عَمِلَ مِنْكُمْ سُوْٓءًا بِۢجَهَا لَةٍ ثُمَّ تَا بَ مِنْۢ بَعْدِهٖ وَاَ صْلَحَ ۙ فَاَ نَّهٗ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Dan apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami datang kepadamu, maka katakanlah, Salamun ‘alaikum (selamat sejahtera untuk kamu). Tuhanmu telah menetapkan sifat kasih sayang pada diri-Nya, (yaitu) barang siapa berbuat kejahatan di antara kamu karena kebodohan, kemudian dia bertobat setelah itu dan memperbaiki diri, maka Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 54)
ۗ وَا للّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ = Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Puluhan ayat yang ujungnya menyebutkan Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.
Manusia menyerahkan dirinya dengan taubat nasuha dan terus memperbaiki diri, maka setelah itu ia pasti merasakan bahwasannya Allah-lah Maha Penyayang yang kasih sayangnya tak berbilang.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, ia berkata, “Rasulullah Saw bersabda, ‘Ketika Allah menciptakan makhluk, maka Dia menuliskan dalam kitab-Nya (Lauhul Mahfudz) di sisi-Nya yang berada di atas Arsy dan ia berfirman, ‘Sesunggunya, rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku,” (HR Bukhari dan Muslim)
Menurut Abu Usamah Salim bin Idul Hilali dalam Bahjatun Nazirina Syaru Riyadis Shalihina, hadits tersebut memiliki beberapa faidah, di antaranya pertama, sebagai bukti bahwa Allah Maha Tinggi di atas makhluk-Nya. Dia berada di atas Arsy terpisah dari makhluknya. Kedua, menetapkan bahwa Allah memiliki sifat rahmat (kasih sayang) dan murka.
Dua sifat ini tidak boleh ditakwilkan dengan kehendak memberikan pahala dan hukuman. Menerangkan bahwa rahmat Allah sangat luas meliputi semua hamba-Nya, tanpa pilih kasih dan rahmat Allah mengalahkan murka-Nya.
Kesalahan dan dosa memang tempatnya manusia, tapi, selalu ada Allah Yang Maha Pengampun dosa yang senantiasa menanti pertaubatan semua hamba-Nya. Tetaplah berkhusnudzan akan kebaikan-Nya; sebab rahmat Allah, mengalahkan murka-Nya.
Seorang kafir, lebih memungkinkan mendapatkan hidayah, hijrah dan bertaubat dibandingkan penyebutan non muslim dan menganggap semua agama sama, akan terlena dengan kekafirannya.(padahal Quran menyebutkan kafir diadzab kekal di akherat).
Doa Memohon Ampun dan Istiqamah
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Rabbanaghfirlanaa dzunuubanaa wa israafanaa fii amrinaa wa tsabbit aqdaamanaa wanshurnaa ‘alal qaumil kaafiriin.
Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami, dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. Ali-Imran [3]: 147)